Terkasih Tak Termiliki

Terkasih Tak Termiliki
Mempersiapkan Hadiah


__ADS_3

'' Baiklah terimakasih... bisakah minta tolong ge ge memasangkan jamnya di tanganku?'' akhirnya Celyn mengalah.


Chung Chuan pun mendekat lalu memasangkan patek phillippe complication blue. Yang sengaja ia pesan dengan emas putih 18 karat dan batu safir biru. Di kedua jarum jam besar tertulis nama Celyn dan Chung Chuan.



Begitu pun Celyn juga mengenakan jam tangan dengan ukuran yang lebih besar pada Chung Chuan.


''Dan aku sudah sediakan 1 lagi untuk hadiah ulang tahun mama'' kata Chung Chuan.


''Ulang tahun? oh iya besok ulang tahun mama. aku lupa dan belum menyiapkan apapun. em...'' Celyn berfikir hadiah apa yang terjangkau tapi special. ''gege bisa antar aku keluar sebentar?'' pinta celin.


''Untuk apa? kau tidak perlu membeli apapun untuk mama. Kau beri ucapan 'selamat ulang tahun' pun dia sudah senang. lagi pula aku sudah menyiapkan jam tangan untuknya itu bisa jadi kado dari kita berdua.'' Chung Chuan tidak mau uang hasil kerja keras Celyn ia hambur-hamburkan untuk mamanya.


Keluarga Xiao termasuk keluarga kaya yang kekayaanya mencapai 300T tapi itu sekarang.Tuan besar Xiao pernah cerita pada Celyn dulu sewaktu Chung Chuan belum lahir rumahnya hanya sebesar gudang. Engsel pada pintunya rusak jadi sering kali kalau ada anjing berkelahi diluar, pintu bisa ambruk. Tuan besar Xiao juga kalau bekerja ke ladang hanya membawa pao tanpa lauk atau kalau ia menemukan pisang yang ada bijinya di sepanjang jalan tepatnya tanah tak bertuan, ia petik untuk dimakan di ladang. ''Kalau ada pisang ya tidak perlu membawa pao'' katanya.


Pernah merasakan hidup susah, dan sekarang kaya raya, tidak membuat keluarga Xiao sombong. Justru mereka faham berapa berartinya cuan di kala susah. Mereka selalu mendukung siapapun yang mau bekerja keras.


''Bukan membeli barang mewah. Tentunya aku tidak akan seperti itu. Itu akan membuat mama serba salah. Aku hanya ingin membuatkan sesuat untuk beliau'' sangkal Celyn.


''Benarkah? baiklah ayo...'' ajak Chung Chuan sambil menggandeng tangan Celyn.


🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾

__ADS_1


Malam itu Celyn mencoba membuat sesuatu. Dulu waktu masih sekolah ada pelajaran membuat prakarya itu. Tapi karena sudah lama ia tak begitu ingat. Ia pun searshing di internet, atas bantuan mbah G ia membuat sesuatu yang tak berharga menjadi barang yang unik dan elegan.


Pagi harinya karena tak tidur semalaman matanya sembab dan agak pucat. Chung Chuan sangat prihatin dan menyuruhnya untuk istirahat tidak perlu ke ladang. Tapi Celyn menolak dan tetap ikut ke ladang. Nyonya Lu dan tuan besar Xiao yang baru saja turun terkejut melihat muka Celyn. Apalagi Celyn tidak biasa merias wajahnya. Tampangnya yang pucat terlihat jelas.


Namun ketika ditanya apa yang terjadi. Celyn hanya menjawab '' Semalam saya susah tidur mama''.


Chung Chuan memasangkan sabuk pengaman dan bantal leher pada Celyn. Lalu menjalankan mobilnya dengan sangat pelan '' tudurlah nanti kalau sudah sampai di ladang aku akan membangunkanmu'' bujuk Chung Chuan. Ia penasaran apa yang dibuat Celyn hingga tidak tidur semalaman, tapi ini bukan waktu yang tepat untuk bertanya. Ia sadar Celyn sangat butuh istirahat.


Sedangkan Celyn yang memang sangat butuh istirahat hanya tersenyum sambil mengucapkan 'terimakasih' lalu memejamkan matanya.


Melihat Celyn yang pulas, Chung Chuan menghentikan mobilnya saat sudah keluar dari jalan raya sekitar 200 meter. Lebih tepatnya tepat diluar pintu masuk ladang.


Penjaga pintu melihat mobil Chung Chuan yang berhenti di sana sudah hampir 15 menit, lama-lama khawatir terjadi sesuatu. Ia pun berniat mendekat untuk mencari tau.


''hoaaam.... apa yang terjadi. oh kita sudah sampai kenapa belum masuk?'' tanya Celyn.


'' Aku baru saja mendapat telephon dari papa. Kenapa kau terbangun?'' Chung Chuan.


''Aku sudah cukup tidurnya, sudah segar lagi'' jawab Celyn yang memang terlihat lebih baik dari tadi.


Penjaga pintu sedikit gemetaran segera ia menyadari kesalahanya. Ketika mobil akan melewatinya ia membungkuk dan meminta maaf.


Celyn bingung dan bertanya ''hah kenapa dia?''

__ADS_1


Chung Chuan tidak menjawab hanya mengedikan bahunya. Setelah mobil terpakir Celyn mengacungkan tanganya untuk memberi salam. Meskipun menyalami Celyn, ketika Celyn sudah turun Chung Chuan tidak melajukan mobilnya. Melainkan ikut turun.


Celyn kembali terheran. Dan hanya menaikan alisnya sebagai ekspresi penasaranya.


Dengan eteng Chung Chuan berkata sambil melawati Celyn ''pekerja ladang pisang dan ladang tebu hari ini ditarik ke ladang mangga. Jadi tidak banyak hal yang aku kerjakan di sana. Dari pada aku bolak balik lebih baik aku disini saja. Toh hari ini kita pulang lebih awal'' jelas Chung Chuan.


Mereka memulai aktivitas masing-masing. Biasanya ketika tidak ada Chung Chuan, Celyn akan memasak makan siangya sendiri di jam makan siang. Atau ikut makan makanan pekerja. Lain halnya kalau Chung Chuan disini, ia akan memasak setengah jam sebelum jam istirat siang. Tengah hari Celyn melihat jam tanganya dan ia memutuskan untuk pergi memasak. Namun begitu ia masuk ke ruang pribadi ia melihat sudah ada makanan tersaji di meja.


Mendengar ada suara dari kamar mandi ia tau siapa yang di dalam. Celyn pun masuk dan benar saja tak lama pintu kamar mandi terbuka dan Chung Chuan keluar. ''Terimakasih'' ucap Celyn yang merasa sangat bersyukur Chung Chuan si beruang kutub ternyata sangat pengertian dan perhatian. Ternyata sikap dinginya hanya untuk orang luar.


''Makan dulu, setelah shalat tidurlah!" perintah mutlak dari Chung Chuan. Merekapun makan bersama. Setelah makan Celyn mandi lalu shalat. Namun setelah shalat Celyn merasa ada yang aneh suasana di luar ruangan sangat sepi padahal ini jam istirahat. Hanya ada 2-3 orang yang terlihat bersiap melaksanakan shalat juga. Ya rata-rata orang pakistan juga beragama islam. Secara fisik mereka seperti orang india.


Ketia Celyn akan keluar Chung Chuan melarangnya ''Mau kemana aku menyuruhmu untuk tidur''.


'' Chuan ge, aku hanya ingin melihat pekerja. Ini sudah jam istirahat kenapa mereka belum istirahat?'' jelas Celyn.


''Mereka sudah istirahat tapi berada di kamar masing-masing. Kau tidak melihatnya karena sedang mandi lalu shalat'' bohong Chung Chuan.


'' Oh ... aneh sekali tidak seperti biasanya.'' ucap Celyn yang menurut menuju kasur tapi pandanganya sesekali keluar ruangan. Tak sampai 15 menit Celyn pun tertidur Chung Chuan mengendap seperti maling untuk keluar ruangan lalu mengunci pintu.


tbc


Hayo ada yang tau hadiah apa yang Celyn buat hingga tidak tidur semalaman?

__ADS_1


mau taw ikuti terus ya jangan lupa dukunganya favorit, like and coment syukur- syukur bunga atau kopi malah-malah vote. Intinya terimakasih buat readersku yang setia...


__ADS_2