
"Kamu yakin mau menikah muda?" tanya Adara yang benar kaget dengan perkataan Noni.
"Iya aku tau kamu pasti kaget. Tetapi sepertinya menikah muda itu enak. Aku pengen nikah muda, punya anak di usia masih mudah," ucap Noni menghayal dan Adara tersenyum mendengar kata-kata sahabatnya itu.
"Iya-iya Adara. Aku tau kamu pasti menganggap aku gila. Karena dalam pikiran kamu menikah muda itu tidak ada. Padahal ya menikah muda itu pasti seru dan pasti sangat happy," sahut Noni yang mengangguk-angguk saja.
Adara tersenyum mendengar perkataan Noni yang mengkhayal masalah pernikahan.
"Tapi aku sudah menikah Noni, sudah mempunyai anak dan kamu benar menikah di usia muda membuatku sangat bahagia dan sangat Happy. Hanya saja aku dan dia harus LDR dulu. Karena setelah lulus sekolah nanti kami akan menjalani pernikahan yang serius, pernikahan yang semestinya yang akan kami jalani," batin Adara senyum-senyum sendiri yang kelihatan tidak sabaran untuk menunggu kelulusannya nanti yang mungkin akan menjadi jalan yang terbaik untuknya.
"Woy Adara!" tegur Noni mengibaskan telapak tangannya pada Adara membuat Adara terkejut.
"Malah senyum cengengesan. Kenapa pengen nikah muda juga ya," tebak Noni. Adara menjawab hanya dengan mengangkat ke-2 bahunya dengan dia yang masih saja senyum-senyum.
"Issss aneh," sahut Adara dengan kesal yang membuat Noni jadi heran dengan Adara yang senyum-senyum cengengesan yang pasti banyak hal yang di lakukannya.
"Ehemmmm!" Tiba-tiba Brian menghampiri meja mereka yang asyik mengobrol.
"Boleh gabung?" tanya Brian pada 2 wanita itu.
"Oh boleh Brian, duduk sini!" sahut Noni yang tidak masalah sama sekali.
"Makasih! Kalian lagi membicarakan apa sih? Serius amat!" ucap Brian.
"Bicara masalah kelulusan sekolah dan lanjutan kuliah. Sekalian membicarakan masalah menikah muda," jawab Noni.
"Oh iya memang siapa yang mau menikah muda?" tanya Brian.
"Ya tidak ada sih. Kalau ada jodohnya kenapa tidak. Karena menikah muda juga bukan hal yang sulit," jawab Noni.
"Iya sih. Untuk apa di tunda-tunda kalau jodohnya sudah ada," sahut Brian.
"Kamu sendiri bagaimana Brian mau menikah muda?" tanya Noni.
"Jika wanita yang mau di ajak menikah mau kenapa tidak?" sahut Brian yang melihat ke arah Adara. Namun Adara santai dengan makanannya.
"Hmmmm, gitu toh," sahut Noni senyum-senyum yang tau maksud Brian.
__ADS_1
"Gimana Adara?" tanya Noni tiba-tiba.
"Gimana apanya?" Adara balik bertanya dengan heran.
"Mau tidak menikah muda. Tuh di tanya Brian," goda Noni dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Apa sih Noni, kapan aku bertanya," sahut Brian panik dengan ke rendaman Noni yang membuatnya jadi gugup
"Tau nih Noni pikirannya memang semakin aneh," sahut Adara geleng-geleng.
"Becanda kali," sahut Noni.
Mereka bertiga senyum-senyum dan sembari makan. Ternya kesenangan mereka ber-3 di saksikan Lucia dari kejauhan yang melihat hal itu dengan tangannya yang terkepal.
"Dia sudah melahirkan dan sudah kembali bebas makanya bisa sesombong itu. Sial, aku tidak akan membiarkan dia dekat-dekat dengan Brian. Semakin lama dia semakin kecentilan dengan Brian. Benar-benar tidak bisa di biarkan," umpat Lucia dengan penuh kemarahan melihat Adara dan Brian yang semakin dekat. Bagaimana tidak Brian adalah laki-laki yang di sukainya dan Adara yang sudah kembali sekolah. Kembali dekat-dekat dengan Brian. Jadi jelas dia marah
***********
Adara keluar dari kamar mandi sekolah dan di depan ada Livia yang berdiri dan bersandar pada dingding dengan kedua tangannya di silangkan dan kedua tangannya berada di dadanya.
"Enak banget udah melahirkan dan sekarang bisa kembali bebas," sindir Lucia dengan sinis membuat langkah Adara terhenti menoleh ke arah Lucia yang membuat Adara terkejut.
"Kenapa memangnya? Takut!" sahut Lucia kesal dan terlihat menantang Adara yang sudah menyimpan kemarahan yang begitu besar pada Adara.
"Aku tidak ingin ribut dengan kamu Lucia. Jadi terserah kamu," ucap Adara yang melihat di sekitarnya banyak siswa-siswi berlewatan membuat Adara malas ribu dan lebih baik pergi.
"Hamil dan punya anak," ucap Lucia membuat langkah Adara terhenti.
Adara melihat di kanan kirinya dan orang-orang yang berjalan yang tidak sengaja mendengar kata-kata Lucia menatap heran dan melihat ke arah Adara dengan pertanyaan.
Adara yang panik mencoba tenang dan langsung kembali menghadap Lucia.
"Apa yang kamu katakan Lucia?" tanya Adara yang bicara pelan-pelan yang takut ada yang mendengar.
"Kenapa? takut!" tantang Lucia dengan menyunggingkan senyumnya.
"Kamu tidak mau mengakui. Kalau kamu itu," Lucia mendekatkan mulutnya pada telinga Adara.
__ADS_1
"Hamil di luar nikah dan sudah menikah dan punya anak," bisik Lucia membuat Adara terdiam dengan napasnya naik turun dan tangannya yang terkepal.
Pembicaraan Lucia dan Adara yang begitu dekat yang membuat orang-orang penasaran. Jadi bingung sendiri dan sangat kepo dengan pembicaraan ke-2 orang itu.
Melihat ekspresi Adara yang seperti itu membuat Lucia tersenyum penuh dengan kemenangan di hadapan Adara.
"Lucia cukup!" tegas Adara dengan suara pelannya.
"Kenapa? Kan tidak mau mengakui kalau kamu hamil hah! Kamu tidak mau mengakui anak kamu yang memang sudah ada. Suami kamu hah!" ucap Lucia menekan suaranya.
"Lucia hentikan kata-kata kamu!" Adara semakin panik yang takut semakin banyak orang yang penasaran dan pasti dirinya yang tertuduh.
"Aku sudah mengatakan kepada kamu. Orang seperti kamu itu tidak pantas untuk dekat-dekat dengan Pria lain. Karena kamu wanita yang sudah bersuami. Jangan sampai aku kehilangan kesabaran dan akan mengatakan kepada semua orang di sekolah. Siapa kau sebenarnya!" ancam Lucia.
"Kenapa kamu melakukan semua ini? Kamu ingin mempermalukan ku?" tanya Adara.
"Makanya punya rasa malu dan tau diri sedikit. Kalau sudah punya ikatan jangan bertingkah dan melakukan semua sesuka hati kamu," ucap Lucia mengingatkan.
"Kau dengar Adara. Jika aku melihatmu berani tertawa-tawa dan begitu dekat dengan Brian. Maka semua orang di sekolah ini di pastikan akan tau bagaimana kamu dan siap-siap aja kamu akan mendapatkan balasan yang setimpal. Kamu akan kehilangan muka," ancam Lucia dengan mendorong dada Adara dengan 1 jarinya membuat Adara mampu mundur ke belakang.
Lucia pun langsung meninggalkan tempat tersebut. Sementara Adara hanya diam saja yang tidak dapat mengatakan apa-apa.
"Siapa yang hamil Lucia?" tiba-tiba ada salah satu murid yang bertanya pada Lucia. Adara mendengarkan pertanyaan itu membuat Adara menelan salivanya yang penuh dengan ketakutan.
"Lucia?" tanya wanita itu. Lucia menyunggingkan senyumnya melihat ke arah Adara.
"Ada deh," sahut Lucia yang sengaja membuat orang-orang penasaran.
"Kok gitu sih. Kenapa kamu nggak kasih tau?" tanya wanita itu yang semakin penasaran.
"Sengaja tidak ingin memberi tahu. Biar kalian penasaran yang penting di sekolah kita ini ada salah satu murid yang hamil," ucap Lucia yang menyindir Adara.
"Wau itu gosip heboh?" sahut wanita itu.
"Ini memang gosip yang sangat heboh. Baiklah aku pergi dulu," sahut Lucia dengan melambaikan tangannya dan langsung pergi.
"Adara kamu tau siapa orang yang di maksud Lucia?" tanya wanita itu yang memang begitu penasaran.
__ADS_1
"Tidak! Aku tidak tau sama sekali," jawab Adara berusaha untuk tenang dan langsung pergi.
Bersambung