Terkasih Tak Termiliki

Terkasih Tak Termiliki
Pengingat


__ADS_3

Poh Kian yang menyusuri taman belakang untuk mencari Yuki mendapat Chat dari Chung Chuan. 'Yuki di kamar Celyn. Tapi biarkanlah dulu, sepertinya dia butuh waktu.' chat dari Chung Chuan. Poh Kian menuju kamar Celyn namun berhenti hanya di depan kamar. Ia memperhatikan interaksi Yuki Celyn dan Chung Chuan tak terasa air matanya menestes melihat adegan itu. Mereka seperti keluarga kecil yang takut terpisahkan.


'' Sudahlah, ini sudah malam. Sebaiknya kalian kembali ke kamar. OK?'' usul Celyn.


''Tidak OK'' jawab Chung Chuan dan Yuki serempak.


'' Sejak kapan kalian kompak'' tanya Celyn sambil menautkan alisnya.


''Sejak tadi'' jawab Chung Chuan dan Yuki bersamaan lagi.


Celyn semakin terheran. ''Terus apa mau kalian?'' tanya Celyn.


''Tidur disini sama kakak malam ini saja'' jawab Yuki.


Mendengar jawaban Yuki, Chung Chuan langsung bangkit dan keluar kamar. Sedangkan Celyn yang masih terheran bertanya pada Yuki. ''Tapi kasurnya sempit apa kau tidak keberatan?''


''Apa jie jie keberatan berbagi kasur denganku?'' tanya balik Yuki.


'' Bukan... asal kamu nyaman aku tidak masalah'' jawab Celyn.


Celyn membiarkan Yuki tidur bersamanya. Sebelum tidur Celyn membersihkan diri dan sekaligus mencuci bajunya di kamar mandi yang terletak di samping kamarnya.


Setelah beres ia kembali ke kamarnya ia terkejut karena di kamarnya kini tambah 1 kasur yang lebih lebar dan Yuki tengah rebahan disana. Dan tambah 1 makhluk ramping tinggi yang kini tidur di kasur Celyn.

__ADS_1


Melihat Celyn yang masih terbengong, Yuki menjelaskan ''jie jie dan aku tidur di sini dan paman ketiga tidur di kasur jie jie.''


''Hah nggak sekalian kalian ajak warga sekampung tidur di sini?'' Celyn merasa tingkah kedua orang ini nyeleneh.


'' Ide bagus tapi kali ini kita bertiga cukup'' jawab Chung Chuan seperti tanpa dosa.


Celyn awalnya ragu tapi melihat kamarnya sudah di ubah sekian rupa bahkan rak pakean pun mereka geser supaya bisa memberi jarak antara dua kasur itu. Akhirya Celyn menurut aja. Toh Celyn saat tidur tidak seperti kebo, mungkin ada gempa aja tidak tahu. Kalau Chung Chuan macam-macam ia juga bisa silat. Dan di kamar itu juga ada Yuki. Mereka pun bersiap untuk tidur.


Dan saat Chung Chuan mau memejamkan mata ia melihat Yuki menggusalkan kepalanya ke bahu Celyn. Chung Chuan segera bangkit dan berjalan di atas kasur Celyn. Celyn yang mendapat getaran dari gerakan Chung Chuan mengambil ancang-ancang untuk menyerang dan membuka mata. Tapi setelah melihat Chung Chuan melewatinya ia menurun kan kakinya.


Ternyata Chung Chuan bangkit bukan untuk mengganggu Celyn melainkan untuk menggeser kepala Yuki. Yuki dan Celyn terkejut. '' paman ketiga kenapa?''


'' Tidurlah dengan posisi yang benar jangan meringkuk'' ujar Chung Chuan.


Yuki pun menurut dan Chung Chuan kembali ke kasurnya. Tapi Chung Chuan kembali melihat Kaki Yuki menindih kaki Celyn. Chung Chuan merangkak ke kasur Celyn dan Yuki lalu memindahkan kaki Yuki. Celyn hanya geleng kepala. Yuki pun menurut lagi, Tak lama Yuki pun terdidur. Yuki yang terbiasa tidur dengan guling memeluk Celyn seperti guling. Celyn yang mulai mengantuk terkejut dan kesadaranya kembali lagi.Ia melihat Chung Chuan kembali bangkit dan mengambil guling. Chung Chuan menaruh guling diantara Celyn dan Yuki.


Celyn terkejut karena posisinya sekarang diapit Yuki dan Chung Chuan yang sama-sama memeluknya seperti guling. Celyn sungguh tak bisa menggerakan tubuhmya. Dengan terpaksa Celyn membangunkan Chung Chuan. Chung Chuan merasa terusik dengan panggilan Celyn pun terbangun. Posisinya saat ini membuatnya merasa bersalah pada celyn.


'' Em itu aku...'' Chung Chuan mencoba mencari alasan.


''Aku mau shalat'' potong Celyn


Chung Chuan pun pindah ke kasur kecil. Pelan tapi pasti Celyn menggeser tangan dan kaki Yuki. Celyn dan Chung Chuan semakin canggung. Bahkan di dalam mobil pun mereka hanya diam. Sore hari Chung Chuan menjeput Celyn lebih awal. Celyn pun tidak banyak tanya hanyĆ  diam dan mengikuti Chung Chuan. Ternyata mereka mampir ke kebun mangga. Chung Chuan mengajak Celyn masuk ke kebun untuk memanggil nyonya Lu.

__ADS_1


Saat ini bukan masa buah dan pekerja disini tak cukup banyak. Mata Celyn menangkap sebutir mangga yang mulai menguning tergantung. Mangga itu lumayan tinggi. ketika terkena angin jadi terayun ayun, benar-benar menantang Celyn. Celyn pun berusaha meraihnya sampai melompat-lompat.


Chung Chuan merasa geli melihat aksi Celyn. Ia mendekat lalu setengah berjongkok untuk mengangkat tubuh Celyn. Celyn terkejut tapi saat ini dia memang butuh bantuan dari Chung Chuan. Alhasil si mangga berhasil di petik.


''terimakasih...'' ucap Celyn.


''Aku benar-benar minta maaf atas semalam. Aku tidak rela Yuki terus memelukmu. Jujur aku cemburu.'' ucap Chung Chuan sambil berlalu pergi. Tapi kedua daun telinganya terlihat merah.


Setelah bertemu dengan nyonya Lu mereka kembali ke mobil. Ternyata mobil nyonya Lu rusak jadi mereka pulang bersama. Celyn membukakan pintu depan untuk nyonya Lu sementar ia duduk di belakang. Malam hari setelah makan malam dan cuci piring Celyn ke gudang untuk shalat isya. Sampai digudang Celyn terkejut karena ada sepasang jam tangan patek philippe yang lerletak begitu saja di tempat yang biasa ia gunakan untuk shalat. Meskipun tidak pernah memiliki jam tangan merk ini tapi Celyn faham betul ini jam tangan mewah harganya pasti cukup untuk beli rumah. Kenapa tergeletak begitu saja.


Celyn hanya termenung ia tidak berani mendekat. Sampai terdengar suara yang tak asing baginya. '' Kenapa? Apa ada masalah?'' tanyanya.


'' Cuan ge lihatlah kenapa ada jam tangan mewah di tempat saya shalat?'' Celin bingung.


''Bukankah kau ingin kita punya jam couple? itu jam yang aku siapkan untuk kita, apa kau suka?''


''Apa? Itu terlalu mahal, jam tangan biasa saja sudah cukup. Hanya untuk pengingat saja supaya kita ingat satu sama lain.'' protes Celyn.


'' Sudah shalat dulu, nanti baru kita bahas'' kata Chung Chuan yang beralih duduk di kursi.


Setelah shalat Celyn kembali protes. ''ge ge bisakah kita kembalikan jam tangan ini dan tukar yang tak segitu mewah?''


''Kalau kau tak suka buang saja, Apa kau tahu aku sendiri secara langsung memesan jam itu. dan tidak ada duanya. Tapi sekiranya kau tidak nyanan kau bisa membuangya.'' balas Chung Chuan.

__ADS_1


''Bukan tak suka atau tak nyaman tapi.... sudahlah. Baik terima kasih.


tbc


__ADS_2