Terkasih Tak Termiliki

Terkasih Tak Termiliki
Ke Kota S


__ADS_3

''Dia bukan saudara kandungku. Hanya saudara angkat. Kami kenal karena dia dokter specialist jantung yang dulu merawat ayahku. Dari situlah dia mulai dekat dengan keluarga kami. '' jelas Celyn.


'' Jadi ayahmu meninggal karena sakit jantung?" tanya Tanฤฃ Hui.


Celyn menjawab dengan anggukan sambil tersenyum. Setelah selesai Celyn menyusul Chung Chuan ke ruang kerja. Pemandangan yang langka, ternyata Chung Chuan tengah main game.


Chung Chuan tersenyum melihat Celyn menghampirinya ''kali ini saja, duduklah di sini!" pintanya sambil menepuk paha kirinya.


Celyn menolak '' tidak aku berdiri di samping Chuan ge saja ''.


'' Aku mohon kali ini saja, aku hanya ingin memelukmu. Aku janji tidak akan bertindak lebih. '' melihat Celyn yang masih mematung Chung Chuan kembali memohon ''Lyn er ayolah...''


Celyn percaya karena selama ini Chung Chuan selalu menepati ucapannya. Celyn mendekat lalu duduk di kaki kiri Chung Chuan. Chung Chuan pun melingkarkan tangan kirinya pada perut Celyn dan menariknya hingga tidak ada jarak di antara keduanya. Dagunya ia sandarkan


pada bahu Celyn. Sedang tangan kanannya masih asyik dengan mouse.


'' Lyn er a... bisakah besok kau tidak usah pergi?" rengek Chung Chuan seperti anak kecil.


'' Kenapa? Apa karena berpisah bisa membuat kita rindu? Padahal aku sudah hampir 2 tahun berpisah dengan keluargaku. Aku sangat merindukan keluargaku.'' jawab Celyn.


Chung Chuan terdiam beberapa saat. '' Bisakah malam ini aku tidur di kamarmu. Aku janji tidak akan bertindak kurang ajar. Aku akan tidur diam di lantai seperti waktu pertama kali tidur di kamarmu. Sumpah demi nyaw...'' bujuk Chung Chuan. Tapi belum selesai sudah di potong Celyn.


'' Ssssst... tidak boleh sembarangan bersumpah '' Potong Celyn.


'' Kalau begitu apa kau mengijinkan?" desak Chung Chuan.


'' Tepati janjimu..." Celyn mengingatkan.


Chung Chuan tersenyum penuh kemenangan. Tak lama mereka keluar dari ruang kerja dan menuju kamar Celyn. Tapi Chung Chuan sebelumnya mengambil kasur angin di dalam rak bawah tangga. Sementara Celyn membersihkan diri, Chung Chuan memompa kasur angin tersebut.


๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ณโฌ…โžก๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

__ADS_1


'' Jeremy apa oprasinya bisa dipercepat?'' tanya Hizkia pada PAnya.


'' sepertinya tidak bisa dok. Kita harus menunggu darah yang sesuai untuk jaga-jaga.'' jawab Jeremy.


'' Kalau begitu tolong suruh seorang supir untuk mengantar mobil ke kota A untuk menjeput seseorang dan bawa mereka ke bandara kota S. Sekalian siapkan jet ke kota S untuk penerbangan besok siang setelah operasi '' titah Hizkia.


'' Baik dokter .'' jawab Jeremy.


'' pulang lah...'' Hizkia mempersilahkan PAnya untuk pulang.


'' Terima kasih, selamat malam dok....'' Jeremy pun permisi.


Hizkia mengangguk. Setelah Jeremy keluar dari ruangannya, Hizkia mengeluarkan ponselnya. Dibukanya foto Celyn. Dia pun senyum-senyum sendiri membayangkan besok sudah bisa melihat bidadarinya secara langsung. Saking asyiknya hingga Hizkia tidak menyadari seseorang sudah masuk ke dalam ruangannya.


'' ck ck ck ternyata dr.Hizkia kita lagi butuh dokter ya? Maaf gua tidak punya kenalan dokter jiwa. Tapi di kota ini ada loh rumah sakit jiwa yang recomended. Atau...'' kata Erick.


'' Diem lu dasar bawel... Gua curiga tongkrongan lu sama tante-tante.๐Ÿค”๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜ž'' Potong Hizkia.


'' Ada apa lu nyari gua? Giliran butuh aja lu baru inget gua...'' gerutu Erick .


'' Asal money beres kerjaan juga beres...'' jawab Erick .


'' Dasar'' maki Hizkia.


'' Eits realistis bro...'' jawab Erick.


๐ŸŒ†๐ŸŒ‡๐ŸŒ๐Ÿฅ


Pagi hari di rumah sakit HARAPAN...


Beberapa orang mengantar bayi kecil yang baru berusia 5 bulan tapi dengan berat badannya hanya 3,8 kg saja. Sepasang lansia yang ikut mengantar menggerakkan tasbih di tangannya. Seorang laki-laki yang berusia kisaran 30-an tahun memapah istrinya. Mereka adalah orang tua si bayi mungil yang sebentar lagi akan di operasi. Mereka sampai di depan ruang operasi besamaan dengan tiga dokter yakni dr.Hizkia, dr.Jeremy dan dr.Erick.

__ADS_1


Ibu dari bayi tersebut melihat kedatangan ketiga dokter, segera bersimpuh di depan mereka. ''tolong putra kami dokter sembuhkan anakku...''


Hizkia mendekat dan membimbing ibu itu untuk berdiri sambil berkata '' Nyonya kami di sini untuk membantu. Tapi penyakit dan kesembuhan adalah dari Tuhan. Kalau nyonya beragama muslim mintalah kesembuhan dari Allah. Dan hal penting yang dibutuhkan putra nyonya saat ini adalah semangat. Apa nyonya ingin membantu kami dan putra nyonya?" tanya Hizkia. Dan wanita itu pun mengangguk.


'' Maka sekarang juga berwudlu lah, dekati putra anda beri dia semangat setelah itu serahkan ruang operasi pada kami dan mintalah obat yang mujarab dari Allah!" saran Hizkia dan wanita itu mengangguk dan segera melakukan apa yang disarankan Hizkia.


Setelah hampir 5 jam di ruang oprasi akhirnya lampu di atas pintu ruang operasi padam. Seorang nenek mengeratkan genggamnya pada tasbih masih dengan harap-harap cemas menanti kabar dari ruang operasi. Ayah dari bayi tersebut masih mondar mandir di depan pintu ruang operasi.


Ceklek...


Pintu ruang oprasi terbuka. Jeremy keluar sambil melepas topinya. '' Bagaimana putra saya dokter?'' tanya si ayah bayi.


''Puji Tuhan... operasi berjalan lancar. Pasien akan dipindahkan ke ruang intensif. Mohon kerja samanya untuk memberi pasien waktu dan kenyamanan supaya pemulihan lebih cepat . Permisi. '' Ucap Jeremy seiring keluarnya Hizkia dan Erick.


Hizkia sudah tak menanggapi ajakan makan siang dari Erick. Langkahnya gontai menuju lift.


'' Ada keperluan apa bos lu sampai ka gitu?'' tanya Erick pada Jeremy.


'' Cewek...'' jawab Jeremy santai.


'' Cewek? Cewek yang dari jaman purba itu?" tanya Erick. Dan Jeremy mengangguk.


Ting.... pesan masuk di ponsel Jeremy .


'Jangan banyak gosip atau kupecat' Hizkia


Jeremy membaca pesan sambil menautkan alisnya. Lalu membalas 'baik'.


Hizkia segera ke ruang pribadinya di lantai teratas. Cepat-cepat ia mandi dan bersiap lalu meluncur ke bandara. Beruntung masih ada waktu.Di perjalanan ke bandara Hizkia menelpon Najwa memberi tahu kalau dirinya sedang ada kepentingan dan ada supir yang akan mengantar mereka ke bandara. Tak seperti orang pada umumnya yang menenteng koper dan melewati beberapa prosedur penerbangan. Hizkia hanya membawa tas pinggangnya dan melewati jalur khusus. Hizkia disambut oleh seorang pramugari.


๐Ÿ›ซโžกโžกโžกโžก๐Ÿ›ฌ

__ADS_1


Penerbangan dari kota J ke kota S memakan waktu setengah jam lebih. Tapi itu cukup bagi Hizkia untuk istirahat dan memejamkan mata. Hizkia sampai di kota S hampir pukul 4.


tbc


__ADS_2