
di negaraC
pembawa acara meminta semua peserta lomba musik untuk bersiap di belakang panggung. ''Celyn jie jie, aku takut buat kesalahan'' ujar Yuqi dengan gugup.
''Yuqi ini kan bukan lomba pertamamu. yakinlah, seperti sebelumnya kamu juga akan memenangkanya kali ini'' ujar Celyn.
''Tapi lain jie jie, kali ini rivalku dari sekolah yang sudah terkenal dengan julukan master di bidang seni. Aku takut akan membuat kesalahan dan di diskualifikasi.''
''Anak pintar, dalam lomba pasti ada menang dan kalah. kalau tidak, namanya bukan lomba. yang pasti kamu harus memberikan performa terbaikmu. Pertama berdoa menurut keyakinan. kedua jangan anggap ini kompetisi anggap semua yang ada digedung ini adalah muridmu, buat kami semua merima dan memahami dari hati musik yang kamu sampaikan. Tentu saja
cara kamu memainkanya juga harus dari hati. Ketiga harus yakin kamu bisa. Jangan simpan kegugupanmu karna itu akan merusak performamu. Ok ambil nafas panjang keluarkan sampai kamu agak tenang (Yuqi mengikuti arahan Celyn). Dan sekarang pergilah jangan lupa berdoa. ca yo💪''. Chung Chuan melihat interaksi mereka dengan tampang frezzernya.
Perlombaan berjalan dengan lancar. Yuqi menggerakan jarinya dengan gemulai memainkan piano. sesekali ia memejamkan matanya meresapi nadanya. Penampilan Yuki diakhiri dengan tepuk tangan yang meriah. Celyn berdiri dan memberi tepuk tangan. Sontak seperti menghipnotis Chung Chuan dan beberapa orang lain juga berdiri dan memberi tepuk tangan. Pemandu acara berdiri di atas panggung untuk membacakan hasil penilaian juri. Yuqi menutup mata tapi mulutnya komat kamit seperti dukun yang sedang membaca mantra. Sampai ketika namanya disebut sebagai juara kedua pun dia tidak mendengarnya.
''Selamat Yuqi kamu berhasil menjadi juara ke dua'' ujar Celyn sambil memeluk Yuqi.
Yuqi membuka mata ''hah...'' lalu dia melihat sekeliling dimana semua mata dan tepuk tangan tertuju padanya.
'''Ayo naik panggung, mereka memanggilmu!" ujar Chung Cuan dengan senyumnya.
Sampai saat pulang Chung Chuan memastikan jam di perutnya dengan jam di tanganya yang ternyata masih connect. Di perjalanan pulang mereka mampir di X* La* Shun restaurant. Celyn ragu untuk turun dari mobil. Tapi dia melihat Chung Chuan yang menunggunya turun tak turun-turun berniat membukakan pintu di sisi Celyn. Akhirnya dengan cepat Celyn membuka pintunya sendiri. Chung Chuan yang tanggap berkata ''Apa yang kau takutkan masuk dulu!'' perintahnya merekapun memasuki restoran. Setelah duduk di dalam restorant Chung Chuan berkata sambil melihat buku menu restoran '' dulu ini termasuk restorant berlogo halal, tapi tahun 2019 pemerintah memberi aturan untuk mencopot logo halal atau menggantinya dengan tulisan china. Tapi mereka masih menjual menu halal''. Ini kalimat terpanjang pertama yang pernah Celyn dan Yuqi dengar dari si kutub utara ini.
__ADS_1
Sesampainya dirumah Yuqi segara berlari kedalam dan memamerkan pialanya. Celyn berjalan cepat mengikutinya selain takut Yuqi jatuh dia juga tidak mau berjalan beriringan dengan Chung Chuan.
Ketika membantu Hui jie jie Celyn melihat jam. Tapi jam besar setinggi orang dewasa yang biasa berdiri di ruang tengah tepatnya berhadapan langsung dengan tangga itu entah kenapa tidak ada di tempatnya. Rusak kah pikirnya.
Ketika membersihkan dapur Kian jie jie menghampiri Celyn ''Celyn terimakasih ya, kamu sudah mendandani dan menemani Yuqi hari ini. Dia mendapat juara dua pun sudah bagus karena rival-rivalnya banyak yang dari international school. Dia benar-benar senang karena kamu membantunya menghilangkan kegugupanya tahu? dia pulang ya, langsung vidio call sama dia punya teman baik semua. Sampai ya semua teman Yuqi mau lihat kamu tahu?''
Celyn terkejut dengan dua kalimat terakhir itu ''apa? Yuqi kali ini berlebihan. Saya rasa kalau jie jie yang tadi menemaninya juga akan melakukan hal yang sama''
'' haiya, itu anak benar-benar sudah suka sama kamu loh'' jangankan Yuqi, Chuan pun bisa suka sama kamu. Tapi punya ipar kamu pun bagus batin Kian.
'' Ya kah. Sayapun suka Yuqi. Di negara I saya punya adik seusia Yuqi namanya Salwa. Karna di sini ada Yuqi saya bisa meluapkan rasa rindu saya pada Yuqi. Tapi terlepas dari itu semua, saya menyayangi Yuqi, dia baik, pintar dan patuh.'' ujar Celyn sambil membayangkan Salwa.
Celyn hanya tersenyum. Tapi kebingungan masih terlihat jelas di matanya. Saat makan malam, Chung Tao dan Chung Chuan tidak terlihat. Padahal setau Celyn, Chung Chuan hari ini tidak ke ladang dan Chung Tau juga tadi sudah pulang. hais malam ini cuci piring harus tempur dua kali deh batin Celyn.
''Celyn kamu tidak makan? Mari sini duduk.'' Tuan besar Xiau
'' Terima kasih bapak, biarkan kakak kedua dan kakak ketiga pulang dulu.'' kata Celyn dalam artian dia hanya akan makan setelah semua majikanya makan.
''Jangan hirau, mereka sudah makan diluar. Sekarang kamu duduk dengan kami, makan lalu cuci piring. Setelah itu kamu bisa pergi tidur lebih awal. Ini perintah.'' tegas tuan besar Xiao.
Akhirnya Celyn menurut. Nyonya lu berkata sambil mengganti piring lauk di depan Celyn ''ini sweke kamu orang tidak makan bukan? Dan ambil ini ikan kukus sangat bagus untuk kesehatan. dan yang lainya kamu boleh makan juga'' katanya sambil tersenyum.
__ADS_1
Celyn tersenyum canggung merasa tidak enak hati karna disini dialah pembantunya. Harusnya dia yang melayani bukanya di layani. ''terimakasih mamak biar saya ambil sendiri. Celyn tidak pantas dilayani''
''hais apanya yang tidak pantas. Kita disini sedang makan bukan sedang kerja. Di meja ini kita semua keluarga'' Nyonya Lu menampik kata-kata Celyn.
''Maaf mamak, saya sudah mengerti'' timpal Celyn
''Bagus, ayo makan yang banyak.''
Celin melihat Yuri yang disampingya kesusahan mengupas udang. ''Sini berikan ke saya'' Celyn pelan-pelan mengambil piring sayur Yuri lalu menambah 3 ekor udang dan mengambil garpu bersih di sebelahnya. Setelah membuang kepala udang, ia menggunakan satu garpu untuk menusuk inti daging udang. Dan garpu lainya ia tusukan di bagian punggung udang lalu menariknya untuk melepaskan daging dan kulitnya.
Yuri memperhatikanya dan meminta piringnya untuk mempraktekanya sendiri ''Terimakasih jie jie biarkan Yuri mencobanya'' . Celyn tersenyum dan memberikan kembali piringya.
Setelah selesai dengan pekerjaanya dan lima sehat sunah sempurnanya Celyn tidur lebih awal. Dalam tidurnya ia memimpikan pintu kamarnya di ketuk. Lalu ia sadar pintu kamarnya benar-benar di ketuk
tok tok tok
''jie jie tolong Yuqi di dapur dia mau membuat susu tapi tidak bisa'' teriak Yuri.
Celyn mengenali itu suara Yuri...
tbc
__ADS_1