Terkasih Tak Termiliki

Terkasih Tak Termiliki
Karena Aku Sangat Mencintaimu


__ADS_3

Prayoga mengajak anak dan menantunya untuk ngobrol sebentar di ruang tengah. Beliau meminta supaya Celyn dan Hizkia bersedia tinggal di mansion. Hizkia tidak langsung menjawab '' bagaimana sayang?'' tanyanya dengan senyum manisnya pada Celyn



Celyn masih tidak percaya kalau pria tampan yang beberapa hari yang lalu menikahinya ini sangat tajir. '' Aku tidak masalah mau tinggal di manapun selama itu bersama kak Kia'' jawab Celyn.


'' Ayolah nak setidaknya sampai cucu mama sekolah '' bujuk Yumna.


'' Baiklah tapi saat Key pingin mandiri nanti jangan paksa Key. bagaimanapun Key harus menjadi pemimpin keluarga yang mandiri bukan ?'' jawab Hizkia yang tidak terbantahkan lagi.


Prayoga dan Yumna pergi ke kamar mereka lebih dahulu yang terletak di lantai1. Sedangkan Hizkia melihat istrinya yang sangat lelah dan sayangnya lift di mansion itu mendadak tidak berfungsi. Tanpa banyak fikir Hizkia menggankat tubuh Celyn ala bridal. Celyn yang terkejut dan takut jatuh spontan melingkarkan tangannya di leher Hizkia.


'' Apa yang kakak lakukan, kak turunkan aku malu'' protes Celyn karena di sana memang masih banyak pekerja yang berseliweran guna membereskan sisa acara.


'' diamlah atau kita akan terjatuh '' tolak Hizkia yang langsung membungkam mulut Celyn mengetahui suaminya mulai menginjak anak tangga.


Setapak demi setapak mereka meninggalkan lantai satu dan sampai ke lantai dua namun langkah Hizkia tidak berhenti, tubuhnya sedikit berputar lalu menapaki anak tangga lagi. ya tujuannya adalah kamarnya di lantai tiga .


Celyn merasa tidak tega mendengar nafas Hizkia yang mulai terdengar. Ia pun kembali membujuk '' kak ini akan sangat melelahkan ayo turunkan aku ''


Hizkia tidak mengindahkan bujukan Celyn. Ia hanya mengecup lembut bibir Celyn sambil terus melangkah. Setelah sampai lantai tiga barulah ia menurunkan Celyn. '' Aku tidak akan membiarkan istriku kelelahan menaiki tangga '' katanya sambil menurunkan Celyn.

__ADS_1


'' Lantas, apa bagusnya aku membiarkan suamiku lelah menaiki tangga dengan menggendongku'' Balas Celyn merasa kasihan pada Hizkia.


Hizkia malah tersenyum melihat kekhawatiran di wajah istrinya '' ayo kita ke kamar '' katanya sambil menggandeng tangan Celyn.


Mereka pun melewati pintu yang besarnya seperti pintu depan rumah Celyn. Celyn takjub melihat kamar yang luasnya enam kali kamar Celyn



Ada dua sofa di kamar itu. Satu sofa menghadap tivi dan kamar mandi satu sofa tepat di depan pintu dan di sebelahnya ada rolling door kaca yang menghubungkan dengan balkon.


Sementara Hizkia mandi, Celyn mendorong sebuah pintu di samping ia masuk tadi dan seperti dugaannya itu adalah walk in closet karena sejak tadi Celyn tidak menemukan almari. Tapi pemandangan di dalam walk in closet jauh di atas ekspektasi Celyn.



Celyn kembali ke tujuan awal yaitu untuk mengambilkan piyama suaminya. dan Celyn membuka lemari untuknya. sayangnya dia tidak menemukan piyama yang sedikit lebih pantas di pakai. Di sana hanya ada puluhan lingirie dan gamis tidak mungkin kan ia tidur memakai gamis. ''Untung ada mantel mandi'' gumamnya.


Celyn menaruh piyama Hizkia di atas kasur dan duduk di sofa sambil memeluk mantel mandi yang melilit lingirie. Celyn memutuskan langsung mengenakan lingirie karena tadi siang dia sudah merasakan tanda-tanda tamu bulanannya.


Setelah pintu kamar mandi terbuka Celyn tersenyum melihat suaminya yang terbalut mantel mandi. Hizkia membalas senyumnya dan berkata '' aku sudah selesai, mandilah ku tunggu untuk shalat berjamaah. ''


'' Kakak shalat duluan saja '' jawab Celyn dengan kikuk.

__ADS_1


'' Yakin jamaah lebih besar pahalanya loh'' bujuk Hizkia pada Celyn.


Celyn menunduk dengan muka memerah seraya berkata '' Aku sedang dalam fase tidak shalat '' lalu berjalan cepat ke kamar mandi. Sebenarnya Celyn juga bingung. entah karena lelah atau kenapa tamunya ini datang seminggu lebih cepat dari biasanya.


Hizkia melihat tingkah malu-malu Celyn merasa gemas. Dia tersenyum lalu memakai piyama setelah itu membentangkan sajadahnya. karena tadi acara ngunduh mantu di mulai bakda maghrib jadi ia belum sempat shalat isya. Setelah shalat ia mendapati istrinya yang sudah di atas kasur tertutup selimut sampai lehet. Ia pun menaruh sajadah sarung dan pecinya pada tempatnya lalu menyusul Celyn ke atas kasur. Karena Celyn fase haid ua tidak terfikir untuk menelan pil yang kemarin malam ia dapat dari Jeremy.


'' kakak lelah ?'' tanya Celyn.


'' Tidak, kalau pun lelah melihat senyumu lelah hilang dengan sendirinya '' jawab Hizkia yang membuat pipi Celyn merona.


Hizkia gemas mengecup pipi itu lalu menyusupkan tangannya di balik selimut guna memeluk Celyn. Matanya membulat merasakan Celyn mengenakan kain tipis bahkan kulit perutnya tidak tertutup sempurna. '' kau memakai lingirie lagi?'' gumamnya yang masih dapat di dengar oleh Celyn.


Gumaman itu seolah menohok hati Celyn. Perasaannya sedikit nyeri memikirkan suaminya yang tidak pernah sudi menyentuhnya bahkan. Seperti merendahkan dirinya ketika mengenakan lingirie seperti sekarang. Celyn memiringkan tubuhnya dan cairan bening lolos dari matanya.


Melihat reaksi Celyn yang tak biasa Hizkia memanggil istrinya. Melihat istrinya tak berbalik badan atau sekedar menjawab Hizkia yakin itu bukan hal yang baik. '' maafkan aku'' sambil memeluk istrinya. Namun bukan jawaban yang ia dapat melainkan isakan. Hizkia pun bergulir melompati tubuh Celyn supaya bisa behadapan dengan istrinya itu. Tangannya bergetar mengusap pipi Celyn '' hey kenapa kau menangis?'' katanya lirih.


Mata Celyn nanar melihat kedua bola mata Hizkia. Pertanyaan yang dia pendam berhari-hari pun lolos dari bibinya. ''Apa aku terlalu menjijikkan? Apa kakak meragukan kesucianku karena aku pernah tinggal seatap dengan mantan kekasihku? Atau sebenarnya kakak tidak mengharapkan pernikahan ini? kenapa kakak memperlakukan aku seperti ratu, menjagaku seperti gelas yang kakak takutkan akan pecah bila tidak hati-hati menjaganya tapi kakak selalu jijik menyentuhku?''


Hizkia tercengang mendengar pertanyaan yang bertubi-tubi lebih tepat nya melampiaskan kegundahan. '' kenapa kau bisa berfikir aku jijik ? itu sama sekali tidak benar... '' hatinya seperti hancur melihat wanita yang dicintainya itu sesenggukan. '' Dengarkan aku... aku sangat mencintaimu. Aku hanya tidak ingin suatu saat kamu menyesali pernikahan kita. Karena aku melihat masih ada rasa cinta dihatimu untuknya. Kalian masih muda masih ada kemungkinan Allah memberi jalan untuk kalian bersatu. Saat itu tiba aku akan melepasmu dalam segala kemurnianmu. Aku mencintaimu dan kebahagiaanmu yang akan membuat aku bahagia. Meskipun itu berpaling dariku untuk kembali pada....ummmm''


tbc

__ADS_1


__ADS_2