
Adara yang berlari sembari menghindari Alvian tiba-tiba membarak Arhan yang menangkap belut. Adara melototkan saat dirinya ingin jatuh dan bukan lagi ingin. Adara harus terjatuh bersamaan dengan Arhan di atas becek dan membuat tubuh kecil Adara menindih Arhan.
Melihat hal Arhan dan Adara yang seperti itu membuat Alvian menepuk jidatnya dan Alvian langsung pergi menangkap belut lagi membiarkan ke-2 orang tuanya seperti itu yang sekarang saling menatap.
Kepala Arhan terangkat sedikit untuk melihat wajah panik istrinya itu. Wajah Adara yang tertutup sebagian rambutnya membuat Arhan menyinggirkan rambut itu membuatnya kebelakang daun telinga Adara.
Jantung Adara berdebar dengan kencang dan mungkin sama dengan Arhan. Mungkin juga keduanya bisa saling mendengar getaran jantung masing-masing. Wajah mereka yang saling berdekatan dengan tatapan mata yang semakin dalam. Arhan menatap intens wajah Adara yang terdapat kotoran. Begitu juga dengan Adara yang terus menatap wajah tampan suaminya itu.
Posisi yang mendukung seperti itu. Membuat Adara aneh di antara ke-2nya dan mata Arhan yang tiba-tiba beralih pada bibir Adara. Arhan bahkan mendekatkan bibirnya pada bibir Adara membuat Adara semakin panik dengan tangannya yang sudah saling terkepal kuat.
"Mama Alvian dapat belut besar!" teriakan Alvian menyadarkan dua insan itu dan Arhan tidak jadi melanjutkan aksinya dan malah keduanya sama-sama canggung.
"Maaf!" ucap Arhan.
"Aku yang minta maaf," sahut Adara dengan gugup yang langsung bangkit dari tubuh Arhan. Adara menghela napasnya dan salah tingkah dengan menyelipkan rambutnya di belakang telinganya.
Arhan juga gugup dan salah tingkah yang langsung berdiri dan mencari-cari pekerja dengan membersikan pakaiannya yang memang sangat kotor dan mana mungkin bisa bersih hanya menggunakan tangan saja.
"Ayo!" ajak Arhan membawa Adara berdiri. Adara menyambut uluran tangan itu dan mereka sudah berdiri. Namun tetap sama-sama canggung.
**********
Setelah mendapatkan beberapa belut. Ternyata belutnya langsung di bersihkan dan langsung di goreng di dekat pondok. Kebetulan pondok ke-2 orang tua Arhan ada di sana dan makanya alat-alatnya sangat lengkap. Dengan pakaian mereka yang kotor mereka tampak tidak masalah melakukan hal seperti itu.
Setelah selesai menggoreng belut tersebut akhirnya mereka bertiga menikmatinya di pondok dengan pemandangan sawah yang sangat indah.
"Enak Alvian?" tanya Arhan.
__ADS_1
"Hmmmm lezat dan kriuk-kriuk," jawab Alvian membuat Arhan tersenyum lebar.
"Kamu sendiri bagaimana apa enak?" tanya Arhan pada istrinya.
"Iya enak," jawab Adara.
"Kalau begitu makan lagi!" ucap Arhan. Adara menganggukkan kepalanya. Dia menjadi istri yang lembut satu hari ini. Tidak banyak protes dan menurut saja apa kata Arhan. Kalau begini Adara jauh lebih kelihatan sangat manis.
*********
Adara, Arhan dan Alvian masih tetap dalam aktivitas mereka. Aktivitas mereka sekarang sudah bermain air di sungai. Untuk membersihkan pakaian mereka ala kadarnya. Mereka kesungai dan malah bermain air. Baik Alvian, Adara dan Arhan juga ikut-ikutan yang saling bercanda.
Apalagi sekarang Avian dan Arhan bekerja sama yang mengguyur Adara masuk kedalam sungai yang memang tidak dalam dan juga tidak deras. Adara harus menerima nasib di tindas Arhan dan Alvian. Kalau basah kuyup jangan tanya.
Bukannya pakaian mereka bersih. Tetepi malah basah semua. Tetepi Adara Tu marah mendapat penindasan dari suami dan anaknya dia justru sangat bahagia. Biasanya kalau bertemu dengan Arhan pasti ribut. Namun kali ini sangat hangat.
*************
Arhan duduk di pinggir ranjang dengan telanjang dada dengan pekerjaannya dan Adara juga dengan pekerjaannya. Namun tiba-tiba Adara menoleh ke arah Arhan. Tidak tau apa yang di pikirkan Adara membuat Adara mendekati Arhan.
"Pakai ini saja supaya cepat kering!" dengan refleks Adara mengeringkan rambut Arhan dengan hair dryer. Adara berdiri di depan Arhan dan membantu suaminya itu mengeringkan rambutnya.
Apa yang di lakukan Adara jelas membuat Arhan kaget. Arhan yang mengangkat kepalanya terus melihat Adara yang berdiri di depannya itu. Adara begitu serius melakukannya tanpa memperdulikan Arhan yang sejak tadi memandangnya.
Namun tiba-tiba Arhan melingkarkan ke-2 tangannya di pinggang Adara dan menarik pinggang itu sehingga Adara semakin dekat dengan Arhan dan bahkan ke-2 lutut Adara sudah menyentuh ranjang dengan posiis Adara yang berlutut di depan Arhan.
Adara yang kaget langsung menurunkan pandangannya dan melihat wajah Arhan dengan Arhan yang masih mengangkat kepalanya. Mereka kembali melihat dengan intens dan begitu dekat hingga napas itu saling menerpa satu sama lain.
__ADS_1
Pandangan mata Arhan kembali fokus pada bibir Adara dan Arhan ingin menempelkan bibir itu. Tiba-tiba saja Adara memejamkan matanya yang seolah memberi ijin Arhan. Jika Arhan ingin menciumnya.
Krekkk.
"Mama di panggil nenek!" sahut Alvian yang datang tiba-tiba dan semuanya gagal maning gara-gara Alvian yang benar-benar menjadi pengacau.
Adara langsung cepat-cepat menjauh dari Arhan dan kembali berdiri dengan Adara yang canggung. Sama dengan Arhan yang juga canggung jadinya.
"Nenek manggil mama dan papa!" sahut Brian lagi.
"Oh ya sudah mama akan ke sana!" jawab Adara dengan canggung dan salah tingkah yang tidak tau apa yang harus di lakukannya.
"Papa juga akan secepatnya ke sana," sahut Arhan yang juga canggung.
"Hmmm oke," sahut Alvian dengan santai. Adara dan Arhan sama-sama salah tingkah dan saling mengalihkan pandangan yang tiba-tiba saja tidak berani untuk saling melihat.
"Ya ampun Alvian. Kamu itu benar-benar ya," batin Arhan yang semenjak bersama Alvian. Baru kali ini Arhan kesal dengan Alvian. Mungkin saja karena Alvian sudah mengganggunya berkali-kali.
"Kenapa juga aku harus memejamkan mata tadi. Memang aku mau ngapain," batin Adara yang juga malu sendiri karena tadi merasa dia sendiri berlebihan.
***********
Sekarang mereka kembali menikmati makan bersama. Ada Aminah, Amir, Alvian, Arhan Adara dan juga Lulu. Kali ini Adara kembali melayani Arhan dengan memasukkan nasi ke dalam piring Arhan.
Adara juga melihat menu-menu di atas meja dan Adara tampak berpikir dengan mengingat-ingat apa yang di sukai dan tidak di sukai Arhan. Tidak tau kapan Adara menghapal semuanya. Namun sekarang Adara memasukkan lauk kedalam piring Arhan yang di sukai Arhan.
Melihat Adara yang sangat jelas seperti mengingat-ingat membuat Arhan tersenyum. Adara memang sangat berusaha untuk mengetahui semua tentang Arhan.
__ADS_1
"Makanlah!" ucap Adara. Arhan mengangguk. Istrinya itu semakin lama semakin menggemaskan. Aminah dan Amir saling melihat yang ikut senang dengan Arhan dan Adara yang sangat romantis. Ya bisa di katakan cukup romantis lah.
Bersambung