
Belum sempat mengantisipasi sebuah belati sudah mengarah ke leher Chung Chuan. ''Menurutlah atau kalian kubunuh'' peringatan si botak. Chung Chuan pun berdiri dengan kedua tangan terangkat ke atas. Chung Chuan melihat dua orang mengarah ke pintu mobil. Mereka mencoba membuka pintu. Tapi ternyata dengan cekatan Celyn sudah mengunci pintunya. Chung Chuan merasa lega.
Kedua orang tadi terus menggedor pintu, Celyn yang ketakutan rupaya sembunyi sambil menunduk. Chung Chuan merasa dirinya tak berguna. Melihat Celyn ketakutan dan kedua preman itu bahkan berniat memecahkan kaca, Chung Chuan pun tak peduli dengan pisau dilehernya ia menggunakan sikunya untuk menyerang rusuk si botak. Tapi karena kurang perhitungan lehernya tersayat pisau beruntung itu bukan luka yang dalam.
mengetahui perlawanan Chung Chuan kedua preman lain menghampiri mereka. Mereka bertiga menyerang Chung Chuan 3 lawan 1. Kerena Chung Chuan tak pandai bela diri, pertarungan ini tidak seimbang. Apalagi dari kecil yang Chung Chuan pelajari hanyalah buku.
Menyadari sudah tidak ada gedoran pintu Celyn mengangkat kepalanya. Matanya membulat melihat Chung Chuan ditahan dua orang dan satu orang memukuli perut dan kepalanya. Dia pun segera membuka pintu. Lalu berteriak ''Bukankah yang kalian inginkan uang?''.
Semua preman itu melihat ke arahnya merekapun tertawa ''Lihat gadis itu lebih pandai'' kata si gondrong sambil memukul pipi Chung Chuan.
''Lyn er segera masuk lempar uangnya keluar lalu kunci pintunya '' perintah Chung Chuan yang di abakan Celyn.
Si botak masih mengunci tangan Chung Chuan di belakang. Sementara si tambun menuju mobil. Dan si gondrong mengarah ke Celyn untuk mencoba mengambil keuntungan dari Celyn.
Celyn dapat membaca niatan kedua orang ini. ''Cantik, Sayang sekali kalau di sia-siakan. Menurutlah aku bisa membawamu menikmati surga yang nikmat'' katanya sambil mengarahkan tangan ke pipi Celyn berasamaan dengan kemarahan Chung Chuan sambil berteriak '' Tidak... jangan sentuh dia atau aku akan mem...'' kalimatnya terpotong ketika melihat reaksi Celyn.
__ADS_1
Celyn awalnya hanya diam berdiri sambil menyembunyikan tanganya di belakang. Tapi detik sebelum tangan si gondrong menyentuh pipinya dengan gesit tanganya menyimpulkan tali pada pergelangan tangan si gondrong bersamaan dengan kaki kanan yang sekuat tenaga menendang ************ si gondrong. ketika si gondrong menunduk karna kesakitan, Tali yang sudah terkait dengn tangan si gondrong ia tarik untuk menjerat leher si gondrong. Sementara kaki kananya kembali beraksi menendang pintu mobil dengan kuat. Sehingga preman bertubuh tambun itu terjepit tepat di lehernya. Saat itu si tambun baru akan masuk kemobil. Alhasil si tambun terkapar di bawah pintu mobil kesadaranya pun semakin hilang.
Chung Chuan yang menyadari Celyn bisa bela diri tidak mau kalah. Ia mengayunkan kepalanya tepat mengenai muka si botak di belakangnya. karena hantaman yang keras mengenai hidungnya hingga darah segar langsung membanjiri bibir dagu dan lehernya, kuncian si botak pun merenggang. Chung Chuan mengambil jesempatan itu untuk melepaskan diri lalu berbalik. Kedua tangan Chung Chuan mengepal lalu meninju sekuat tenaga kedua mata si botak. Kini si botak menendang ke sembarang arah karna matanya terlalu sakit dan tidak bisa melihat.
Chung Chuan mengambil kesempatan meraih belati yang tadi digunakan si botak untuk mengancam balik si botak. Tidak sampai setengah jam ketiga preman itu terikan bersama. Celyn mengatakan pada Chung Chuan bahwa polisi akan segera datang. Benar juga baru berhenti bicara sudah terdengar beberapa mobil dan motor mendekat. Ternyata Celyn menunduk bukan karena takut. Melainkan untuk menghubungi polisi dan mengambil tali tambang yang berada di dalam laci dashboard.
Akhirnya pahlawan kesiangan itu menyeret ketiga perampok tadi. Celyn dan Chung Chuan juga diminta ikut ke kantor polisi untuk memberi keterangan. Setelah mengambil tas mereka ikut masuk ke mobil polisi sementara beberapa polisi masih di sana untuk olah TKP sekaligus mengatasi mobil Chung Chuan.
Sesampai di kantor polisi Chung Chuan mendapat pertolongan medis terlebih dahulu. beruntung lukanya hanya goresan pisau di kulit ari jadi tidak perlu ada jahitan. Tapi pipi,perut dan lengannya lebam. Ini pertama kali Celyn melihat Chung Chuan telanjang dada dan harus menyentuhnya untuk mengompres lalu memberi salep.
''Kakak kedua tanya saja langsung pada orangnya itu dia kembali'' lirikan mata Chung Chuan mengarah kepada Celyn yang tengah berjalan mendekat.
''Celyn bagaimana keadanmu?'' tanya Tang Hui yang sikapnya mulai membaik pada Celyn hati kecilnya merasa bersalah. Karena gara-gara dirinya meminta Chung Tao mengantar ayahnya kedokter siang ini. Jadi membiarkan Chung Chuan hanya dengan Celyn.
Belum sempat Celyn menjawab, Chung Tao juga melempar kekhawatiranya dan bertanya ''Apa kau terluka?''
__ADS_1
''Tao gege dan Hui jie jie jangan khawatir aku baik-baik saja. Tapi Chuan ge ge terluka karena sempat di keroyok. Awalnya aku pikir sembunyi di mobil dapat mengulur waktu sampai polisi datang tapi ternyata aku salah perhitungan mereka malah mengeroyok Chuan ge ge'' kata Celyn yang merasa bersaĺah.
''Bukan salahmu, aku juga sudah salah paham. Aku tidak mengira kalau kau menunduk untuk menghubungi polisi. Aku mengira kau tertekan dan ketakutan. Jadi aku nekad melawan mereka meskipun aku sadar aku tidak punya kemampuan untuk itu. Aku malu, seharusnya lelaki yang melindungi bukan yang dilindungi'' kata Chung Chuan dengan wajah memerah.
Chung Tao dan Tang Hui menunjukan wajah cengonya tidak faham apa yang mereka katakan. ''tunggu tunggu sebenarnya apa yang terjadi?'' sela Chung Tao.
''Panjang ceritanya kita pulang dulu.'' usul Chung Chuan.
Merekapun menuju parkiran. Chung Chuan berkata ingin tiduran di belakang, dia berbicara sambil menggandeng tangan Celyn. Tang Hui hanya menggelengkan kepala melihat tingkah ke kanak-kanakan Chung Chuan. Sedangkan Chung Tao dengan nada kesal dia berkata ''Celyn jangan percaya dengan kadal satu ini''
''Kakak kedua kepalaku habis dipukuli orang apa kau tidak kasihan dengan adikmu ini?'' protes Chung Chuan.
Akhirnya Tang Hui dan Chung Tao di depan sedangkan Chung Chuan dan Celyn duduk di kursi belakang. Chung Chuan merebahkan tubuhnya berbantal paha Celyn. Chung Tao menagih cerita dari mereka. Celyn menceritakan versinya dan Chung Chuan bercerita versinya. ''Lyn er dari mana kau belajar bela diri?'' tanya Chung Chuan.
tbc
__ADS_1