TERPAKSA MENIKAHI DIA YANG TELAH HAMIL

TERPAKSA MENIKAHI DIA YANG TELAH HAMIL
Episode 63 Hari Kelulusan.


__ADS_3

"Aku yang minta maaf sudah berbicara seperti itu kepada kamu. Aku tau kamu tidak ada maksud sama sekali untuk meninggalkan Alvian. Maafkan aku Azizie. Apa yang aku kataka tanpa aku sadari dan sekarang aku sadari jika seharusnya aku mencari tau dulu. Baru berbicara ini itu kepada kamu," ucap Arhan yang mengakui kesalahannya.


"Sekarang kamu istirahatlah. Kamu bilang kamu akan menghadapi ujian. Jadi fokuslah pada sekolahmu dan jangan melakukan apa-apa. Jangan memikirkan apa yang aku katakan tadi," ucap Arhan yang mengingatkan Adara. Karena dia tidak mau jika Adara konsentrasi berbagi-bagi.


"Iya terima kasih sudah mengingatkanku," sahut Adara.


"Sekali lagi aku minta maaf," ucap Arhan.


"Aku juga," sahut Adara.


"Ya sudah kamu kembali istirahat, salam untuk Alvian. Selamat malam," ucap Arhan pamit.


"Selamat malam," sahut Adara.


Adara menutup telpon dari Arhan dan Adara mengeluarkan senyum tipis yang sekarang bisa lega setelah menjelaskan pada Arhan dan Arhan tidak marah lagi kepadanya.


"Aku tidak tau apa yang membuatnya tiba-tiba marah kepadaku. Dasar aneh. Lalu dari mana dia tau. Kalau aku bersama Brian. Arggh sudahlah untuk apa di pikirkan yang terpenting kamu sudah baik-baik saja dan mungkin dia marah-marah. Karena cemburu. Jadi sangat galak," gumam Adara yang senyum-senyum sendiri. Sekarang yang penting hatinya benar-benar sangat bahagia. Karena Arhan yang menelponnya dan justru meminta maaf padanya.


Sementara Arhan yang berada di Milan juga kelihatan lega setelah menelan Adara. Mendengar penjelasan Adara juga membuatnya jauh lebih lega.


"Siapa yang mengirim foto itu. Apa foto itu sengaja di kirim? Apa maksudnya mengirim foto murahan seperti itu," batin Arhan yang tidak tau kenapa foto itu di kirim padanya.


Pasti alasannya hanya satu dan apa lagi. Jika bukan karena sengaja memancing emosi Arhan dan benar emosi Arhan terpancing dan itu yang terjadi yang akhirnya Adara yang mendapatkan kemarahan dari Arhan.


Sementara di kamar Lucia. Lucia yang berbaring dengan menyunggingkan senyumnya yang melihat ponselnya. Dia mana melihat wa yang di kirimnya. Apalagi jika bukan photo Adara dan Brian.


Jadi Lucia di balik semua ini. Dia yang mengambil photo itu diam-diam dan mengirimnya pada Arhan.


"Biar dia tau. Kalau istrinya itu kegatelan dan bisa memberi pelajaran untuk istrinya itu," batin Lucia menyunggingkan senyumnya.


"Kau merasa sangat sombong Adara. Kau pikir bisa bersama Brian. Brian itu hanya milikku saja dan kau tidak pantas bersama ya," batin Lucia.


Cemburu dengan kedekatan Adara dan Brian dan apalagi Adara tidak peduli dengan ancaman Lucia membuat Lucia bertindak sendiri dengan membuat Arhan marah.


Padahal Lucia tidak tau jika hubungan Arhan dan Adara tidak ada masalah sama sekali dan bahkan mereka baik-baik saja. Walau awalnya ada Miss komunikasi di antara keduanya. Namun semuanya sudah baik-baik saja.


Justru dari kesalah pahaman itu mereka sama-sama tau jika perasaan keduanya sudah semakin dalam.


***********


Beberapa bulan kemudian.

__ADS_1


SMA Harapan Bangsa.


Hari ini SMA harapan bangsa sedang ada acara besar-besaran. Di mana acara pesta kelulusan untuk murid jelas 3. Setelah mengikuti berbagi ujian akhirnya mereka semua lulus dan sekarang merayakannya.


Hari wisuda untuk siswa dan siswi SMA Harapan Bangsa. Hari kemenangan para murid-murid yang sudah berjuang dengan mati-matian itu.


Akhirnya setelah sekian purnama lulus sekolah juga. Adara yang hari ini menjalankan wisudanya. Dengan memakai kebaya dan juga seragam wisuda yang membuat Adara tampil cantik bersama teman-temannya.


Apa lagi Adara mendapatkan nilai terbaik dan bagaimana tidak Adara sangat sempurna. Karena Adara memang murid paling pintar dan walau dengan masalah yang di hadapinya. Dia masih bisa mempertahankan prestasinya dan lulus dengan nilai yang terbaik.


Adara sekarang berfoto-foto bersama teman-teman satu kelasnya. Pasti banyak mau foto bersama murid paling terpopuler dan paling hits di sekolah tersebut.


"Nggak nyangka ya Adara. Akhirnya kita lulus sekolah juga," ucap Noni yang merasa sangat lega.


"Kamu benar. Kita berdua lulus dan semoga kita sukses kedepannya dan semua impian kita tercapai," sahut Adara dengan cerianya.


"Amin sekencang-kencangnya," sahut Noni dengan mengadahkan tangannya ke atas.


"Adara Noni," tegur Brian yang menghampiri mereka berdua.


"Selamat ya untuk kalian berdua," ucap Brian dengan mengulurkan tangannya pada Adara.


"Sama-sama Brian!" Kamu juga selamat ya," sahut Adara yang menjulurkan tangannya.


"Ya kamu juga pasti Noni. Selamat untuk kita semua," sahut Brian yang juga berjabat tangan dengan Noni.


"Sama-sama Brian. Kamu juga selamat dan selamat untuk angkatan kita semua," sahut Noni yang tersenyum. Brian menganggukkan kepalanya dengan wajah mereka yang memang sangat bahagia.


"Hmmmm lulusan seperti ini tidak abdol jika kita tidak merayakannya dengan makan-makan dan party," ucap Brian yang tiba-tiba punya ide.


"Kalian berdua tidak keberatan jika makan bersamaku?" tanya Brian menawarkan pada Adara dan Noni.


"Kita akan makan-makan kok Brian dan akan merayakannya. Di hari ulang tahun Adara Minggu depan," sahut Noni.


"Adara ulang tahun?" tanya Brian yang kelihatannya sangat keget.


"Kamu tidak tau kalau Adara ulang tahun?" Noni bertanya kembali.


"Atau kamu belum mendapatkan undangannya dari Adara?" tanya Noni lagi. Brian menggelengkan kepalanya yang memang belum mendapatkan undangan apa-apa dari Adara.


"Aku memang belum mengundangnya," sahut Adara.

__ADS_1


Dan Adara mengeluarkan undangan kecil dari dalam tasnya.


"Kamu datang Brian di acara ulang tahunku," ucap Adara.


"Pasti lah aku datang. Hmmm walau saat aku ulang tahun kamu tidak datang," sindir Brian.


"Iya aku minta maaf untuk hal itu. Kamu jangan balas dendam ya padaku," ucap Adara.


"Ya pasti nggak lah Adara. Kamu santai saja aku pasti datang," sahut Brian.


"Jangan lupa bawa kado special. Di undangnya juga sudah special lo," sahut Noni yang menggoda Brian.


"Itu pasti. Memang kamu mau kado apa Adara?" tanya Brian pada Adara.


"Nggak usah repot-repot," sahut Adara.


"Udah Brian kadonya yang special. Supraise untuk Adara," sahut Noni memberi saran.


"Iya itu pasti!" sahut Brian.1


Brian memang sangat kelihatan menyukai Adara. Namun respon Adara biasa-biasa saja. Karena Adara terlihat tenang dan santai saja. Lagian dia juga kelihatan menjaga hati seseorang yang siapa lagi jika bukan hati suaminya.


"Kita photo-photo yuk!" ajak Brian.


"Boleh," sahut Noni.


Dan mereka langsung berfoto-foto bersama dengan berbagi gaya.


Dari kejauhan Lucia melihat hal itu. Seperti biasa wajah Lucia tampak marah dan penuh dengan dendam


"Dia sungguh selamat. Rahasia itu tetap terjaga sampai detik ini sangat luar biasa ternyata. Dia selalu beruntung dengan semua yang dia lakukan. Aku sudah berusaha melakukan semuanya dan membuatnya menderita. Tetapi tetap saja dia selalu beruntung," batin Lucia dengan tangannya yang terkepal.


"Kenapa lagi? Cemburu Brian dekat-dekat dengan dia?" sahut Raya yang tiba-tiba datang.


"Huhhhhh, nasibnya benar-benar sangat bagus ya. Berbeda sama kamu," sahut Raya dengan menggedikkan bahunya.


"Jangan samakan aku dengan dia. Kami jelas-jelas berbeda," tegas Lucia.


"Ya memang berbeda dia beruntung dalam segala aspek dan kamu tidak sama sekali," ucap Raya yang tersenyum miring.


"Padahal dia sudah menikah dan punya anak. Tetapi kok tetap aman-aman aja ya," ucap Raya membuat Lucia kaget dan langsung melihat ke arah Raya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2