TERPAKSA MENIKAHI DIA YANG TELAH HAMIL

TERPAKSA MENIKAHI DIA YANG TELAH HAMIL
Bab 69 Cepat-cepat.


__ADS_3

Adara hanya tersenyum mendengarkan apa yang di katakan sang papa.


"Kamu mendapat nilai terbaik lulus dengan hasil terbaik dan kamu juga sudah 18 tahun. Papa belum memberikan hadiah pada kamu. Jadi kamu mintalah hadiah yang kamu mau dari papa. Maka papa akan memberikannya," ucap Herlambang yang menyerahkan semua kepada Adara. Pasti apapun yang di minta Adara akan di turuti Herlambang.


"Terserah papa saja mau memberikan hadiah untuk Adara seperti apa. Lagian Adara juga tidak ingin hadiah apa-apa dari papa. Adara sudah mendapatkan banyak hadiah dan Adara rasa itu sudah cukup," sahut Adara yang kelihatan tidak butuh apa-apa. Karena hadiah yang di incar nya itu hanyalah dari suaminya saja dan itu sudah membuatnya sangat bahagia.


"Jadi begitu," sahut Herlambang. Adara menganggukkan kepalanya.


"Lalu arahan bagaimana. Apa dia memberikan hadiah untuk kamu?" tanya Herlambang.


Adara tersenyum malu dan menundukkan kepalanya melihat kalung yang sudah di pakainya. Namanya hadiah pertama dari Arhan. Jadi bagaimana Adara tidak langsung memakainya.


Herlambang yang mengerti juga ikut tersenyum melihat aura jatuh cinta dari Adara. Adara memang tidak bisa menyembunyikan. Jika dia begitu bahagia dan wajar sejak tadi Adara hanya senyum-senyum saja. Aura-aura berbunga-bunga terlihat jelas di wajahnya.


"Hadiahnya sepertinya sangat berharga sampai kamu senyum-senyum seperti itu," sahut Herlambang dengan sedikit menggoda putrinya itu.


"Nggak kok pah," sahut Adara yang mengelak.


"Baiklah Adara. Jika kamu tidak ingin hadiah dari papa. Tetapi papa sudah menyiapkan hadiah untuk kamu," sahut Herlambang yang pasti wajib menyiapkan hadiah untuk Adara.


"Oh iya. Memang hadiah apa?" tanya Adara yang juga penasaran. Biasanya sang papa memberi hadiah tidak main-main dan pasti sangat fantastis.


Herlambang meletakkan 2 hadiah di atas meja. Berupa kunci mobil dan juga ticket. Hal itu membuat Adara heran.


"Kamu bisa pilih salah satu. Mobil yang kamu inginkan yang pernah kamu katakan pada papa. Dan ini sudah waktunya papa akan memberikannya. Karena kamu juga sudah bisa menyetir dan hadiah ke-dua adalah ticket untuk ke Milan," ucap Herlambang yang tidak segan-segan membuat Adara bingung dengan hadiah yang tidak main-main ternyata.


Ada mobil dan ticket ke Milan yang artinya jika itu ticket ke Milan Adara akan bertemu dengan Arhan dan bukankah itu yang di tunggu-tunggunya selama ini.


"Kamu bisa liburan ke Milan dan bawa Alvian. Jika kamu mau. Ya sebelum Arhan menjemput kamu. Tidak ada salahnya papa inisiatif terlebih dahulu mengirim kamu untuk ke Milan," ucap Herlambang.


"Atau kamu juga mau mobil kamu. Maka silahkan. Tidak ada masalah sama sekali. Kamu bisa pilih hadiah tersebut," Herlambang sepertinya hanya menguji Adara saja.

__ADS_1


Dia sebenarnya bisa saja memberikan hadiah ke-2nya. Mengingat dia yang sangat kaya. Namun Herlambang ingin tau saja bagaimana perkembangan putrinya itu.


Adara yang sengaja di buat bimbang. Benar-benar bimbang sekarang. Di mana Adara bingung memilih mobil yang sudah menjadi list nya atau ticket untuk bertemu Arhan.


"Apa perlu waktu panjang untuk memikirkannya Adara?" tanya Herlambang dengan menaikkan sebelah alisnya.


"Ini saja pah," sahut Adara dengan cepat mengambil ticket itu. hal spontan yang di lakukan Adara membuat Herlambang tersenyum miring. Semakin lama Putri semata wayangnya itu sudah tidak bisa menyembunyikan rasa gengsinya pada Arhan. Ya secara terang-terangan. Adara sudah mengungkapkan rasa rindunya pada Arhan sampai cepat-cepat mengambil ticket tanpa berpikir 2 kali.


"Buru-buru sekali Adara memilihnya," sindir Herlambang dengan senyum-senyum.


"Tidak kok pah. Ya Adara mau ambil ticket saja," sahut Adara yang malu sendiri. Dia takut juga kalau sampai Herlambang berpikiran jika dia terlalu agresif yang tidak sabaran bertemu Arhan.


"Hmmm, kamu yakin memilih ticket itu di banding mobil impian kamu?" tanya Herlambang sengaja menggoyahkan hari Adara.


"Adara pengen liburan. Jadi makanya Adara memilih ticket biar bisa reflesing," sahut Adara memberikan alasannya.


"Ohhhh begitu," Herlambang hanya mengangguk-angguk saja. Pura-pura tidak tau saja jika putrinya itu lagi jatuh cinta.


"Hmmm, baiklah jika itu yang kamu mau. Papa akan mempersiapkan semuanya untuk keberangkatan kamu bersama Alvian dan Bi Sri ikut bersama kamu untuk membantu kamu menjaga Alvian," ucap Herlambang yang akhirnya memutuskan.


"Kapan kamu mau berangkat?" tanya Herlambang.


"Besok pah," jawab Adara dengan cepat. Mendengarnya membuat Herlambang menaikkan 1 alisnya dengan Adara semakin agresif.


"Ya, maksud Adara. Lebih cepat lebih baik. Soalnya Adara bosan di rumah terus. Jadi Adara benar-benar ingin liburan," Adara langsung memberikan alasannya di saat papanya itu terus melihatnya.


"Baiklah jika memang mau berangkat besok. Papa akan suruh orang papa untuk mempersiapkan semuanya dan kamu juga harus siap-siap," ucap Herlambang. Adara menganggukkan kepalanya dengan wajahnya yang tampak begitu bahagia.


"Akhirnya aku besok akan pergi ke Milan," batin Adara yang kelihatan tidak sabaran.


"Pah tapi Adara boleh minta sesuatu tidak?" tanya Adara.

__ADS_1


"Apa itu?" tanya Herlambang dengan menaikkan sebelah alisnya.


"Hmmm, papa jangan bilang-bilang Arhan ya. Kalau Adara mau ke sana," jawan Adara.


Herlambang mengkerutkan dahinya mendengar permintaan putrinya itu.


"Jadi kamu ke Milan memang mau ketemu Arhan?" tanya Herlambang. Adara terjebak sendiri dengan permintaannya.


"Ya, ya, yakan pasti iya. Papa juga tidak akan mengijinkan ke Milan. Kalau bukan karena ada di sana," ucap Risya yang lagi-lagi kerjaannya hanya memberi alasan.


"Lalu kenapa Arhan tidak boleh tau?" tanya Herlambang.


"Mau kasih Supraise!" tebak Herlambang.


"Nggak kok. Kalau Arhan tau. Nanti dia pasti banyak aturannya. Jadi mood Adara sudah hilang dan tidak semangat lagi mau ke Milan. Jadi biar saja dia tidak tau biar Adara berangkat dengan tenang tanpa aturan-aturan darinya," jelas Adara yang alasannya ada saja.


"Begitu!" sahut Herlambang mengangguk-angguk.


"Ya iyalah seperti itu memang papa pikir apa," sahut Adara.


"Papa tidak memikirkan apa-apa. Ya terserah kamu juga mau Arhan tau apa tidak. Tapi ingat kamu tidak boleh aneh. Begitu sampai Milan. Kamu langsung ke rumah Arhan dan awas aneh-aneh," ucap Mitra Winata menegaskan pada Adara.


"Iyaaaa pah," sahut Adara.


"Ya sudah Adara mau kekamar dulu. Mau siap-siap untuk keberangkatan besok," ucap Adara yang langsung berdiri dari tempat duduknya.


"Da papa," sahut Adara dengan melambaikan tangannya dan langsung pergi dengan berlari seperti anak kecil.


Melihat Adara yang seperti itu membuat Hariyanto mendengus dengan senyuman dan dengan geleng-geleng kepala.


"Papa tau Adara apa yang kamu rasakan. Papa doakan semoga kamu terus mendapatkan kebahagiaan dan hubungan kamu dengan Arhan akan semakin membaik. Papa hanya mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua dan semoga juga Arhan dapat membimbing kamu menjadi wanita yang lebih dewasa dan kalian bisa membesarkan Alvian bersama-sama," batin Herlambang.

__ADS_1


Hanya harapan serta doa yang panjang yang selalu di ucapkan Herlambang untuk Putri satu-satunya itu. Kesalahan bukan berarti akan membuat Herlambang tidak peduli dengan masa depan Adara. Dia justru sangat peduli dan sampai detik ini masih memberikan yang terbaik untuk Adara.


Bersambung


__ADS_2