TERPAKSA MENIKAHI DIA YANG TELAH HAMIL

TERPAKSA MENIKAHI DIA YANG TELAH HAMIL
Episode 103 Berencana pergi.


__ADS_3

Malam ini terasa sangat berbeda. Cuaca sangat bagus. Dingin dan begitu indah.Namun ternyata ternyata terasa berbeda di kamar Arhan dan Adara. Di kamar ya sudah gelap karena lampu pasti di matikan saat mereka hendak tidur.


Sangat terasa berbeda tidak seperti biasanya. Di mana Adara dan Arhan yang ternyata tidur dengan terpisah. Adara berada di atas tempat tidur dan Arhan tidur di sofa. Ternyata keadaan di kamar itu bukan panas. Melainkan dingin. Hati mereka dengan suasana dingin.


Permasalahan yang terjadi membuat pertengkaran hanya ada 1 kali. Setelah itu tidak saling menegur dan hanya diam dan tidak tau apakah akan terselesai atau tidak.


Adara ternyata belum tidur sama sekali. Dia masih bangun dengan wajahnya yang murung. Bahkan sekali-kali dia mengusap air matanya yang terus jatuh. Tidak ada suara tangis lagi. Karena tadi dia sudah menangis begitu banyak. Namun Arhan yang berada di sofa yang terbaring terlihat memejamkan matanya. Tidak tau Arhan tertidur apa tidak.


"Apa Arhan akan meninggalkanku," batin Adara yang ternyata begitu takut. Jika dia akan di tinggalkan Arhan.


Perkataan Arhan sangat berbeda sewaktu di Milan mereka bertengkar. Arhan tetap pada pendiriannya yang tidak akan melepaskan Adara. Namun berbeda sekarang. Saat Adara mengungkit hal itu ternyata membuat Arhan dengan mudah menuruti kemauan Adara.


***********


Mentari pagi kembali tiba. Sarapan seperti biasa di kediaman rumah mewah itu. Bukan hanya Herlambang, Adara, Arhan, Brian yang sarapan. Ada juga Lucia dan juga Mayang.


"Papa nanti jemput Alvian sekolah ya," ucap Alvian pada Arhan.


"Alvian papa ada rapat dengan kakek. Kamu di jemput sama mama saja," sahut Arhan dengan datar.


Adara langsung melihat ke arah Arhan yang duduk di depannya. Pertama kali bagi Adara Arhan menolak keinginan Alvian. Padahal keinginan Alvian juga tidak sulit dan biasanya Arhan tidak pernah menolaknya.


"Begitu rupanya," sahut Alvian yang tampak kecewa.


"Tapi hari Minggu besok kita akan main kan pah seperti janji papa," sahut Alvian yang mengingatkan janji Arhan padanya.


"Maaf ya Alvian. Papa tidak bisa karena besok papa kembali ke Milan," jawab Arhan.

__ADS_1


Mendengarnya Adara terkejut. Hal itu jelas sangat tiba-tiba. Arhan yang kembali ke Milan dan apa mungkin itu karena permasalahan rumah tangga mereka.


"Papa kembali ke Milan. Bukannya waktu itu papa bilang. Kalau papa akan lama di Indonesia. Lalu kenapa kembali ke Milan?" tanya Alvian yang kelihatan sangat sedih.


"Tempat papa ada di Milan," jawab Arhan dengan singkat.


"Boleh tidak Alvian ikut papa. Sebentar lagi Alvian libur sekolah. Jadi Alvian tempat papa ya," ucap Alvian.


Arhan tersenyum dengan mengusap kepala Alvian.


"Alvian di sini saja sama mama, sama kakek," jawab Arhan yang lagi-lagi tidak mengijinkan Alvian.


"Ya tidak boleh ternyata," sahut Alvian yang kelihatan sedih.


"Papa kapan kembali lagi?" tanya Alvian.


"Pa apa tidak bisa papa tinggal di sini saja. Kenapa harus pergi terus. Alvian mau sama papa," sahut Alvian yang mulai merengek.


"Alvian jangan seperti itu. Alvian harus terbiasa tanpa papa," ucap Arhan membuat Adara kaget mendengarnya. Bahkan air matanya jatuh begitu saja mendengar kata-kata Arhan. Herlambang yang ada di sana hanya menghela napasnya dan juga melihat ke arah Adara.


Tampaknya Herlambang tau apa yang terjadi antara Adara dan juga Arhan.


"Aneh sekali kak Arhan apa hubungannya sedang retak ya dengan Adara. Atau jangan- mereka memang ingin mengakhiri hubungan mereka," batin Lucia yang menduga-duga dengan mengamati pembicara itu.


"Artinya Adara akan menjadi seorang janda dong," Lucia kelihatan sangat bahagia dengan status baru Adara. Jika dia benar-benar bercerai dari Arhan.


Adara berdiri dari tempat duduknya. Tidak mudah baginya mendengar terus perkataan Arhan dan lebih baik meninggalkan meja makan itu. Arhan hanya melihat kepergiannya dengan ekspresi tidak terbaca.

__ADS_1


**********


Adara berada di ruangan Herlambang yang berbicara serius dengan Herlambang.


"Kenapa papa melakukan semua ini kepada Adara? Kenapa papa harusnya membiarkannya pergi. Kenapa tidak dari awal pah. Kenapa baru sekarang?" tanya Adara dengan air matanya yang keluar.


"Papa tidak pernah mencampuri masalah rumah tangga kamu dengan Arhan. Semua keputusan Arhan yang mengambil dan jika kamu tanya kenapa sekarang. Pertanyaan itu harus pada kamu," sahut Herlambang.


"Adara kamu menikah dengan Arhan bukan sebulan 2 bulan. Tetapi kalian sudah 4 tahun menikah dan selama ini Arhan yang mengalah untuk kamu. Bertahan untuk kamu dan dia hanya mengharapkan satu. Berharap tidak menyembunyikan apa-apa dan seandainya masalah kamu dengan laki-laki itu di ketahui Arhan atau papa sejak dulu. Hal ini tidak akan terjadi," sahut Herlambang.


"Dan papa sangat mengerti perasaan Arhan. Jika dulu dia bertahan. Karena kamu masih remaja sangat membutuhkannya dan terlebih lagi Alvian dia sangat menyayanginya. Namun sekarang berbeda Arhan seperti orang yang tidak punya tempat lagi. Ketika ayah biologis Alvian muncul dan Arhan tidak tau harus seperti apa," ucap Herlambang.


"Tapi aku tidak mengenal laki-laki itu pah. Aku juga tidak tau apa yang terjadi dan aku juga tidak ada hubungan dengannya dan aku tidak punya rencana untuk bersamanya walau dia ayah biologis Alvian," sahut Adara dengan linangan air matanya dan terlihat terisak.


"Dan jika dulu kamu mengatakan seperti ini. Hari seperti ini tidak akan terjadi Adara. Kamu tidak harus tau siapa laki-laki itu dulu. Tapi kamu juga tidak memberikan alasan kamu dan apa yang terjadi dulu. Kamu diam tanpa mengatakan apa-apa," sahut Herlambang.


"Ini memang salah Adara. Karena Adara bingung. Lalu apa Adara tidak punya kesempatan. Apa ketika laki-laki itu muncul. Adara tidak punya kesempatan apa-apa untuk di percaya dan apa semuanya akan berakhir. Lalu benar semuanya sia-sia," sahut Adara yang merasa semua memang terjadi karena kebungkamannya atas apa yang terjadi.


"Papa bisa melihat Adara. Jika kamu menginginkan Arhan di dalam kehidupan kamu. Kamu mulai jatuh cinta padanya," sahut Herlambang yang bisa melihat ketakutan Adara akan kehilangan Arhan.


"Kalau begitu hentikan dia. Adara tidak bisa menghadapi ini sendirian," sahut Adara.


"Bukan papa yang menghentikannya. Tetapi kamu yang harus menghentikannya. Jika kamu ingin rumah tangga kamu dan Arhan ada sisi kamu. Hanya kamu yang bisa menghentikannya," ucap Herlambang yang memang sangat pasrah.


Dia tidak bisa memaksa Arhan untuk bersama Adara. Karena Arhan punya pilihannya sendiri dan selamat ini sudah bertahan begitu lama dengan Adara.


Adara sendiri hanya bisa mengais dengan wajahnya yang di tutup dengan kedua tangannya. Tangisnya sudah menjelaskan. Jika tidak mau kehilangan Arhan untuk yang kesekian kalinya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2