TERPAKSA MENIKAHI DIA YANG TELAH HAMIL

TERPAKSA MENIKAHI DIA YANG TELAH HAMIL
Episode 81 Arhan dan Adara


__ADS_3

Alvian, Arhan dan Adara duduk menikmati eskrim tersebut.


"Papa Alvian mau main kesana ya," ucap Alvian menunjuk ayunan dan di sana juga banyak anak-anak lain.


"Ya sudah rapi hati-hati ya," jawab Arga.


"Pasti papah!" sahut Alvian yang langsung pergi. Alvian anak yang aktif dan suka berbaur. Lihatlah baru saja menghampiri permainan yang di mainkan beberapa anak-anak di sana. Alvian sudah langsung punya teman dan main bersama orang-orang yang baru di kenalnya saat itu.


Adara dan Arhan masih duduk di bangku tersebut dengan Arhan yang tersenyum melihat pertumbuhan Alvian yang tidak terasa.


"Alvian sudah sebesar itu. Dia berkembang dengan baik, tumbuh dengan baik dan sudah 4 tahun," ucap Arhan. Adara tidak menanggapi dan hanya diam menyimak apa yang di katakan Arhan.


"Jika Alvian bisa tumbuh dan berkembang dengan baik lalu kenapa hubungan kita tidak bisa berkembang," ucap Arhan tiba-tiba membuat Adara menoleh ke arah Arhan dan Arhan juga melihatnya.


"Kita masih suami istri Adara. Tetapi bukan seperti orang menikah. Dan sampai kapan kita akan seperti ini?" tahta Arhan. Setelah kejadian 3 tahun lalu. Arhan tidak pernah bicara serius pada Adara dan dia hanya memberikan Adara waktu untuk semua yang di inginkan Adara. Namun pasti hal ini sudah mulai terasa dan Arhan harus serius dalam hal ini.


"Kamu yang memulai semuanya untuk membuat semuanya seperti ini," jawaban datar dengan suara dingin itu yang di keluarkan Adara.


"Masih tentang masalah itu. Aku pikir kamu paham dengan hal itu. Mengerti. Tetapi ternyata kejadian itu masih tetap pada versi yang kamu lihat," ucap Arhan.


"Yang aku lihat adalah kenyataan. Dan kau tidak tau bagaimana aku dan aku juga merasa di tipu olehmu dan sampai detik ini kau juga yang tidak melepasku. Jangan tanya perkembangan hubungan denganku. Karena aku tidak pernah mau akan ada perkembangan apa-apa," tegas Adara yang membuat Arhan diam.


Adara menghela napasnya dan melihat kembali ke depan. Masih aja sakit hati dengan Arhan dan wanita bernama Lulu dan sampai detik ini Adara tidak tau kebenarannya. Padahal banyak kesempatan. Namun dia tetap tidak ingin tau apa-apa.


"Ternyata masih 17 tahun yang pemikirannya tidak pernah berubah," ucap Arhan pelan yang juga melihat ke arah depan. Mendengar ucapan yang terdengar di telinga Adara tersebut membuat Adara langsung menoleh ke sebelahnya.


"Apa katamu?" tanya Adara ya sangat mudah tersinggung.


Arhan diam dan tidak menanggapi istrinya yang mulai mencari masalah itu.


"Jangan sembarangan menjudge ku buruk. Memang kau pikir di usiamu yang tua itu sudah merasa paling dewasa," ucap Adara kesal. Arhan tidak menanggapi ucapan itu dan hanya diam saja.

__ADS_1


"Dasar menyebalkan. Begini yang terus di bela Alvian. Apa yang di bela dari laki-laki sinting seperti ini," cicit Adara yang marah-marah pada Arhan. Arhan diam saja. Anggap saja radio rusak.


**********


Acara Perusahaan Herlambang.


Adara, Alvian dan Arhan mengikuti acara Perusahaan yang sebelumnya di sampaikan Herlambang. Tidak jelas sebenarnya acara apa itu. Teteh dengan tetapi sepertinya hanya acara jamuan untuk semua pengusaha-pengusaha besar dari Luar Negri, kota dan pengusaha-pengusaha hebat di ibu kota. Ada juga beberapa politikus yang datang ke Perusahaan.


Bukan hanya Arhan, Adara dan Lucia saja yang datang. Ada juga Lucia dan juga Mayang yang wajib ikut di acara tersebut.


Adara tampil sangat cantik menggunakan dress panjang dengan lengan 1 jari. Dress berwarna hitam itu membuat Adara sangat cantik dan elegan. Apalagi rambutnya di sanggul cepol yang menunjukkan leher jenjangnya dan juga bahu yang bagus.


Alvian juga sangat tampan yang berpenampilan seperti Arhan sama-sama menggunakan jas hitam. Di tempat yang penuh dengan ke ramaian dan kemewahan itu. Pasti banyak yang tidak tau. Jika Arhan dan Adara pasangan suami istri dan Alvian juga adalah anak mereka. Alvian sebenarnya sudah sering tersorot media. Namun tidak media ya tumben-tumbennya tidak kepo terhadap Alvian yang sering bersama Herlambang.


Herlambang tidak menyembunyikan Alvian dan juga tidak mempromosikan siapa Alvian. Yang mungkin nanti ada waktunya publik akan tau.


Suasana di acara tersebut berlangsung. Herlambang menyapa pada tamu-tamunya dan begitu juga Arhan yang sejak tadi bersama Herlambang. Namun Adara bersama Alvian terus.


"Nggak ada coklat di sini Alvian. Jangan aneh-aneh," tegas Adara.


Alvian langsung diam dengan wajah cemberutnya.


"Alvian jangan mulai ya. Mama sudah bilang, eskrim coklat, permen dan apapun itu. Jangan di makan," tegas Adara.


"Tapikan hanya sekali-kali saja," sahut Alvian.


"Tidak makan tiap hari. Hanya makan saat papa pulang saja. Jadi kalau 3 bulan papa tidak pulang Alvian juga tidak makan selama 3 bulan dan kalau papa pulang Alvian juga hanya makan sekali saja," ucap Alvian. Kalau sudah Arhan dia akan bertingkah karena ada Arhan yang akan membelanya.


"Kamu itu ya selalu punya jawaban. Kalau mama bilang tidak boleh. Maka tidak boleh," tegas Adara penuh penekanan pada putranya itu.


"Issss mama pelit," kesal Alvian yang langsung pergi meninggalkan Adara.

__ADS_1


"Alvian!" panggil Adara. Alvian tidak peduli dan langsung menghampiri Arhan yang ada di ujung sana. Alvian memegang tangan Arhan membuat Arhan berjongkok. Adara dari jauh melihat hal itu yang sudah pasti Alvian mengada pada ayahnya itu. Arhan juga sampai melihat ke arah Adara. Alvian mengusap-usap kepala Alvian dan Arhan langsung berdiri yang menghampiri Adara.


"Kamu mau memberinya coklat! Ya sudah sana beri," sahut Adara yang langsung menyambar. Padahal Arhan tidak mengatakan apa-apa pada Adara.


"Apa!" kesal Adara dengan wajah menantangnya. Saat Arhan hanya melihatnya terus.


"Kamu itu sekali-kali minum obat. Supaya penyakit marah di dalam tubuh kamu itu berkurang," ucap Arhan membuat Adara menyerngitkan dahinya. Arhan tidak bicara lagi dan langsung pergi.


"Isssss sembarangan mengataiku," Adara kesal dengan mengepal tangannya yang ingin menerkam Arhan yang mengatai dirinya sembarangan. Ya memang benar-benar Adara harus minum obat agar tidak bawaannya marah mulu.


"Kamu yang harus minum obat. Supaya tidak menyebalkan," kesal Adara dengan merapatkan giginya.


************


"Papa mana ya!" Alvian mencari-cari Arhan. Dia di tinggal di tempat pesta tersebut dan mamanya juga tidak di lihatnya.


"Alvian!" tegur seorang pria membuat Alvian menoleh kebelakang. Seorang pria tampan yang tinggi tegap menegur Alvian.


"Om tau nama aku?" tanya Alvian heran. Dia tidak mengenal siapa Pria itu. Pria asing itu mengangguk dan tersenyum. Lalu berjongkok dengan mengusap-usap pucuk kepala Alvian. Eksperesi wajah Pria itu tampak haru dan berkaca-kaca saat berhadapan dengan Alvian.


"Om siapa?" tanya Alvian.


"Kamu anak pintar, kamu besar dengan baik," jawab Pria itu membuat Alvian tidak mengerti.


"Ini Om ada coklat untuk kamu," Pria itu memberikan coklat tersebut. Namun Alvian tidak langsung mengambilnya.


"Ambilah!" titah Pria itu.


"Mama bilang tidak boleh menerima pemberian dari orang yang tidak kita kenal," jawab Alvian.


"Anggap aja ini hadiah untuk kamu. Untuk ulang tahun kamu," ucap pria tersebut, "ayo ambil!" Pria itu memberikan ketangan Alvian sehingga Alvian harus mengambilnya. Pria itu tersenyum dan langsung pergi begitu saja yang membuat Alvian semakin heran.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2