
Mendengar Arhan yang berpamitan kepadanya membuat Adara hanya menganggukkan kepalanya. Dan tidak ingin lama-lama berpamitan yang akhirnya Arhan pun masuk mobil yang di bukakan supir. Tidak lama mobil itu pun tertutup dan Langsung melajukan tanpa adanya pamitan ke-2 lagi. Karena pamitannya sudah cukup.
Wajah senduh Adara yang melihat mobil itu yang semakin jauh. Tidak pernah di duganya jika Arhan benar-benar kembali pergi. Di saat rasa nyamannya semakin besar. Dia saat dia semakin membutuhkan Arhan.
"Ayo Nona Adara kita masuk!" ajak Bibi.
Adara mengangguk dan langsung masuk bersama Bibi dan Herlambang masih ada di sana melihat kepergian Adara dengan kesedihannya.
"Papa melihat dengan jelas. Bagaimana kamu tidak menginginkan Arhan pergi. Tetapi hati kamu belum sepenuhnya terbuka dan papa ingin melihat kamu benar-benar menerima Arhan di dalam kehidupan kamu. Karena Arhan menerima kamu dengan sangat baik. Hanya sebentar saja semua ini," batin Herlambang.
Herlambang menghela napasnya dan akhirnya memasuki rumah. Tidak sampai satu bulan Arhan di Indonesia. Sudah kembali ke Milan lagi dan Adara akan menjaga anaknya sendirian yang jelas dia saja tidak bisa melakukannya. Karena selama ini Arhan yang membantunya. Dari makanan untuk dirinya sendiri sampai bayinya semua Arhan yang lebih tau dan lebih mengerti.
Kepergian Arhan kali ini akan jauh lebih terasa di bandingkan dulu. Tetapi Adara harus terbias tanpa Arhan.
********
Setelah kepergian Arhan Adara kembali ke kamar dan duduk dengan penuh kesedihan di atas tempat tidur. Wajahnya yang tampak murung. Jika ingin menangis mungkin Adara sudah akan menangis. Namun bibi yang menyusulnya ke dalam kamar tidur memungkinkannya untuk Adara menangis.
Bibi yang memasukkan Alvian ke dalam tempat tidur memastikan Alvian yang sudah tertidur.
"Non Adara butuh sesuatu?" tanya Bibi.
Adara menggelengkan kepalanya dengan tidak bersemangat. Bibi menghela napas dan menghampiri Adara dengan mengelus-elus pundak Adara untuk menguatkan Adara. Bibi tau Adara sedang sedih dan kesedihan Adara. Karena kepergian Arhan.
"Aku tidak mengerti dengan pernikahan yang aku jalani sekarang Bi. Apa pernikahan ini hanya main-main saja baginya. Perkataanmu bertanggung jawab pada ku dan Alvian ternyata tidak ada. Karena nyatanya dia tidak bertanggung jawab sama sekali," ucap Adara mengeluhkan ke adaannya.
"Aku merasa status ku di gantung dengan kepergiannya. Mungkin awal-awal aku memang menolak pernikahan ini, tidak menerima dan menolak keras apapun itu. Tetapi aku perlahan sadar dan menerima pelan-pelan atas semua pernikahan ini. Lalu kenapa di saat aku ingin belajar dan menerima pelan-pelan. Dia malah dengan mudahnya pergi. Seolah tidak peduli padaku dan seolah membenarkan pernikahan itu hanya perintah saja,"
__ADS_1
"Dia mengujiku dengan banyak hal dan seperti ingin membalas dendam padaku atas apa yang terjadi. Apa ini adil untukku yang aku merasa di permainkan olehnya," Adara mengeluarkan semua uneg-unegnya dengan galau yang di hadapinya. Karena Arhan lebih memilih pergi dari pada bertahan di sisinya atau punya pikiran untuk lebih serius dengan menjalani pernikahan mereka.
"Non Adara hanya kurang memahami semuanya," ucap Bibi.
"Apa yang aku kurang pahami Bi. Aku berusaha untuk memahami semuanya. Namu usahaku tidak di lihat sama sekali," jawab Adara.
"Mas Arhan hanya pergi untuk pekerjaan dan Nona harus tau jika Nona harus melanjutkan sekolah Nona. Semua yang di lakukan mas Arhan hanya untuk kebahagiaan Nona. Dia tidak ingin mengambil masa-masa remaja Nona Adara. Dan harus menunggu sampai Nona Adara lulus sekolah," ucap Bibi.
"Jika aku tidak bisa bersamanya. Lalu apa salahnya dia yang bertahan di sini," ucap Adara.
"Nona Adara jangan bilang-bilang tuan Herlambang ya," ucap Bibi tiba-tiba membuat Adara menoleh ke arah Bibi dengan menyerngitkan dahinya.
"Apa maksud Bibi?" tanya Adara heran
Bibi mengambil ponselnya dari celemeknya dan menunjukkan rekaman yang di ambilnya diam-diam. Rekaman yang ternyata pembicaraan Herlambang dan Arhan.
"Tidak usah pah," Arhan langsung menolak.
"Biarkan Azizie melanjutkan sekolahnya. 1 tahun lagi di sini. Aku tidak ingin dengan Azizie ikut ke Milan bersamaku akan mencuri banyak masa remajanya. Azizie harus menikah di usia nya yang masih mudah. 7 bulan lebih Alvian di kandungannya dan pasti Azizie mengalami masa-masa berat saat itu. Seharusnya masa SMA nya di jalani dengan semestinya. Namun tidak. Dia harus menghadap hal sulit dan tidak bisa merasakan apa yang di rasakan remaja lainnya,"
"Jadi biarkan Azizie tetap di sini. Melanjutkan sekolah hanya 1 tahun lagi. Biarkan dia menjalani masa-masa sekolahnya dengan sewajarnya tanpa mengingat statusnya. Aku tidak ingin ada penyesalan baginya nanti dan merasa berbeda dengan anak-anak yang lainnya. Jadi aku tetap Azizie tetap di sini,"
"Jika aku membawanya dan ikut bersamaku. Itu sama saja aku mengambil kebebasannya. Fokusnya akan hilang dan akan terbagi dengan status pernikahannya dan aku tidak mau itu terjadi,"
"Awalnya aku menganggap pernikahan ini hanya sebuah perintah saja. Namun ternyata aku punya tanggung jawab besar untuk Azizie dan Alvian yang artinya kebahagiaan, kenyamanan mereka berdua ada di tanganku. Aku dan Azizie akan menjalani pernikahan kami dengan normal. Jika dia sudah lulus sekolah. Karena semua itu ada waktunya," jelas Arhan
Ternya keputusan itu semua atas ide Arhan dan lagi-lagi dia melakukan semuanya untuk istrinya.
__ADS_1
"Kamu yakin?" tanya Herlambang.
"Saya yakin pah. Saya akan ke Milan dan Azizie tetap di sini. Biarkan dia seperti anak remaja pada umumnya," ucap Arhan dengan penuh penegasan.
"Baiklah Arhan. Jika memang itu yang kamu mau. Papa bangga sama kamu dan kamu tidak pernah egois dalam pernikahan ini. Kamu selalu mengalah dan membuang ego kamu demi Adara. Papa tidak pernah salah menikahkan kamu pada Adara. Walau Adara sering bertingkah dan membuat kamu marah. Tetapi kamu masih peduli kepadanya," ucap Herlambang dengan bangga pada Arhan.
"Terima kasih Arhan untuk semuanya," ucap Herlambang.
"Papa tidak perlu mengucapkan terima kasih. Papa cukup jaga Azizie dengan baik dan beri dia kebebesan dengan sewajarnya," ucap Arhan.
"Papa akan melakukan apa yang kamu ingin kan," sahut Herlambang.
Rekaman itu pun berakhir. Dan bibi menyimpan kembali ponselnya.
"Nona Adara sekarang paham kan. Jika mas Arhan melakukan semua ini untuk Nona Adara dan lagi-lagi untuk membuat Nona Adara bahagia," ucap Bibi.
"Jadi dia hanya tidak ingin aku berbeda dari anak-anak lain. Dia hanya ingin aku seperti anak SMA pada umumnya," gumam Adara.
"Benar Nona dan semua itu demi Nona Adara. Mas Arhan melakukan semua untuk kebaikan Nona. Dia tetap bertanggung jawab untuk den Alvian dan Nona Adara," ucap Bibi mengingatkan.
"Jadi sekarang Nona Adara. Jangan memikirkan hal yang terlalu jauh ya," ucap Bibi. Adara menganggukkan kepalanya yang sekarang sudah paham. Jika Arhan melakukan semuanya hanya untuk kebaikannya.
"Dia lagi dan lagi melakukan banyak hal kepadaku dan bahkan memikirkan perasaanku yang aku sama sekali tidak kepikiran hal seperti itu. Tetapi dia selalu berpikiran hal yang terkecil sekalipun," batin Adara.
Bersambung
...Jangan lupa terus di baca yang para readers setiap hari supaya saya semangat melanjutkan ceritanya....
__ADS_1
Bersambung