
Adara masih melamun yang melihat itu kepergian Pria tersebut.
"Azizie!" tegur Arhan membuat Adara kaget dan menoleh kebelakang.
"Iya," sahut Azizie dengan perasaan gugupnya.
"Kamu kenapa?" tanya Arhan.
"Oh tidak. Aku tidak apa-apa kok," jawab Adara dengan gugup. Bahkan terlihat begitu panik yang membuat Arhan merasa ada yang tidak beres dengan Adara.
"Siapa pria tadi?" tanya Arhan. Adara kaget mendengarnya dengan matanya melotot yang ternyata Arhan memperhatikan siapa Pria tersebut.
"Hmmmm, buka siapa-siapa. Tadi dia hanya bertanya kepadaku. Dia tidak melihat anak dan istrinya," jawab Adara bohong.
Arhan padahal sejak tadi memperhatikan Adara. Bahkan melihat Adara menampar Pria tersebut. Namun Adara berbohong yang membuat Arhan merasa ada yang tidak beres.
"Ya sudah sebaiknya kita pulang saja. Alvian sudah ya mainnya," sahut Adara.
"Bukannya mama bilang kita mau cari makan lagi. Kita juga mau cari eskrim," jawab Alvian.
"Tidak boleh makan eskrim. Nanti Alvian sakit. Kita pulang saja," sahut Adara yang tiba-tiba berubah pikiran yang membuat Alvian heran dan begitu juga dengan Arhan. Istrinya itu mulai berubah seperti ada yang di sembunyikan.
"Ayo pulang!" ajak Adara dengan langkah yang buru-buru.
"Papa kita tidak jadi cari eskrim?" tanya Alvian.
"Nanti saja ya Alvian. Dengerin aja apa kata mama," ucap Arhan. Alvian menganggukan kepalanya yang harus menurut.
**********
Adara berada di dalam kamar mandi yang berdiri di depan cermin dan melihat wajahnya di cermin. Adara terlihat resah dan panik. Wajahnya tampak ketakutan. Di dalam cermin Adara terbayang atas kejadian beberapa tahun lalu. Saat dirinya sedang melakukan Study tour dan tiba-tiba saja dia terbangun dan berada di dalam sebuah kamar dan tidak tau di mana keberadaannya.
Sebulan setelah kejadian itu Adara langsung di nyatakan hamil. Adara memegang kepalanya yang tiba-tiba berat dia tidak mengingat apa-apa tentang kejadian yang pernah terjadi kepadanya dan tadi tiba-tiba ada Pria yang mengatakan jika Brian anaknya.
"Tidak!" teriak Adara yang tidak menginginkan hal itu terjadi.
Arhan yang ada di luar kamar kaget mendengar teriakan Adara membuat Arhan buru-buru menuju kamar mandi.
__ADS_1
"Azizie kamu baik-baik aja!" Arhan mengetuk-ngetuk pintu. Namun tidak ada suara atau sahutan dari dalam membuat Arhan langsung mendobrak pintu yang khawatir pada Adara.
"Adara!" lirih Arhan yang melihat Adara duduk di sudut kamar mandi dengan memeluk tubuhnya dan terlihat takut. Hal itu membuat Arhan juga kaget dan langsung menghempit Adara.
"Apa yang terjadi pada kamu! Azizie!"
"Tidak!" tidak!" Adara menggoyang-goyangkan kepalanya membuat Arhan semakin panik.
"Azizie ini aku!" ucap Arhan memengang kedua pipi Adara dan terlihat air mata yang keluar dari wajah Adara.
"Azizie kamu baik-baik saja?" tanya Arhan melihat wajah Adara yang sangat takut dan suara napas Adara yang naik turun.
"Hey, ini aku,"
"Kamu kenapa?" tanya Arhan.
Adara tidak mengatakan apa-apa dan langsung memeluk Arhan. Arhan semakin bingung dengan apa yang terjadi pada Adara. Adara tiba-tiba menangis di pelukan Arhan tanpa suaranya. Namun Arhan bisa tau jika Adara sedang menangis terlihat dari gerak tubuh Adara.
"Kenapa aku tidak punya kesempatan untuk bahagia. Dia saat semuanya semakin membaik. Dia datang dan bagaimana jika Arhan tau. Arhan tidak akan mengakui Alvian lagi dia akan meninggalkanku dan juga Alvian," batin Adara dengan penuh ketakutan.
Walau tidak percaya. Jika pria yang mengakui Alvian adalah anaknya. Namun tetap Adara penuh dengan ketakutan. Jika pria itu muncul. Artinya hubungannya dan Arhan pasti akan renggang. Dia tidak ingin hal itu terjadi. Karena sudah kembali jatuh cinta pada Arhan. Adara sangat takut jika Arhan akan meninggalkan dia dan juga Alvian.
"Kamu pasti sangat lelah. Kamu sebaiknya istirahat," ucap Arhan dengan lembut. Arhan langsung menggendong istrinya itu apa bridal style untuk segeralah beristirahat.
Arhan membawa Adara keluar dari kamar mandi apa bridal style dan membaringkan Adara di atas tempat tidur. Arhan juga menyelimuti Adara.
"Kamu tidak ingin mengatakan sesuatu?" tanya Arhan. Feelingnya sangat kuat seperti ada yang di sembunyikan Adara. Dia ingin tau apa Adara akan mengatakan atau tidak.
Adara menjawab dengan menggelengkan kepalanya. Dia seakan tidak berani menceritakan apa yang terjadi kepadanya.
"Baiklah kalau begitu aku akan menganggap jika tidak terjadi apa-apa pada kamu dan sebaiknya kamu istirahat!" ucap Arhan kembali Adara mengangguk saja dan Arhan pun pergi meninggalkan kamar itu.
**********
Di luar kamar Arhan menghela napas dengan wajah yang yang kelihatan berpikir.
"Apa yang terjadi. Aku yakin pasti ada sesuatu yang di sembunyikan Azizie. Dan laki-laki itu. Siapa laki-laki itu," batin Arhan yang penuh dengan kecurigaan atas apa yang terjadi.
__ADS_1
"Kak Arhan!" tegur Lucia yang membuat Arhan melihat ke arah Lucia.
"Ada apa?" tanya Arhan datar.
"Aku boleh minta tolong sesuatu?" tanya Lucia.
"Bukannya pria yang kemarin di Mall itu sangat mirip dengan pria yang di temui Lucia. Aku memang tidak melihat wajahnya. Tetepi dari belakang posturnya sangat mirip," batin Arhan yang tiba-tiba kepikiran Pria yang bersama Lucia. Mata Arhan memang sangat jeli.
"Kak Arhan!" tegur Lucia yang membuat Arhan kembali melihat ke arah Lucia.
"Bantuan apa?" tanya Arhan.
"Ada tugas kuliah yang ingin aku tanyakan," jawan Lucia.
"Baiklah," sahut Arhan yang ternyata tidak keberatan yang membuat Lucia tersenyum.
**********
Arhan mengajari Lucia tentang apa yang tidak di ketahui Lucia.
"Hmmmm Lucia!" tegur Arhan.
"Iya kak Arhan," sahut Lucia.
"Hmmm apa dulu Azizie punya kekasih?" tanya Arhan yang tiba-tiba saja ingin mengetahui masa lalu istrinya.
"Kenapa kak Arhan tiba-tiba mempertanyakan hal itu. Oh tidak apa-apa. Ini hal yang bagus yang bisa membuat nama Adara semakin jelek," batin Lucia yang memanfaatkan keadaan.
"Hmm waktu SMA bukannya dia memang sangat banyak dekat dengan pria yang berbeda-beda. Adara itu wanita populer di sekolah. Banyak yang menyukainya dan jelas dia punya kebebesan untuk dengan siapa saja dengan Pria mana saja dan suka gonta-ganti pacar," Lucia memanfaatkan pertanyaan Arhan untuk memburukkan Adara.
"Adara punya kebebesan. Karena Om Herlambang yang punya kuasa. Jadi sangat berbeda denganku," sahut Lucia.
"Apa perkataan kamu bisa di pertanggung jawabkan?" tanya Arhan.
"Jika tidak bisa mana mungkin Adara hamil di luar nikah," sahut Lucia. Arhan terdiam dan menatap Lucia tajam.
"Maaf kak Arhan, aku tidak bermaksud untuk mengungkit hal itu. Tetepi dunianya yang berbeda membuahkan hasil untuknya dengan meninggalkan jejak kehamilannya," lanjut Lucia yang tidak mampu membuat Arhan berbicara. Memang benar apa yang di katakan Lucia. Adara memang hamil di luar nikah dan sampai saat ini tidak mengetahui siapa pria yang menghamilinya itu.
__ADS_1
Bersambung