
Adara dan Arhan memasuki ruangan keluarga yang Herlambang sudah duduk di sofa dengan satu kakinya berada di pahanya.
"Ada apa papa memanggil Adara?" tanya Adara.
"Mengenai teman kamu. Kamu jangan khawatir tidak akan ada yang terjadi dan papa akan menegur Lucia. Karena membawa orang kerumah ini dengan sembarangan," ucap Herlambang.
"Tetapi tetap saja pah. Adara merasa tidak tenang dan belum lagi beberapa hari ini di sekolah orang-orang terdekat Adara seperti menganggap Adara sangat aneh dan Adara takut jika apa yang terjadi pada Adara akan di ketahui semua orang," ucap Adara dengan memegang kuat dressnya yang di kenakan nya yang terlihat takut dan capek dengan semua yang di hadapinya.
"Adara tau ini semua resiko atas apa yang terjadi pada Adara. Tetapi Adara juga butuh ketenangan dan bisa menyesuaikan semuanya dengan situasi ini," ucap Adara yang mengeluhkan apa yang di alaminya beberapa hari ini.
Arhan melihat ke arah Adara dan memang bisa melihat Adara sangat gelisah dan pasti tidak tenang seperti biasanya.
"Papa mengerti apa yang kamu rasakan dan meski perbuatan kamu sangat fatal. Tetapi bukan berarti papa lepas tanggung jawab pada kamu dan papa sudah memikirkan semua ini dengan solusi yang terbaik," ucap Herlambang.
"Memikirkan apa?" tanya Adara.
"Bulan depan Arhan akan kembali ke Milan," ucap Herlambang membuat Adara menoleh ke arah Arhan.
Perasaan Adara tiba-tiba aneh. Bukannya seharusnya itu berita baik. Lalu kenapa seolah itu berita buruk baginya.
"Dan sebelum Arhan pergi ke Luar Negri. Kamu dan Arhan akan tinggal bersama di puncak di Villa kita," ucap Herlambang.
Arhan melihat kearah Herlambang dengan menaikkan ke-2 alisnya yang terkejut mendengar hal itu yang belum ada di bahas padanya.
"Tapi Adara masih sekolah dan lagi ujian saat ini," ucap Adara.
"Papa akan mengurus semuanya dan masalah sekolah, kamu bisa memulai online," ucap Herlambang.
"Ini untuk membuat kamu lebih rileks Adara. Agar pemikiran kamu tenang. Karena ini juga saran Dokter untuk kamu. Janin di kandungan kamu masih sangat mudah dan jika pikiran kamu tidak baik. Bisa berbahaya untuk kandungan kamu," ucap Herlambang yang sangat peduli dengan kehamilan Adara.
Meski tidak tau siapa ayah dari bayi yang di kandung putrinya. Herlambang mencoba menerima takdir itu dan dia juga ingin masa depan putrinya tetap baik.
"Arhan apa kamu setuju?" tanya Herlambang melempar pada Arhan.
__ADS_1
"Jika papa sudah memikirkannya dan ini sudah yang terbaik. Maka saya akan mengikuti semuanya," jawab Arhan yang pasti tidak akan menolak apa yang di katakan orang tua angkatnya itu.
"Kamu bagaimana Adara. Kamu setuju?" tanya Herlambang.
"Adara harus berpikir dulu," jawan Adara.
Herlambang menghela napasnya. Ya Adara mana mungkin setuju-setuju aja.
"Apa yang kamu pikirkan Adara. Kamu tidak perlu memikirkan ini dan itu. Papa sudah melakukan yang terbaik dan ini yang terbaik. Kamu akan pergi bersama Arhan dalam beberapa Minggu ini sebelum Arhan kembalikan ke Milan," tegas Herlambang dan Adara tidak bisa mengatakan apa-apa lagi yang mungkin harus menuruti apa yang di lakukan orang tuanya itu.
*************
Lucia tiba-tiba di panggil Herlambang tiba-tiba dengan Lucia yang langsung datang keruangan Herlambang.
toko-tok-tok-tok.
"Masuk!" sahut Herlambang dari dalam ruangannya. Lucia pun langsung masuk dan berdiri di depan Herlambang yang duduk di sofa.
"Kenapa Om Herlambang tiba-tiba memanggilku. Ada apa yang. Atau jangan-jangan Om Herlambang ingin memberiku hadiah. Karena sudah lama aku tidak mendapatkan hadiah darinya," batin Lucia dengan percaya dirinya.
"Iya Om ada apa ya Om tiba-tiba memanggil saya?" tanya Lucia heran.
"Lucia ini rumah bukan tempat umum yang harus kamu membawa teman kamu sembarangan kerumah ini," ucap Herlambang dengan suara dinginnya.
"Maksud Om apa?" tanya Lucia heran.
"Teman kamu yang bernama Brian," jawab Herlambang langsung to the point
"Ada apa dengannya Om. Aku dan Brian hanya belajar bersama," ucap Lucia.
"Kamu boleh belajar bersama dengan siapapun. Tetapi tidak harus mencampuri semua yang ada di rumah ini. Bukannya saya sudah mengingatkan kamu mengenai Adara dan tidak seharusnya kamu membawa orang sembarangan kerumah ini dengan bebas," tegas Herlambang.
"Tetapi Brian bukan orang sembarangan Om. Dia anak pengusaha kaya Raya," ucap Lucia melakukan pembelaan.
__ADS_1
"Apapun itu. Kamu tidak pantas membawa siapapun kerumah ini dengan situasi yang seperti ini. Mau dia orang seperti apapun," tegas Herlambang.
"Saya sudah mengingatkan kamu sebelumnya mengenai Adara juga menjadi tanggung jawab kamu. Jadi dengarkan baik-baik apa yang saya katakan dan saya tidak mau terjadi sesuatu pada Adara karena kecerobohan kamu. Jadi ini peringatan pertama dan terakhir untuk kamu. Untuk lain kali kamu harus berhati-hati. Karena saya benar-benar tidak akan tinggal diam dengan kamu yang sangat ceroboh," tegas Herlambang.
Lucia hanya diam dengan menundukkan kepalanya. Alih-alih mendapatkan hadiah dia malah di semprot Herlambang. Karena membawa Brian kerumah itu sampai membuat rahasia Adara terbongkar.
"Kamu paham Lucia?" tanya Herlambang.
"Iya Om maafkan saya. Saya tidak akan mengulanginya lagi," sahut Lucia.
"Bagus kalau begitu," sahut Herlambang.
"Sial. Semuanya harus mengarah pada Adara. Aku hanya membawa Brian. Tetapi sudah di omeli karena Adara. Wanita itu benar-benar sangat sempurna kehidupannya yang tidak ada salahnya dan selalu merasa paling benar dan berkuasa. Aku jadi di marahi karena perbuatannya," umpat Lucia di dalam hatinya yang begitu kesal dengan Adara yang hanya menutupi aib Adara dia ikut-ikutan terkena sasaran.
**********
"Jadi Om kamu memarahi kamu karena hal itu?" tanya Mayang. Lucia langsung curhat pada ibunya mengadu saja kepada sang mama.
"Iya mah. Kenapa kita harus melakukan semuanya demi Adara. Dia-dia dan dia saja yang di utamakan. Lalu untuk apa kita tinggal di rumah ini. Kalau kita saja tidak pernah di anggap dan Adara yang membuat kesalahan. Aku yang seolah tidak mendapat kebebasan dan hanya membawa Brian saja kerumah ini menjadi masalah besar," oceh Lucia yang mengeluarkan amarahnya.
"Ini tidak adil mah untuk kita. Bukan hanya di sekolah saja Adara yang merasa di asingkan. Tetapi juga di rumah ini. Ini tidak adil untuk kita," ucap Lucia dengan penuh amarah.
"Kamu benar Lucia. Semakin kama kita semakin tidak di anggap. Adara sudah melakukan kesalahan besar. Tetapi di ampuni dan sampai sekarang hidupnya enak-enak saja dan malah kita yang menanggung semuanya. Memang ini tidak adil," sahut Mayang.
"Mama harus melakukan sesuatu. Jangan diam aja mah. Mama jangan seperti ini terus. Mama harus bertindak. Apa mama mau kita di injak-injak terus?" ucap Lucia.
"Kamu tenang ini tidak akan terjadi lagi. Mama akan memikirkan bagaimana caranya mengakhiri semua ini. Kak Herlambang tidak bisa semena-mena begitu saja kepada kita," sahut Mayang.
"Makanya harus cepat bertindak. Aku tidak mau tidak mempunyai kebebasan hanya karena Adara dan Adara harus mendapatkan perlakuan setimpal dengan apa yang aku dapatkan," ucap Lucia.
"Kamu bersabar ya sayang mama pasti melakukan yang terbaik untuk kamu dan untuk kita," ucap Mayang.
Lucia mengangguk dan memeluk Mayang. Wajahnya masih penuh dengan kekesalan karena mendapatkan teguran yang padahal dia sudah sangat bersusah paya membujuk Brian kerumahnya agar mempunyai banyak moment bersama Brian. Tetapi malah mendapatkan teguran dari Herlambang dan Mayan juga tidak akan tinggal diam dengan hal itu.
__ADS_1
Bersambung