TERPAKSA MENIKAHI DIA YANG TELAH HAMIL

TERPAKSA MENIKAHI DIA YANG TELAH HAMIL
Episode 44. Lucia panik.


__ADS_3

"Jadi kamu yang membuat Adara sampai masuk rumah sakit dengan keadaannya yang separah itu!" pekik Mayang yang terkejut saat pertama kali mendengar pernyataan Lucia yang mengakui perbuatannya kepada Adara.


"Mama jangan keras-keras bicaranya. Bagaimana kalau ada yang dengar. Lucia bisa mendapatkan masalah besar," ucap dengan pelan Lucia yang takut jika penghuni rumah mendengar aduannya pada mamanya.


"Lagi pula kamu itu apa-apaan Lucia. Kenapa bisa coba kamu yang membuat Adara masuk rumah sakit?" tanya Mayang yang frustasi melihat tingkah Lucia yang pasti membawa masalah besar.


"Dia tau yang mencari masalah dengan ku. Dia menghampiriku saat aku sedang asyik bermain golf. Karena hanya aku memakai tongkatnya dia marah kepadaku dan merebut tongkat itu dan aku tidak sengaja mendorongnya," ucap Lucia menjelaskan kronologinya.


"Ya kamu juga ngapain pakai tongkat Adara. Lucia banyak tongkat yang seharusnya kamu tidak mencari masalah dan kamu lihat sendiri akibat ulah kamu. Adara masuk rumah sakit, pendarahan, melahirkan secara prematur yang dia hampir kehilangan nyawanya dan jika Om kamu tau semua ini kamu bisa selesai!" ucap Mayang menekankan.


"Ya aku juga takut mah. Aku nggak mau Om sampai tau dan yang terjadi bukan sepenuhnya kesalahan Lucia," sahut Lucia yang penuh ketakutan dan tidak mau mendapatkan masalah dari Herlambang.


"Bagaimana om kamu tidak akan tau. Adara sudah siuman dan pasti kak Herlambang bertanya padanya mengenai apa yang terjadi dan dia akan menyebut nama kamu dan mama tidak bisa berpikir apa-apa lagi," ucap Mayang dengan memijat kepalanya.


"Ya jangan sampai semua itu terjadi mah. Mama harus melakukan sesuatu. Lucia tidak mau Om Herlambang tau. Lucia tidak mau mendapatkan masalah dan apa lagi hukuman," tegas Lucia yang penuh dengan ketakutan dengan suara yang bergetar karena takut lada Herlambang.


"Kamu ini selalu mencari masalah Lucia. Biji susah mama saja," ucap Mayang memijat kepalanya bertambah pusing akibat perbuatan anaknya yang ternyata menjadi dalang di balik insiden yang menimpa Adara.


Pasti akan menjadi masalah besar. Jika Herlambang tau. Kalau Lucia yang membuat Adara celaka yang mungkin sampai sekarang tidak ada yang tau apa penyebab Adara bisa sampai seperti itu.


"Pokoknya mama harus bantu Lucia. Jangan sampai Om tau semua ini," ucap Lucia yang akan merepotkan Mayang.


"Mama juga bingung tidak tau apa yang harus mama lakukan. Jadi kamu diam dulu mendengar suara kamu membuat mama semakin sakit kepala," tegas Mayang dan Lucia tidak berani berbicara lagi. Jika sudah di katakan seperti itu. Lucia hanya berharap Mayang bisa membantunya.


**********


Herlambang sedang berbicara dengan Arhan dengan mereka berdua yang saling berhadapan


"Papa sangat berterima kasih kepada kamu Arhan kamu sudah menyelamatkan Adara bertindak dengan cepat dan sampai detik ini Adara bisa sembuh dan semua karena kamu," ucap Herlambang yang sangat lega dengan tindakan Arga yang bisa mengambil tanggung jawab yang besar.

__ADS_1


"Saya awalnya juga ragu pah dan takut salah bertindak dengan menandatangani surat operasi. Saya takut terlalu lancang dan tidak menunggu papa dulu," sahut Arhan.


"Arhan Adara itu adalah istri kamu dan tanggung jawab Adara ada pada kamu dan kamu tidak salah dalam mengambil tindakan yang benar itu. Papa benar-benar sangat berterima kasih pada kamu," ucap Herlambang.


"Iya pah," sahut Arhan.


"Lalu kamu tau apa yang terjadi sebenarnya. Kenapa Adara bisa sampai seperti itu?" tanya Herlambang.


"Saya tidak tau pah. Tetapi saya akan mencari tahunya dan papa jangan khawatir semuanya akan baik-baik saja," ucap Arhan menyakinkan Herlambang.


"Papa percaya sama kamu," ucap Herlambang membuat Arhan tersenyum.


Tunda yang di ambil Arhan memang sudah yang paling terbaik. Karena dengan bertindak seperti itu operasi Adara berjalan dengan lancar dan kondisi Adara sudah baik-baik saja sampai sekarang.


Jika seperti itu rasa percaya Herlambang kepada Arhan akan bertambah. Karena memang Arhan sangat menjaga Adara di manapun Adara berada.


**********


"Dia berada di sini. Apa dia akan kembali ke Milan lagi," batin Adara bertanya-tanya dengan keberadaan Arhan tetap di rumah sakit.


"Lalu kenapa memangnya kalau dia kembali ke Milan! Apa urusannya denganku," Adara bergerutu sendiri di dalam hatinya.


"Masih mau makan?" tanya Arhan membuat Adara kaget dan dengan cepat mengangguk. Tanpa Adara sadari sendok di depan mulutnya sudah sejak tadi ada. Namun dia asyik melamun sampai tidak menyadari hal itu.


"Kalau begitu buka mulutmu!" titah Arhan dan Adara langsung membuka mulutnya dan menerima suapan dari Arhan kembali.


Namun tiba-tiba dahinya mengkerut seakan merasa ada sesuatu.


"Ada apa?" tanya Arhan heran.

__ADS_1


"Sayur apa itu kenapa rasanya aneh," ucap Adara melihat sayur hijau yang di berikan Arhan kepadanya.


"Itu daun katu," jawab Arhan.


"Apa itu kenapa rasanya aneh sekali," jawab Adara dengan ekspresi wajahnya yang masih merasakan aneh dengan rasa sayuran itu.


"Daun katu bagus untuk ibu menyusui supaya asi kamu lancar," jawab Arhan dengan sedikit penjelasan untuk Adara. Agar Adara mengerti dengan apa yang di katakannya.


"Sok tau memang kamu Dokter?" sahut Adara sedikit kesal yang memang pasti tidak cepat menerima masukan dari Arhan.


"Aku tidak sok tau. Kamu tanya Dokter kalau tidak percaya," jawab Arhan.


"Sudah jangan protes ayo makan lagi. Dari tadi kamu juga memakan itu. Kalau kenapa baru sekarang protes," ucap Arhan.


"Apa iya dari tadi aku makan itu?" tanya Adara yang bingung sendiri.


"Iya. Kenapa? Kamu sejak tadi mengkhayal!" tanya Arhan dengan menaikkan sebelah alisnya.


Adara langsung menggeleng dengan cepat yang mana Arhan tau jika dirinya ya memang sedang mengkhayal.


"Jangan melihat ku seperti. Aku tidak ada memikirkanmu," sahut Adara yang malah salah bicara saat Arhan menatapnya penuh selidik.


Adara yang keceplosan membuat Arhan mendengus tersenyum dan Adara yang jadi malu sendiri.


"Issss apa sih!" Kesal Adara yang kesal sendiri karena tatapan Arhan seolah mengejeknya.


"Makan lagi!" titah Arhan.


"Aku sudah tidak selera makan," sahut Adara ngambek.

__ADS_1


"Oke," sahut Arhan santai saja yang memberhentikan memberi Adara makan. Adara hanya berdecak kesal pada Arhan. Adara mungkin ingin di bujuk. Namun Arhan yang merasa cukup memberi Adara makan. Karena Adara makan cukup banyak. Jadi Arhan rasa sudah cukup.


Bersambung


__ADS_2