Trio Tangguh Dan Elena

Trio Tangguh Dan Elena
Bab 13 Investigasi


__ADS_3

Hari Kamis pagi sekitar jam 6, Dimas datang ke rumah keluarga Arya untuk menjemput Arya menuju bandara.


"Hei Dims, thanks ya udah mau jemput"


"Aku sih cuma ikut mobil aja, yang bawa mobil kan Pak Darmo. Abis kalau bawa sendiri takut ngantuk."


"Iya bener juga. Pak Darmo makasih ya pagi-pagi udah mau di repotin Dimas buat anter Arya"


"Ga apa-apa, den. Udah tugas saya" Ujar Pak Darmo sambil tersenyum.


"Dims, ngomong-ngomong kamu udah mandi belum?"


"Sembarangan, udah mandi dong akuu... Emang ga kecium apa wangi aku?"


"Dih, ngapain aku cium-cium body kamu? Geli ih... Mending cium Momo... Hahaha...!"


"Kan.. Kan.. Kamu nih pagi-pagi udah bikin kesel aja!"


"Ya, maaf deh... Nanti kalau kamu ngambek repot bisa-bisa aku di turunin di pinggir jalan lagi... Hehehe... Anyway Dims, kemarin siang Tev telepon aku waktu kamu lagi meeting."


"Iya dia juga chat aku katanya detailnya tanya kamu aja, ya'. Jadi, Tev bilang apa?"


"Sebenarnya Tev udah curiga sama Aldo. Aku juga sih sebenarnya, cuma aku ga enak ngomong ke Tev. Kemarin katanya Aldo bilang ke kantor mau ke kantor cabang Surabaya, taunya dia ke Singapura."


"Oh ya? Tev taunya darimana?"


"Tev nyuruh orang buat ikutin Aldo. Namanya Pak Rami. Saat ini Pak Rami juga lagi ikutin Aldo ke Singapura"


"Oh gitu... Yang penting kamu sama mas Akash hati-hati aja ya'. Kita ga bisa meremehkan Aldo. Aku yakin ia di sana dia dibantu sama orang lain"


"Iya Dims, aku juga mikirnya begitu"


Setelah mengantarkan Arya ke bandara, Dimas kembali ke rumah untuk bersiap-siap berangkat ke kantor.


**


Arya tiba di Singapura sekitar jam 9 pagi. Ia di jemput oleh asisten Prakash. Setelah check-in di hotel, Arya meminta asisten Prakash untuk menunggu sebentar karena setelah ini ia akan langsung ke kantor Prakash.


Setelah tiba di kantor Prakash, Arya menceritakan tentang Aldo dari percakapannya sebelumnya via telepon dengan Steven.


"Begini ya', pembobolan tersebut di perkirakan terjadi dua hari yang lalu. Tapi mas cek CCTV selama waktu itu tidak ada yang mencurigakan"


"Selain mas Akash yang bisa mengakses data perusahaan siapa aja, mas?"


"Ada General Manager yang bernama Miss Erin dan Manager HRD yang bernama Mr. Chang."

__ADS_1


"Sudah di tanya belum mas dua hari yang lalu sama mereka?"


"Sudah. Tapi sepertinya semua kegiatan berjalan normal."


"Hmm... Sepertinya pelakunya sudah merencanakan ini dengan matang. Mas bisa tolong anter aku ke bagian security ga?"


"Kamu masih ada yang mau di tanya lagi ke mereka?"


"Iya. Aku hanya mau pastikan aja, mas"


"Oke, aku antar kesana sekarang"


**


Arya dan Prakash kembali mengecek CCTV dua hari yang lalu. Tidak ada yang aneh. Kemudian Arya mencocokan CCTV di ruangan Miss Erin dan Mr. Chang di jam makan siang.


"Miss Erin sepertinya tidak makan siang dua hari yang lalu, mas. Aku lihat disini selama sejam dia masih berada di ruangannya."


"Berarti kita harus interogasi Miss Erin lagi ya' karena setahu mas dia ga pernah telat makan siang karena dia punya penyakit maag"


Kemudian Arya bertanya kepada pimpinan security yang bernama Mr. Brant.


"Excuse me, Mr. Brant. Dua hari lalu yang mengawasi CCTV di ruang ini siapa ya?"


"Oh, itu Mr. Neru. Tapi kemarin ia cuti karena ia mau pulang kampung, katanya ibunya sakit keras"


"Oke, noted. Nanti mas infoinfo alamatnya. Ayo kita ke ruangan mas dulu sambil panggil Miss Erin"


"Iya, mas"


"Menurut kamu orang dalam terlihat seperti Miss Erin dan Mr. Neru?"


"Sepertinya sih begitu, mas. Tapi aku harus pastikan dulu"


"Tadinya mas memang curiga sama Mr. Neru. Tapi alasan dia tidak masuk hari ini adalah cuti. Kalau dia mengundurkan diri mungkin bisa jadi dia terlibat. Makanya mas jadi batal curiga sama dia"


Tak lama kemudian, sekretaris Prakash memberitahu via intercom kalau Miss Erin sudah datang.


"Baik, suruh Miss Erin masuk. Terima kasih, Nine"


"Ya, Pak"


"Sekretaris mas Akash namanya Nine? Unik ya namanya."


"Iya memang. Nama lengkapnya lebih unik lagi. Kamu mau tau ga?"

__ADS_1


"Ninety Seven. Tau ga kenapa? Karena dia lahir tahun 1997! Unik ya?"


Arya ikut tertawa bersama Prakash sambil melirik Nine yang bingung kenapa Bos dan tamunya tertawa.


Tak lama kemudian, Miss Erin masuk.


"Silakan duduk, Erin"


"Ya, Pak. Ada yang bisa di bantu?"


"Maaf saya hanya ingin bertanya. Apakah dua hari yang lalu kamu makan siang di jam biasa?"


"Iya, Pak. Saya justru makan siang agak lebih awal karena saya sedang kedatangan tamu"


"Benarkah? Apakah saya boleh tamu siapa tamunya? Maksud saya apakah tamu kamu ada hubungannya dengan pekerjaan atau tamu pribadi?"


"Tamu pribadi, Pak. Dia teman kencan saya yang kebetulan sedang kesini untuk mengajak makan siang bersama"


"Baik, kalau begitu Terima kasih, Miss Erin. Kamu boleh kembali bekerja"


"Baik, Terima kasih Pak.


Sebenarnya Arya masih ingin bertanya tentang teman kencan Miss Erin, tapi ia takut Miss Erin curiga.


"Kamu masih penasaran ya sama Miss Erin? Prakash bisa melihat kalau dari ekspresi muka Arya kalau ia masih penasaran.


" Iya, mas. Tapi takut dia curiga. Aku sepertinya mau ikuti dia. Sedikit lagi waktu makan siang, kan?"


"Iya. Kamu mau mas temani?"


"Ga usah, mas. Aku sendiri aja. Takutnya dia malah tambah curiga. Aku akan amati dari jarak jauh supaya ga ketauan nanti"


"Ya sudah, tapi hati-hati ya. Kalau ada apa-apa segera kabari mas"


"Iya mas."


**


Akhirnya waktu makan siang tiba. Tepat jam 12 siang Miss Erin keluar kantor. Kemudian ia di jemput oleh seseorang di depan kantor. Arya belum bisa melihat wajah orang itu karena dari jauh hanya terlihat punggungnya saja.


Mereka berjalan kaki menuju sebuah restoran di dekat kantor. Setelah tahu letak duduk mereka, barulah Arya memasuki restoran. Ia memesan tempat duduk agak jauh jaraknya dari mereka.


Ketika sedang memesan makanan, pria itu mendongakkan kepalanya. Ternyata dugaan Arya benar. Pria itu adalah Aldo. Kemudian Arya memotret Aldo dan Miss Erin dengan kamera yang di perbesar karena jarak mereka cukup jauh.


Sepertinya Aldo hanya memanfaatkan Miss Erin untuk mencapai tujuannya karena ia adalah salah satu dari dua orang selain Prakash yang bisa mengakses data perusahaan.

__ADS_1


Arya memutuskan untuk tidak memberitahu Steven dulu mengenai saudara tirinya yang adalah pelaku pembobolan data perusahaan Loekito Corp di Singapura.


Setelah Miss Erin dan Aldo selesai makan siang, barulah Arya keluar dari restoran. Lalu ia kembali ke kantor Prakash untuk melaporkan apa yang baru saja ia lihat.


__ADS_2