TERPAKSA MENIKAHI DIA YANG TELAH HAMIL

TERPAKSA MENIKAHI DIA YANG TELAH HAMIL
Episode 31 Mode manja


__ADS_3

Adara yang takut ketahuan Arga langsung kembali ke tempatnya semula dengan buru-buru. Adara menghela napasnya dan kembali duduk di tempatnya semula dengan mengatur napasnya yang takut Arga datang dan tau apa yang di lakukannya.


"Hampir aja ketahuan Arhan, bisa berabe kalau sampai ketahuan," gumam Adara dengan mengusap-usap dadanya dan tidak lama Arhan datang dengan membawa susu tersebut meletakkan di samping laptop Adara.


"Minumlah!" titah Arhan. Adara mengangkat kepalanya.


"Ayo di minum!" titah Arhan lagi. Adara menganggukkan kepalanya. Lalu meminumnya sedikit saja.


"Bibi mana?" tanya Adara.


"Tadi lagi keluar," jawab Arhan.


"Memang kenapa mencari Bibi?" tanya Arhan.


"Aku mau makan sate," pinta Adara tiba-tiba yang sepertinya mengidam makan sate.


"Selesaikan ujianmu dulu. Lalu setelah itu kita keluar mencari makan malam," jawab Arhan yang tidak masalah membiarkan Adara untuk makan sate.


Adara menganggukkan kepalanya dan menurut saja apa yang di katakan Arhan dan memang tumben-tumbenannya dia menurut dan bisa-bisanya meminta pada Arhan. Adara sudah mulai mode manja nih. Ya namanya juga hamil muda dan pasti biasa ada manja-manjaan dan itu sangat wajar.


***********


Setelah selesai mengerjakan ujiannya Adara pun melihat ke arah Arhan yang sejak tadi duduk menemaninya dengan Arhan punya kesibukan pada laptopnya.


"Aku sudah selesai," ucap Adara. Arhan melihat ke arah Adara.


"Kamu masih mau makan sate?" tanya Arhan.


"Pasti," jawan Adara.


"Ya sudah ayo kita pergi cari sate!" ajak Arhan.


"Aku ganti baju sebentar,"


"Baiklah, aku tunggu di sini," ucap Arhan.


Adara mengangguk dan langsung berdiri menuju kamar untuk mengganti pakaiannya. Sementara Arhan membereskan ujian Adara. Ya Arhan memang sangat baik yang membereskannya meja dan semua perlengkapan Adara.


Adara sangat eksaitit ingin makan sate. Jadi Adara tidak sempat membereskan ujiannya.

__ADS_1


********


Arhan dan Adara akhirnya pergi membeli sate. Arhan berjalan untuk mencari penjual sate. Kebetulan tidak jauh dari Villa mereka memang ada bajar makanan yang di adakan sepekan sekali dan kebetulan mereka ada di sana. Jadi sangat mudah mencari makanan yang apapun yang kita inginkan.


"Di sana jualannya!" tunjuk Arhan pada gerobak sate.


Adara menganggukkan kepalanya dan mengikuti Arhan. Di tempat itu banyak orang yang berkunjung dan Adara melihat di sekitarnya saja. Melihat berbagai orang-orang yang datang ketempat itu. Ada yang pasangan ada juga yang keluarga yang muda dan tua sangat beragam datang ketempat bajar tersebut.


"Mas satenya satu porsi!" titah Arhan.


"Mau sate ayam apa sate kambing?" tanya penjual.


"Sate ayam aja," jawab Arhan.


"Tapi aku mau sate kambing," sahut Adara pelan membuat Arhan melihat ke arahnya.


"Kamu sedang hamil. Jadi jangan makan kambing terlalu banyak. Nanti kamu kenapa-napa," ucap Arhan dengan lembut yang mengingatkan Adara.


Adara diam. Ya memang pasti Arhan jauh lebih tau dari pada dia apa yang boleh dan tidak mungkin saja di pikiran Adara Arhan pernah hamil. Makanya banyak tau.


"Satu tusuk untuk sate kambingnya," sahut Arhan yang tiba-tiba meminta sate kambing.


Karena melihat wajah Adara yang cemberut. Arhan tidak tega juga. Ya makan satu tusuk sepertinya tidak akan masalah. Dari pada tidak makan sama sekali dan Adara tampak tersenyum tipis dengan Arhan memberikan apa maunya walau hanya satu tusuk saja.


"Tidak pak," sahut Arhan.


Penjual mengangguk dan langsung membungkus. Setelah itu memberikan pada Arhan dan Arhan membayar. Lalu pergi bersama Adara.


"Kita cari minum!" ucap Arhan. Adara mengangguk saja.


Saat mereka yang berjalan bersebelahan. Tiba-tiba ada anak remaja yang menaiki skead boat yang melaju ke arah Adara. Arhan yang menyadari hal itu langsung menarik pinggang Adara untuk mengindari anak remaja tersebut yang alhasil membuat Adara menabrak dada bidang Arhan dengan wajah mereka yang saling berdekatan yang hasilnya saling beradu pandang.


Ke-2 bola mata yang sama-sama indah itu saling berkeliling menatap satu sama lain dengan teliti. ketampanan dan kecantikan sepertinya sama-sama di sadari keduanya. bahkan ada getaran yang di rasakan keduanya.


"Maaf," ucap Arhan yang pertama mengakhiri saling tatap itu dan melepas tangannya dari pinggang Adara dan Adara menghela napas yang kelihatan lumayan canggung.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Arhan.


Adara menganggukkan kepalanya dan terlihat gugup dengan pipinya yang memerah.

__ADS_1


"Ayo kita cari minum!" ajak Arhan lagi.


Adara menganggukkan kepalanya dan langsung mengikuti Arhan yang kali ini Arhan memegang tangannya yang membuat Adara kaget. Namun Adara tidak melepas atau memberontak. Mungkin Adara juga terkejut apa maksud Arhan. Mungkin saja Arhan takut Adara itu hilang. Karena tempat itu lumayan rame dan tubuh Adara juga sangat kecil yang mungkin juga takut


**********


Adara dan Arhan makan sate bersama di tempat itu juga yang duduk di atas karpet. Lesehan berdua yang menikmati sate tersebut. Dari pada pulang lebih baik menikmati makanan di sana dan lebih enak yang bisa sekalian mendengarkan musik tradisional yang membuat ketenangan.


Arhan melihat di sekelilingnya yang yang melihat orang-orang. Sementara Adara yang duduk di sampingnya sejak tadi menikmati sate ayam dan 1 tusuk sate kambing.


"Apa kepalanya tidak sakit melihat terus di sekitarnya. Dia bahkan tidak makan sama sekali, apa dia tidak lalar melihat ku makan," batin Adara yang bergerutu sendiri.


"Kamu mau apa lagi?" tanya Arhan yang menawarkan Adara nanya makanan.


"Memang aku selahap itu sampai kamu bertanya terus yang padahal ini saja belum habis. Kenapa bukan kamu saja yang makan," sahut Adara dengan kesal yang berbicara dengan mulutnya yang masih mengunyah.


"Aku baru sekali bertanya dan siapa tau aja. Kamu mau apa lagi? Apa ada yang salah dengan pertanyaan ku?"tanya Arhan.


"Ya tidak ada yang salah. Terus kamu kenapa tidak makan?" tanya Adara.


"Aku tidak lapar," jawab Arhan.


"Ohhh," sahut Adara yang hanya oh saja.


"Jadi bagaimana kamu mau apa?" tanya Arhan


"Apa itu buah kecapi?" tanya Adara tiba-tiba.


"Buah kecapi! Kenapa tiba-tiba bertanya?" tanya Arhan.


"Aku mendengar ada orang membicarakan buah kecapi dan aku tidak tau apa itu. Aku penasaran dan sepertinya enak yang setauku alat musik yang ada namanya kecapi," ucap Adara dengan permintaannya yang ada-ada saja.


"Tetapi di sini tidak ada buah kecapi," ucap Arhan.


"Ya sudah kalau tidak ada. Seharusnya tadi tidak bertanya kepadaku kalau aku mau apa. Orang tidak ada juga," ucap Adara kesal.


Arhan terdiam. Mungkin saja Adara tiba-tiba ingin buah kecapi. Walau dia tidak tau seperti apa buah kecapi itu.


"Aku akan mencarinya nanti. Tetapi bukan malam ini. Karena tidak mungkin dapat," ucap Arhan.

__ADS_1


"Terserah," sahut Adara yang kembali melanjutkan makannya.


Bersambung


__ADS_2