
Adara memasuki kamarnya dan langsung menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur dengan Adara yang menghela napasnya melihat langit-langit kamarnya.
"Hadiah! Apa iya aku harus minta hadiah padanya," gumam Adara yang kepikiran dengan perkataan Bibi.
"Hmmmm seharusnya memang aku harus meminta hadiah kepadanya. Itu hal yang wajib seperti apa yang di katakan Bibi tadi," batin Adara yang kepikiran dengan apa yang di katakan Bibi.
Adara tiba-tiba ingin sekali meminta hadiah dari Arhan suaminya. Adara duduk dengan cepat yang kembali menghela napasnya.
"Bagaimana caranya ya. Masa iya harus minta begitu saja tanpa ada basa-basi," batin Adara yang malah kebingungan cara meminta hadiah dari suaminya seperti apa.
Adara mengeluarkan ponselnya dari dalam saku seragam sekolahnya dan langsung mengetik pesan untuk Arhan. Pesan itu sangat lama di kirim. Benar-benar di hapus. Karena Adara benar-benar bingung bagaimana cara mengirim pesan dengan tulisan yang pas. Adara tidak ingin Arhan malah berpikiran yang tidak-tidak kepadanya. Adara benar-benar sangat gugup dan benar-benar takut.
Adara juga takut di anggap sangat agresif dengan hal yang menggebu-gebu yang seharusnya tidak di lakukan Adara. Aneh sih Adara tidak pernah seperti itu kepada pria manapun. Tetapi dengan Arhan ada perasaan aneh yang membuatnya seperti wanita yang penuh dengan tantangan.
"Aduh apa yang harus aku tulis ya? Adara ayo berpikir?" Adara bergerutu sendiri yang frustasi sendiri dalam mengirim pesan untuk Arhan. Namanyy juga Adara pasti anaknya sangat random.
"Non ini makannya," tiba-tiba bibi memasuki kamar dengan membawa nampan untuk Adara.
"Makasih Bi. letakkan saja di meja," sahut Adara.
Bibi mengangguk dan langsung melakukan apa yang di perintahkan Adara. Namun Bibi tiba-tiba Bibi melihat tingkah Adara yang gelisah yang sibuk dengan ponselnya.
"Non Adara kenapa?" tanya Bibi heran.
"Adara mau minta hadiah dari Arhan. Tetapi Adara bingung caranya bagaimana. Tidak tau mau tulis apa," jawab Adara dengan polosnya yang membuat Bibi tersenyum mendengarnya.
Adara sadar jika dia keceplosan dan Adara langsung menutup mulutnya dengan tangannya dan melihat Bibi yang senyum-senyum.
"Isssss Bibi," sahut Adara yang kesal sendiri yang seperti di ejek Bibi. Adara memang kalau di depan orang suka sok jual mahal.. Ujung-ujungnya saran dari Bibi di lakukannya.
"Bibi jangan punya pikiran ya. Kalau Adara itu agresif. Adara itu hanya mendengarkan apa saran Bibi. Jadi jangan pikir yang aneh-aneh. Dan ini itu wajar," ucap Adara menegaskan pada Bibi. Bibi hanya tersenyum gemes melihat Adara sudah kecantol dengan Arhan. LDR membuat Adara benar-benar bucin apalagi kalau dekat-dekatan. Bibi pasti membayangkan dunia ini hanya milik Adara.
"Iya-iya Nona Adara yang cantik. lagi pula Bibi tidak mikir apa-apa kok. Justru Bibi itu senang dengan Nona Adara yang mendengarkan apa kata Bibi yang artinya masukan Bibi sangat positif untuk Non Adara," ucap Bibi.
"Iya-iya deh Bi yang paling benar," sahut Adara dengan bibirnya yang miring kesamping.
__ADS_1
"Ya sudah sekarang bagaimana ini caranya. Adara nggak mau minta hadiahnya secarakan langsung. Adara juga masih punya harga diri," ucap Adara masih aja gengsian dan membentangkan kuat harga dirinya.
"Jadi mau Bibi bantuin nih?" tanya Bibi yang menawarkan bantuan.
"Ya mau dong Bi," sahut Adara dengan menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah Non kalau begitu. Biar Bibi yang menelpon mas Arhan dan mengatakan semuanya," ucap Bibi.
"Benar?" tanya Adara dengan memastikan.
"Iya dong," sahut Bibi.
"Tapi harus pakai basa-basi ya. Jangan sampai dia berpikiran. Jika Adara yang terlalu menggebu-gebu untuk mendapatkan hadiah darinya," tegas Adara.
"Iya Nona. Tenang saja. Masalah itu Bibi ahlinya," sahut Bibi dengan yakin.
"Yes! Bibi memang paling terbaik," sahut Adara yang kesenangan. Bibi hanya mendengus dengan senyuman melihat Adara yang sangat ceria dan sekarang lebih santai.
*******
Hari ini adalah hari ulang tahun Adara yang ke 18 tahun. Hari ini juga sekalian merayakan kelulusan Adara dan pasti nilai Adara yang paling tinggi.
Banyak yang datang di hari ulang tahunnya yang mewah teman-teman satu sekolahnya terutamanya yang pasti ada Noni sahabat dekatnya. Ada juga Brian dan banyak yang lainnya.
Pesta ulang tahun yang mewah itu di adakan di rumahnya di dekat kolam renang. Dengan balon-balon yang sudah di tiup dan yang pasti sangat mewah dan semua itu Bibi yang mengatur. Karena sejak dulu Adara hanya percaya pada Bibi dan pekerjaan Bibi selalu beres.
Adara sendiri memakai gaun pink di bawah lututnya. Rambutnya yang tata dengan cantik dan terdapat gelombang-gelombang kecil di bagian bawahnya. Adara yang benar-benar sangat cantik. Sesuai dengan tema pesta malam ini tema Berbie dan kue ulang tahun juga yang ada Barbie nya.
"Happy birthday to you,"
"Happy birthday to you,"
"Happy birthday to you,"
"Happy birthday to you,"
__ADS_1
Nyanyian ulang tahun sudah terdengar dengan teman-teman Adara yang berkumpul semuanya dan di samping Adara juga ada Herlambang yang mendampingi putri semata wayangnya itu. Ada Mayang dan Lucia yang pasti dengan keterpaksaan berada di tempat acara tersebut.
Tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juga.
"Ayo Adara tiup lilinnya!" titah Herlambang.
Adara menganggukkan kepalanya dan sebelum tiup lilin Adara memejamkan matanya terlebih dahulu yang pasti berdoa dulu.
"Aku sangat bahagia dengan kehidupan ku yang sekarang. Aku tidak pernah menyesal apa yang terjadi padaku. Di usiaku yang masih muda. Aku sudah memiliki suami dan anak yang tampan. Aku berharap aku bisa menjadi ibu yang baik juga......" Dalam doanya yang di dalam hatinya ada kalimat yang tidak di lanjutkannya ya tiba-tiba saja dia sangat ragu melanjutkan kalimat tersebut.
"Dan menjadi istri yang baik," ternyata Adara tetap melanjutkan kalimat tersebut yang berdoa untuk pernikahan dan rumah tangganya.
Setelah selesai berdoa Adara langsung menutup lilin tersebut dengan senyumnya yang mereka.
Prok-prok, prok, prok prok prok prok prok.
Adara mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari teman-temannya.
"Sekarang nyanyi potong kuenya," sahut Noni yang memimpin teman-temannya memberikan arahan.
Potong kuenya, potong kuenya, potong kuenya sekarang juga, sekarang juga, sekarang juga.
"Adara pun langsung memotong kue tersebut dan memberikan potongan pertama untuk sang ayah.
"Selamat ulang tahun ya Adara," ucap Herlambang yang memeluk Adara dan juga mencium kening Adara.
"Makasih pah sudah melakukan yang terbaik untuk Adara selama ini. Maaf Adara belum bisa membanggakan papa," ucap Adara.
"Iya sayang. Bagi papa kamu sudah menjadi kebanggan papa dan semakin kamu semakin dewasa dan banyak berubah itu sudah cukup untuk papa. Yang terpenting bagaimana kamu belajar dari kesalahan," sahut Herlambang yang mengusap-usap pucuk kepala Adara.
"Makasih pah," sahut Adara dengan matanya yang berkaca-kaca.
Adara melihat di sekitarnya dan melihat bibi yang menggendong Alvian. Adara tersenyum dan berjalan mendekati Bibi. Pandangan mata semua orang melihat ke arah Adara. Dia mana Adara mengambil sedikit kue dengan jarinya dan memberikan pada Alvian dan Adara mencium Alvian putranya itu dengan Alvian yang tertawa-tawa.
Bersambung
__ADS_1