TERPAKSA MENIKAHI DIA YANG TELAH HAMIL

TERPAKSA MENIKAHI DIA YANG TELAH HAMIL
Episode 6 Hari Pernikahan.


__ADS_3

Adara yang sudah siuman menangis terisak-isak dengan memiringkan tubuhnya dan Bibi duduk di sampingnya yang mengusap-usap punggung Adara untuk memberikan ketenangan kepada Adara yang sejak tadi hanya menangis terus menerus.


"Nona Adara sudah menangisnya. Nanti Nona Adara bisa sakit," ucap Bibi.


"Biarkan saja Bi. Biarkan aku sakit. Aku tidak mau menikah Bi. Papa kenapa harus menikahkan aku dengan secepat itu dan dengan Pria yang tidak aku cintai," ucap Adara.


"Jika Nona tidak menikah. Lalu siapa yang akan bertanggung jawab atas janin yang Nona kandung. Karena perut Nona Adara akan semakin membesar dan apa Nona mau anak itu lahir tanpa seorang ayah," ucap bibi yang mencoba membuat Adara mengerti dengan pelan-pelan bicara.


"Non Adara seharusnya bersyukur memiliki orang tua seperti tuan Herlambang. Meski sangat marah, kecewa dengan apa yang Nona Adara lakukan. Tetapi beliau bertanggung jawab atas Nona Adara. Mungkin sebagian orang tua dari pada aib di keluarganya di ketahui orang lain. Lebih baik menyuruh putrinya untuk mengugurkan kandungan itu. Apa lagi Ayah dari bayi itu tidak jelas,"


"Tetapi tuan Herlambang tidak ingin melakukan itu. Karena dia tau semua yang terjadi bukan kesalahan janin itu. Janin itu tidak berdosa dan dia tidak ingin menggugurkannya. Meski resiko itu sangat besar,"


"Dia harus menjaga rahasia dan pasti tidak akan pernah tenang dengan keputusan di ambilnya dan mempertaruhkan nama baiknya. Dia melakukan banyak hal dan demi kebaikan Nona Adara. Jadi Nona Adara jangan membantah tuan Herlambang. Semua ini demi kebaikan Nona Adara dan juga janin yang ada di rahim Nona," jelas Bibi yang dengan pelan-pelan agar Adara mengerti.


"Apa Nona mau anak itu juga lahir tanpa seorang ayah?" tanya Bibi.


"Tapi menikah bukan hal yang gampang Bi. Apa yang aku lakukan adalah kesalahan besar. Tetapi bukan berarti hidupku harus berhenti di pernikahan. Aku masih punya hak dalam mimpiku. Aku masih ingin sekolah, ingin lulus dan menjadi desainer hebat. Aku masih banyak impian Bi. Aku tidak siap menjadi istri dan pikiran itu masih jauh Bi untuk kepernikahan," ucap Adara dengan mengeluarkan alasannya yang takut hidupnya berantakan karena pernikahan itu.

__ADS_1


"Menikah bukan untuk menghentikan atau mencuri impian Non Adara. Menikah hanya status yang jelas untuk anak yang di kandung. Non Adara bisa sekolah seperti biasanya dan Mas Arhan di perintahkan datang ke Indonesia. Hanya untuk menikah dan bukan menjalani rumah tangga yang artinya nanti mas Arhan juga akan kembali ke Milan setelah perintah yang di terimanya selesai dan Non Adara bisa melakukan hari-hari seperti biasa dan untuk kedepannya itu tergantung Non Adara dan mas Arhan," jelas Bibi.


"Lalu kenapa dia. Dia pria dewasa dan memang cocok untuk menikah dan sementara aku baru 17 tahun. Sangat mustahil untuk semua yang di rencanakan papa," ucap Adara.


"Tuan Herlambang tau apa yang terbaik dan tidak ada yang mustahil. Non Adara tidak boleh mengatakan hal itu mustahil. Semua pasti sudah di pikirkan tuan Herlambang dan mas Arhan adalah pilihan tuan Herlambang. Percayalah kepada Bibi semua ini hanya demi kebaikan Nona Adara," ucap Bibi menjelaskan pada Adara.


"Jadi menurut Bibi dengan aku menikah dengannya dan menjadi ayah bayi yang aku kandung. Apa menurut Bibi dia akan menerima sepenuhnya. Bi laki-laki itu semua sama. Mana mungkin ada Pria yang mau bertanggung jawab. Jika itu bukan perbuatanya. Kecuali dia merencanakan sesuatu dan pasti ada imbalan yang di dapatkannya," ucap Adara.


"Jangan berpikiran buruk seperti itu Nona. Mas Arhan pria yang sangat baik. Meski jarang bertemu. Tetapi Bibi yakin dia sangat tulus untuk mengambil tanggung jawab ini dan feeling tuan Herlambang juga tidak akan pernah salah. Dia pasti sudah sangat yakin dan percaya pada Mas Arhan," ucap Bibi yang mencoba memberikan arahan kepada Adara.


Adara tidak protes lagi dan hanya menangis yang tidak akan tau bagaimana nasibnya selanjutnya dalam pernikahan yang pasti tidak bisa di bantahnya.


***********


Ternyata Adara memang tidak bisa membantah atas semua protesnya tidak di putuskan Herlambang. Selagi Adara masih hidup apa yang menjadi keputusan Herlambang tetap berjalan.


Di dalam kamar Adara yang memakai kebaya panjang yang sesuai dengan lekuk tubuhnya yang indah. Kebaya berwarna ivory yang sangat mewah dan cantik yang membuatnya elegan.

__ADS_1


Adara duduk di depan cermin yang sekarang sedang di make-up oleh 2 orang wanita. Perias itu pasti kesulitan memberi makeup pada Adara karena sejak tadi air mata Adara terus membasahi pipi Adara.


Ini hari pernikahannya. Pernikahan yang di adakan di rumahnya yang di hadiri keluarga dekat dan ada beberapa tokoh penting. Pernikahan bersifat rahasia dan bukan untuk publik. Seharusnya untuk seorang Herlambang yang di kenal tidak seharusnya menyembunyikan pernikahan Adara


Namun lagi-lagi ini untuk kebaikan Adara dan apalagi Adara masih sekolah. Mana mungkin sudah menikah. Jadi hanya orang-orang penting saja yang hadir di pernikahan itu. Yang pasti orang-orang penting yang tidak sembarangan untuk bicara keluar. Karena biasanya orang pintar tidak akan mencampuri urusan orang lain.


Adara harus menerima takdirnya akan menikah di usia 17 tahun yang sejak tadi menangis di depan cermin. Jika di tanya terpaksa. Jawabannya memang iya dan ini yang harus di terimanya dari perbuatannya yang hamil di luar nikah.


Arhan sendiri yang sudah selesai sejak tadi berdiri dengan gelisah dan pasti dek-dekan. Dia akan menikah dan dia tau wanita yang di nikahinya menolak dirinya dan itu sangat wajar.


Namun Arhan juga korban yang harus bertanggung jawab atas kehamilan Adara atau Azizie. Sebagai laki-laki seharusnya Arhan bisa memilih pendamping yang baik dan tidak hamil tanpa dia yang melakukannya. Tetapi itu perintah dari Pria yang berjasa dalam hidupnya.


"Tuan Herlambang takut sekali. Jika menantumu akan jatuh hati pada wanita lain saat kembali ke Milan lagi. Makanya menikahkan mereka dengan buru-buru," ucap salah seorang Pria.


"Tuan benar. Jadi jika Arhan sudah menikah dan jika dia bertugas di Milan. Dia tidak akan bisa macam-macam. Karena Arhan harus ingat sudah mempunyai istri," sahut Herlambang tersenyum.


"Ya saya akan mengikuti cara tuan untuk yang terbaik untuk Putri saya nantinya," sahut Pria itu.

__ADS_1


"Tuan Bimo ada-ada saja," sahut Herlambang dengan mereka yang tertawa-tawa kecil. Padahal hati Herlambang sedang gelisah dengan keputusan yang iya lakukan.


Bersambung


__ADS_2