
Arhan dan Adara masih tetap ada diruang Adara.
Krekkkk
Tiba-tiba ada yang masuk kedalam kamar mereka yang ternyata adalah Mayang yang tumben-tumbenannya Mayang datang dengan tersenyum kepada Adara.
"Adara kamu sudah makan ternyata," ucap Mayang yang menghampiri Adara dengan Mayang yang tersenyum seolah sangat bahagia dengan kesembuhan Adara.
"Ya ampun padahal Tante membawakan kamu makanan kesukaan kamu. Sate taican," ucap Mayang yang duduk di samping Adara. Tumben-tumbenan nya Mayang memang bersikap seperti itu kepada Adara.
"Tapi Adara sudah makan Tante," sahut Adara datar. Dia juga pasti heran melihat tantenya itu yang tumben-tumbenan sangat ramah kepadanya. Biasanya sangat ketus.
Arhan hanya cuek yang tidak peduli dengan Mayang. Arhan melakukan pekerjaannya menyiapkan obat Adara yang berdiri di samping nakas.
"Ya tidak apa-apa dong Adara makan lagi. Kamu pasti sangat lapar. Melahirkan itu butuh tenaga seperti Tante melahirkan Lucia dulu. Jadi kamu harus makan yang banyak supaya tenaga kamu bisa kembali," ucap Mayang memaksa Adara yang sudah kenyang.
"Tapi untuk beberapa hari kedepan. Adara belum boleh makan daging," sahut Arhan yang memberitahu.
"Ikut-ikutan saja, sok tau," batin Mayang kesal.
"Oh begitu ya. Memang kamu tau dari mana?" tanya Mayang sinis.
"Kamu Dokter?" tanya Mayang yang sinis.
"Pastinya saya mengetahuinya dari Dokter," jawab Arhan dengan singkat.
"Oh begitu. Ya namanya saya tidak tau," sahut Mayang.
"Ya ampun sayang sekali ya Adara kamu tidak boleh memakan makanan yang kamu suka. Tidak apa-apa. Nanti kamu pasti bisa makan lagi," ucap Mayang dengan tersenyum.
"Iya Tante," sahut Adara yang bereksperesi datar saja.
"Aku harus menggunakan kesempatan ini untuk membahas masalah Lucia. Sebelum semuanya terlambat," batin Mayang yang pasti tujuannya kerumah sakit punya maksud lain sama dengan perlakukan baiknya pada Adara pasti ada udang di balik batu.
"Hmmm kamu bisa tidak keluar sebentar!" usir Mayang dengan halus.
"Baiklah. Tapi saya berikan obat dulu pada Azizie," jawab Arhan.
__ADS_1
"Tidak usah biar saya saja yang memberikannya," sahut Mayang mengambil langsung dari tangan Arhan.
Arhan tampak berat jika memberikannya pada Mayang dan tidak ada kepuasan baginya jika bukan dia langsung memberikan pada istrinya itu.
"Ada apa kamu tidak percaya kepada saya. Saya ini Tantenya Adara," ucap Mayang.
"Baiklah kalau begitu. Azizie kamu minum obatnya!" ucap Arhan. Adara hanya mengangguk saja yang menurut saja.
"Saya permisi!" ucap Arhan yang langsung menundukkan kepalanya dan langsung pergi.
"Dia pikir dia apa paling berkuasa apa atas diri kamu," cicit Mayang. Azizie tidak menanggapi kata-kata Mayang.
"Ayo sayang minum obatnya!" Mayang tersenyum dan memberi Adara obat. Adara pun meminum obatnya itu.
"Syukurlah kamu pintar sekali menelannya," ucap Mayang yang juga memberi Adara air putih.
"Makasih Tante," sahut Adara.
"Sama-sama. Oh iya bayi kamu baik-baik saja kan?" tanya Mayang.
"Iya Tante," jawab Adara.
"Maksud Tante apa?" tanya Adara.
"Lucia penuh ketakutan Adara dan juga menyesal dengan kejadian di lapangan golf. Tante juga sangat menyayangkan hal itu dan tidak percaya. Jika Lucia tidak sengaja melakukan itu dan resikonya sangat besar,"
"Adara Tante tau kamu marah pada Lucia dengan dia memakai tongkat kamu. Tapi namanya juga Lucia yang pasti kadang hanya ingin meminjam saja. Dia juga tidak ada maksud untuk merebut paksa dan juga tidak sengaja mendorong kamu,"
"Jadi Adara Tante minta sama kamu jangan perbesar masalah ini ya," ucap Mayang dengan wajah sedihnya yang berusaha agar Adara memaafkan Lucia dan tidak mengatakan kepada Herlambang.
"Adara kamu belum mengatakan kepada papa kamu kan tentang masalah ini?" tanya Mayang.
"Adara tidak mengatakan apa-apa kepada papa dan mungkin papa memang akan bertanya pada Adara," jawab Adara.
Mayang memegang tangan Adara, "kalau begitu jangan beritahu papa kamu ya. Tante tau Lucia sangat keterlaluan. Dan Tante juga sudah memarahinya dan biarkan Tante yang menghukumnya," ucap Mayang.
"Tetapi kenapa saat itu dia tidak menolongku?" tanya Adara.
__ADS_1
"Lucia bukan bermaksud untuk tidak menolong kamu. Hanya saja Lucia panik dan dia lari pada Tante kok. Tante berada di butik langsung buru-buru kerumah dan ternyata kamu sudah tidak ada. Jadi Lucia hanya panik saja. Selama kamu tidak sadarkan diri. Lucia sering kerumah sakit dengan penuh pengelasan," jelas Mayang yang tidak tau apa kata-kata benar atau hanya karangan agar Adara kasihan kepadanya.
"Adara jangan beritahu papa kamu ya Tante mohon," ucap Mayang.
"Kita ini keluarga Adara. Jadi jangan perbesar masala ini," ucap Mayang lagi.
"Baiklah aku tidak akan mengatakan apa-apa kepada papa masalah kejadian itu," sahut Adara yang membuat Mayang bernapas lega.
"Tetapi!" sahut Adara membuat napas Mayang gantung.
"Tapi apa Adara?" tanya Mayang.
"Lucia harus minta maaf dan tidak melakukan itu lagi," ucap Adara.
"Ya ampun kenapa harus pakai minta maaf segala lagi. Sudahlah masa bodo. Biarin aja, aku akan paksa Luci minta maaf yang penting Adara tidak memperbesar masalah ini," batin Mayang.
"Tante memang menyuruh Lucia untuk minta maaf. Karena memang itu harus," ucap Mayang tersenyum.
"Baguslah kalau begitu," sahut Adara.
"Kamu baik sekali Adara," ucap Mayang dengan terpaksa menuju Adara. Adara tidak menanggapi dan hanya diam saja atas pujian itu.
*********
Herlambang dan Arhan berada di ruang perawatan Adara.
"Besok kamu sudah bisa pulang," ucap Herlambang. Adara hanya menganggukkan kepalanya saja. Dia juga sudah sangat bosan dan sangat jenuh berada di rumah sakit.
"Dan iya Adara kamu belum mengatakan kepada papa tentang apa yang terjadi. Karena Arhan menemukan kamu dalam keadaan tidak sadarkan diri dan membawa kamu ke rumah sakit?" tanya Herlambang yang ingin tau kronologi yang terjadi pada putrinya itu.
"Jadi dia yang membawaku kerumah sakit. Jika tidak ada dia saat itu. Aku pasti sudah tidak di sini lagi," batin Adara yang baru mengetahui hal itu. Adara bahkan melihat ke arah Arhan yang berdiri di belakang Herlambang.
"Adara kamu kenapa diam?" tanya Herlambang membuat Adara mengalihkan pandangannya.
"Katakan kepada papa apa yang terjadi?" tanya Herlambang yang ingin tau apa yang terjadi.
"Tidak terjadi apa-apa kok pak. Adara hanya jatuh. Maaf jika Adara kurang hati-hati," jawab Adara bohong.
__ADS_1
Bagaimana tidak bohong Mayang sudah terlebih dahulu menemuinya dan memohon kepadanya. Jadi wajar Adara berbohong dan lagian Adara juga tidak mau membuat masalah semakin banyak dan jelas jika Herlambang tau yang sebenarnya pasti Lucia salam masalah besar.
Bersambung