Terkasih Tak Termiliki

Terkasih Tak Termiliki
Gathering


__ADS_3

Celyn menepuk-nepuk mukanya lalu memeriksa kamera layar depan Chung Chuan apakah ada kotoran.


Melihat tingkah Celyn Hizkia tertawa lagi. ''Kau tidak usah mencarinya karna cuman aku yang bisa melihat. Tanda tanya pertama aku tau kamu penasaran kenapa aku bisa ada dalam keluargamu, ceritanya panjang tapi intinya sekarang aku anak angkat umi Najwa. Tanda tanya kedua dimana kami berada, jawabanya kami di hotel Emperor. Tanda tanya ketiga acara apa, gathering yang di adakan PT DHARMA. Ya perusahaan tempat almarhum abi kerja(Celyn terkejut, bagaimana lelaki ini bisa mengerti apa yang dia pikirkan). Tanda tanya keempat jawabanya saksikan sendiri.'' Hizkia mengubah layar depan dengan layar belakang karena meja mereka tepat di depan mimbar Celyn dapat menyaksikan dengan jelas.


Diatas mimbar tersebut ada seorang pria paruh baya yang mengaku sebagai president directure PT DHARMA tbk yang sedang menyampaikan pidato. Dalam pidatonya beliau menyampaikan penyesalan dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas apa yang menimpa abinya. Menceritakan garis besar kasus itu. menunjukan beberapa bukti penipuan yang dilakukan rekan kerja abinya. Dan setelah itu meminta pihak keluarganya untuk naik mimbar. pria paruh baya itu mengembalikan semua aset yang pernah mereka sita.


Menyaksikan vidio itu Celyn tidak dapat menahan air mata. Ia ingat bagaimana abinya meninggal, kesusahan dan penghinaan yang mereka alami. Sampai titik ini. Bukanya Celyn menyimpan dendam pada perusahaan. Tapi dia merasa berterimakasih karena mereka bersedia nembersihkan nama baik sang abi.


Chung Chuan tidak memahami bahasa mereka tapi melihat Celyn menangis ia pindah kursi dari yang tadinya berhadapan dengan Celyn kini disebelah Celyn. Chung Chuan mengusap punggung Celyn mencoba memberi kekuatan. Dan Celyn menjadi lebih tenang..


Di sisi lain Hizkia yang melihat celyn menangis ikut meneteskan air mata hingga seseorang menyentuh lenganya ia baru sadar. Hizkia mengusap pipinya dengan punggung tanganya. ''umi maaf ini '' sambil menyerahkan hpnya.


Najwa menerima lalu mengelus pundak Hizkia.''terimakasih, apakah masih terhubung?'' Hizkia mengangguk.


'' Nak sudah lihat semuanya?'' tanya Najwa.

__ADS_1


'' Iya kak... lihat ini, semua aset abi kembali ke kita'' sambar Salwa.


''Alhamdulillah... Apa umi akan tinggal dirumah? bagaimana dengan rumah nenek di kampung?'' kata Celyn.


'' Umi sama Salwa akan kembali ke kampung besok, rumah yang disini kita kontrakan saja ya... Salwa bentar lagi lulus SD, kamu juga masih 22bln lagi baru pulang. Kalau tingal disini umi merasa kesepian. Enakan di kampung'' ujar Najwa. Celyn hanya mengangguk setuju. setelah beberapa patah kata Celyn memutuskan panggilanya tak terasa mereka vidio call hampir setengah jam.


'' Sesedih itukah kamu pisah sama keluargamu?'' tanya Chung Chuan ''kalau besok bisa pulang ke negara I apa kamu akan pulang?'' tanya Chung Chuan dengan wajah sendunya.


''Hah... apa yang ge ge katakan. Disini aku terikat kontrak, kontrak adalah janji dan janji harus ditepati.'' jawab Celyn.


''Tuan Xiao Chung Chuan... saya sangat bahagia bekerja pada keluarga anda. Mungkin ini balasan karena dulu orangtuaku juga memperlakukan pekerjanya dengan baik. dulu aku menangis saat vidio call bukan hanya karena rindu tapi juga malu karena umi maksudku ibuku berpesan apapun yang aku lakukan asal tidak merusak hubunganku pada Allah. Tapi sampai di negara ini agen memaksaku mengumbar aurot. aku merasa tercela dan menghianati amanat ibuku. Dan tadi aku menangis karena merasa senang, perusahaan tempat ayahku kerja dulu baru saja mengembalikan nama baik ayahku.'' Jelas Celyn.


''Benarkah? lalu apa yang terjadi dengan ayahmu waktu itu?'' Chung Chuan kembali tersenyum.


'' Nanti Celyn jelaskan di mobil, ceritanya panjang.'' Celyn menarik tangan kanan chung Chuan untuk berdiri. Namun Chung Chuan menarik balik hingga Celyn terduduk kembali disamping Chung Chuan.

__ADS_1


''Lebih panjang anganku bersamamu'' kata Chung Chuan sambil tangan kiri menarik tengkuk Celyn hingga dahi mereka saling menempel. Dan tangan kananya meletakan telapak tangan kiri Celyn ke dadanya.


Merasakan detak jantung Chung Chuan, jantung Celyn pun berpacu sangat kencang. Mata mereka bersitatap. ''Chuan ge ge ini di tempat umum'' kata Celyn sambil menoleh menghindari tatapan Chung Chuan. ''Ayolah kita terlalu lama di sini'' ajak Celyn. Mereka menuju kasir ''ge ge aku ke toilet dulu untuk berwudlu nanti aku langsung ke mobil." Chung Chuan menyuruh Celyn hati-hati.


Di dalam mobil, Celyn melaksanakan shalat dzuhur. Setelah Celyn selesai shalat Chung Chuan menagih penjelasan ''Aku ingin tau apa kamu bersedia menceritakan alasanmu menagis tadi?''


''Em itu... aku memanggil ayahku abi. Abi bekerja di sebuah proyek awalnya ia hanya seorang mandor. Seiring waktu jabatanya terus naik hingga setelah bekerja selama 11thn ia diposisikan sebagai penanggung jawab lapangan. Namun ada teman kerjanya yang serakah dan iri. Mereka melakukan beberapa kecurangan dan merekayasa seolah-olah abi yang melakukanya. Ketika masa pembangunan gedung itu roboh dan ada puluhan pekerja yang menjadi korban. Saat abi akan mencari bukti, di perjalanan beliau mengalami serangan jantung dan meninggal sore harinya. Karna menyangkut orang banyak penyelidikan kasus tetap berjalan. Beberapa bukti di pengadilan memberatkan abi. Aset abi disita pengadilan dan aku harus putus sekolah. Karena umi yang semula hanya ibu rumah tangga tidak punya keahlian khusus. Di usianya juga sulit mendapat pekerjaan.


Rumah kami juga disita, kami pindah ke rumah nenek di kampung. Awalnya kami usaha kuliner tapi tidak bisa berjalan. Beralih ke loundry hingga saat ini. Aku yang hanya ijazah SLTP setara secondary school hanya bisa bekerja sebagai penjaga toko. Hampir 4thn aku bekerja sebagai pelayan toko. Dan tadi saat kita vidio call ibuku yang biasa aku panggil umi, sedang di acara gathering. Ternyata acara itu diadakan untuk membersihkan nama baik abi. tersangka yang sebenarnya sudah terungkap. Aset yang dulu di sita sudah di kembalikan. That's all.'' Chung Chuan mendengar dengan seksama cerita Celyn. Setelah cerita Celyn berakhir dia menggapai botol air mineral dengan tangan kananya lalu menyerahkan pada Celyn (ada yang merasa janggal kenapa tangan kananya yang menyerahkan botol dan tagan kiri mengemudi? jawabanya karna di negara C kemudi berada di sebelah kiri).


Celyn tersenyum menerima botol itu '' terimakasih ge ge.'' Ya Allah perhatian sekali dia apakah Kau mengijinkan kami bersama sampai maut memisahkan? batin Celyn.


Hubungan di antara keduanya semakin menghangat. Canda tawa mereka lontarkan selama perjalanan. Mereka sampai rumah pukul setengah sepuluh. Mereka tidak membiarkan Celyn berkerja dan menyuruhnya beristirahat.


tbc

__ADS_1


__ADS_2