
Arhan membukakan pintu mobil untuk Adara. Adara langsung duduk dan Arhan juga memakaikan sabuk pengaman untuk Adara. Lagi-lagi dan lagi apa yang di lakukan Arhan hanya membuat Adara lama-lama berhenti bernapas.
Seperti sekarang ini. Aktivitas Arhan itu membuat Adara semakin dek-dekan. Grogi dan keringat dingin. Bahkan menahan napasnya. Aroma tubuh Arhan yang sangat kuat. Bahkan Ketampanan suaminya itu semakin jelas berada di depan matanya.
Huhhhhhhh.
Akhirnya Adara bernapas juga setelah Arhan menyelesaikan pekerjaannya dan menutup pintu mobil. Kalau Arhan menyusul untuk duduk di samping Adara.
"Kita pergi?" tanya Arhan. Adara menganggukkan kepalanya.
Arhan tersenyum tipis lalu menyetir menuju Restaurant yang akan mereka tuju. Suasana hati Arhan yang juga berbunga-bunga.
***********
Ternyata Herlambang sejak tadi memantau Arhan dan Adara yang sangat manis. Apa yang di lihat Herlambang membuat Herlambang tersenyum tipis.
"Papa yakin Adara. Hanya Arhan yang akan membahagiakan kamu. Kamu harus menyadari pria yang papa nikahkan ke padamu adalah pria yang sangat baik, sangat tulus. Dia bukan hanya menerima kamu sebagai istrinya. Tetapi juga Alvian. Dengan sangat tulus dia memberikan nama untuk Alvian. Suatu saat nanti kamu akan berterima kasih pada papa Adara," batin Herlambang yang tersenyum begitu bahagia melihat kedekatan Arhan dan Adara.
"Arhan terima kasih kamu sudah mau menerima Adara. Terima kasih untuk kesabaran kamu atas Adara. Papa sangat bahagia dengan apa yang kamu lakukan pada Adara. Kamu benar-benar sangat bertanggung jawab pada Adara," batin Herlambang.
Bukan hanya Herlambang. Bibi saja yang berada di atas sana yang begitu bahagia melihat Adara dan Arhan.
"Hati Nona Adara mungkin sangat keras. Tetapi ternyata tidak. Karena mas Arhan sudah meluluhkan nya. Bibi sangat berharap pernikahan kalian akan baik-baik saja. Cinta yang mulai tumbuh di hati kalian adalah penguat untuk kalian berdua dan untuk Alvian sangat beruntung memiliki ayah seperti mas Arhan," batin Bibi yang terharu melihat kedekatan Adara dengan Arhan.
Hubungan yang semakin membaik. Bahkan tadi Adara sangat panik. Hanya karena tidak menemukan baju. Dia takut sekali jelek di depan Arhan.
Adara akhirnya menemukan dress yang cocok dan memakai make-up, sesuai dengan umurnya. Sangat natural. Tetapi membuatnya sangat cantik. Karena memang Adara memliki wajah sempurna dan tadi membuat Arhan tidak berhenti berkedip melihat kecantikan istrinya itu.
*********
Arhan dan Adara akhirnya makan malam di sebuah Restaurant romantis. Adara dan Arhan memasuki Restaurant tersebut yang di sambut oleh salah satu pelayan yang menunjukkan tempat untuk duduk mereka. Sebelumnya Arhan memang sudah memesan bangku untuk mereka berdua.
Pasti di tempat yang sangat nyaman. Karena dia juga pertama kali mengajak istrinya. Jadi harus nyaman dan harus perfect.
"Di sana tuan!" tunjuk pelayan itu. Arhan dan Adara mengangguk saja dan langsung menghampiri tempat duduk tersebut.
__ADS_1
"Silahkan tua !" titah pelayan sangat sopan. Arhan menganggukkan kepalanya. Dia menarik kursi untuk Adara. Adara langsung duduk ketika di perlakukan dengan sangat baik oleh Arhan. Kemudian Arhan juga langsung duduk di depan Adara.
"Tuan dan Nona langsung mau pesan makanan?" tanya pelayan tersebut.
"Kamu tanyakan pada manager kamu. Saya sebelumnya sudah memesan makanan yang ingin saya pesan," jawab Arhan. Selain boking tempat. Arhan juga boking makanan.
"Baiklah kalau begitu. Silahkan di tunggu tuan," ucap pelayan tersebut.
Arhan menganggukkan kepalanya dan pelayan itu langsung pergi. Adara melihat di sekelilingnya. Memang bukan hanya mereka yang makan di Restaurant tersebut. Ada orang lain juga. Namun susunan bangku yang berjarak cukup jauh membuat kenyamanan tersendiri dan terlihat lebih estetik.
"Kamu suka tempatnya?" tanya Arhan membuat Adara mengalihkan pandangannya melihat ke arah Arhan.
"Lumayan," jawan Adara.
"Baguslah kalau begitu. Jika tempat ini nyaman untukmu," ucap Arhan. Adara menganggukkan kepalanya.
"Kita akan makan apa yang aku pesan," ucap Arhan.
"Kenapa seperti itu?" tanya Adara.
"Apa ada daun katu nya?" tanya Adara memastikan membuat Arhan mendengus tersenyum yang lucu dengan pertanyaan Adara.
"Apa yang membuatmu tertawa? Apa yang lucu?" tanya Adara heran.
"Azizie ini Restauran modern. Jadi mana ada sayur daun katu. Kenapa kamu bisa berpikir sampai sana," ucap Arhan geleng-geleng.
"Ya siapa tau aja ada. Soalnya semenjak pulang dari rumah sakit. Menu itu tidak pernah hilang di setiap makanan ku Duan katu dan daun katu lagi,"'ucap Adara dengan wajah cemberutnya yang mengeluhkan hal itu.
"Jangan khawatir tidak ada menu itu di sini," sahut Arhan.
"Baiklah, aku akan menunggunya dan semoga pilihan makanan mu cocok di mulutku," ucap Adara.
Arhan merasa percaya diri. Karena semakin lama bersama Adara dia semakin mengetahui selera Adara seperti apa. Dan lagian semua makanan yang di berikan Arhan pada Adara tidak pernah salah sama sekali dan selalu nikmat.
******
__ADS_1
Akhirnya pelayan menghidangkan makanan untuk mereka berdua. Adara sangat teliti melihat makanan yang katanya akan di sukainya.
"Silahkan tuan!" titah pelayan tersebut.
"Terima kasih," jawab Arhan. Para pelayan itu langsung pergi.
"Ayo di makan!" titah Arhan.
Adara menganggukkan kepalanya dan mulai mencicipi makanan tersebut. Pertama Adara sangat ragu dan mencicip sangat sedikit. Namun ternyata cocok di lidahnya membuatnya menikmatinya.
Melihat eksperesi Adara yang menikmati dan tidak protes membuat Arhan tersenyum. Biasanya Adara pasti komplen. Mungkin ini sangat cocok untuk lidah Adara. Jadi menurut Adara tidak ada yang harus di protes.
Mereka melanjutkan makan mereka dengan saling menikmati makanan tersebut tanpa ada obrolan.
"Terima kasih mengajakku makan di sini!" ucap Adara tiba-tiba. Begitu lamanya menikah dengan Arhan. Baru kali ini Adara mengucapkan kata terima kasih.
"Hanya sekali-kali jadi tidak masalah dan aku juga berterima kasih. Karena kamu menerima ajakanku," ucap Arhan dengan santai.
"Lalu kenapa kamu tiba-tiba mengajakku makan?" tanya Adara yang penasaran dengan alasan Arhan.
"Kita tidak pernah makan malam di luar. Jadi aku rasa tidak ada salahnya makan bersama dan ini hanya sekali saja yang tidak tau apakah akan ada ke-2 kalia atau seterusnya," jawab Arhan dengan simpel.
"Ohhhh itu alasannya," sahut Adara tampak kecewa.
Tidak tau kenapa Adara ingin jawaban lain yang tidak tau juga jawaban apa yang di inginkan Adara. Mungkin mengharap alasan Arhan lebih spesifik dan mengarah kepadanya. Namun ternyata tidak harapannya tidak sesuai dengan apa yang di inginkannya.
"Oh iya Azizie. Kamu sendiri bagaimana. Kalau boleh aku tau. Apa alasan kamu menerima ajakanku?" tanya Arhan tiba-tiba yang ternyata juga ingin mendengarkan alasan Adara.
"Tidak ada alasan apa-apa. Aku sudah lama tidak keluar rumah dan jika aku pergi sendiri. Pasti papa tidak akan mengijinkan. Jadi menurutku pergi bersamamu akan mendapat keuntungan. Makanya aku menerimanya," jawab Adara bohong.
Karena jawaban Arhan tidak sesui dengan apa yang di inginkannya. Maka dia pun memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan apa yang di rasakannya. Kalau alasannya hanya itu. Adara tidak mungkin berpenampilan dengan secantik itu dan sampai panik.
Ya Adara kembali mempertahankan tembok ke gengsiannya yang membuat Adara menyimpan rasa dan alasan bahagianya saat makan bersama Arhan.
Bersambung
__ADS_1