Trio Tangguh Dan Elena

Trio Tangguh Dan Elena
Bab 74 Rencana Healing ke Bali


__ADS_3

Di hari Kamis pagi, Arya terlihat sedang membicarakan sesuatu dengan Dimas di ruangannya.


"Aku yakin sih Tev nembak Elena. Kayaknya muka Elena juga berseri-seri"


"Sok tahu kamu, Dims!"


"Aku kan pakar cinta"


"Pakar cinta kok masih jomblo?"


"Aku kan lagi tunggu " The one". Jodoh terbaik buat aku yang orangnya bener, ga kayak Nine, Diva, atau Viera"


"Makanya berhenti main-main, Dims!"


"Iyalah, nanti kalau ketemu yang cocok juga aku ga main-main. Anyway, kamu ga patah hati kalau Elena akhirnya jadian sama Tev?"


"Bukannya kamu yang seharusnya patah hati karena dari awal mau bersaing secara sehat sama Tev?"


"Iya sih, tapi aku ikhlas asal mereka bahagia. Lagipula sejak putus dari Viera, aku udah ga ada keinginan untuk kejar Elena."


"Emang kenapa, Dims?"


"Aku rasa Elena pantas dapat yang lebih baik dari aku"


"Wow... Tumben... Biasanya pede banget"


"Aku cuma ngerasa aku terlalu brengsek buat Elena"


"Jangan gitu, Dims. Kamu juga punya value kok. Buktinya waktu kasus Nine, Elena tetap anggap kamu adalah pemimpin yang baik di perusahaan"


"Iya sih... Jadi, kamu patah hati ga kalau Elena sama Tev jadian?"


"Ngga, aku juga sama kayak kamu. Ikut bahagia asal mereka bahagia"


"Dasar pembohong" Ujar Dimas sambil memanyunkan bibirnya.


"Ish, ngapain juga aku bohong?"


"Kamu kan juga suka sama Elena cuma kamu kegedean gengsi! Tev bilang kok ke aku waktu kalian berkelahi tempo hari!"


"Aku kan mengakui perasaanku cuma agar Tev mau ngaku kalau dia lagi sakit, Dims"


"Yeah... Yeah... Terus aja denial!"


"Anyway, hari Senin besok tanggal merah nih. Aku ada rencana mau ke Bali ngecek toko, sekalian ajak kalian juga supaya Tev bisa relax sebelum mulai di biopsi minggu depan. Kamu lagi ada acara ga Dims mulai dari Jum'at sore sampai Senin?"


"Ga ada kayaknya, aku kan Jomblo seperti yang kamu bilang"


"Oke deh, berarti tinggal nanya Tev, sama Elena juga"


"Kamu mau sekalian ajak Elena juga, ya'?"

__ADS_1


"Iya, aku kan udah janji mau ajak dia kalau nanti ada tanggal merah di hari Jum'at atau Senin."


"Tapi lebih baik ajak satu perempuan lagi deh biar nanti pas di hotel Elena ga sendirian"


"Iya juga ya. Tapi siapa dong, Dims?"


"Mmmm... Oiya, teman Elena yang karyawannya Tev siapa namanya?"


"Oh maksud kamu si Celine ya?"


"Nah iya itu. Ajak aja dia"


"Oke deh, nanti kita bilang ke Elena sambil makan siang bareng. Coba kamu tanya ke Elena via intercom, Dims"


"Kenapa harus aku? Kenapa ga kamu aja?"


"Kan kamu bosnya! Kalau aku kan bukan bosnya langsung"


"Sama aja kalii... "


Tapi akhirnya Dimas tetap menghubungi Elena via intercom. Elena pun menyanggupi ketika di ajak makan siang bersama.


**


Istirahat makan siang pun akhirnya tiba. Dimas dan Arya lalu memberitahukan kepada Elena tentang keinginan mereka untuk mengajak Elena ke Bali. Elena pun setuju asalkan Dimas atau Arya meminta izin terlebih dahulu kepada kakek dan nenek Elena.


Elena kemudian menghubungi Celine untuk ikut mengajaknya ke Bali. Celine menjawab dengan alasan yang sama seperti Elena, kalau ia akan ikut setelah meminta izin kepada kedua orang tuanya.


"Iya, pastinya kita juga ajak dia sekalian healing sebelum Tev di biopsi minggu depan. Tev udah cerita kan soal penyakitnya ke kamu?" Tanya Arya


"Iya, dia udah cerita" Elena menjawab sambil menunduk sedih.


"Aku harap koh Steve benar-benar bisa sembuh seperti yang dia bilang ke aku" Ujar Elena lagi.


"Iya, kamu tenang aja. Dia pasti bisa sembuh kok" Ujar Arya.


"Jadi... Elena... Kamu udah jadian ya sama Tev... Aduh, Arya! Kenapa kamu injak kaki aku sih?" Dimas yang kepo mengaduh karena Arya sengaja menginjak kakinya.


"Lagian kamu ga sopan nanya kayak gitu!"


"Aku kan cuma pengen tau, emang ga boleh?"


"Ga bolehlah, biar itu jadi urusan mereka!"


"Halah, kamu aja yang sok cuek padahal pengen tau juga kan jawaban Elena?"


"Ngga, aku sih biasa aja ga kepo kayak kamu!"


"Ya udah kalau gitu aku ga usah jawab yaaa..." Ujar Elena


"Eh, jawab dooong... Jangan sampai aku penasaran nanti bisa bisulan!" Ujar Dimas mulai asal.

__ADS_1


"Apa hubungannya coba?" Arya jengkel mendengar ucapan Dimas.


"Elena jawab dong jangan ketawa aja!"


"Abis mas Dimas lucu! Hehehe... Kalau mau tau jawabannya kenapa ga tanya koh Steve aja?"


"Tev tuh sama si Arya sama aja, El. Kalau apa-apa harus di tanya paksa dulu baru di jawab, makanya aku nanya ke kamu"


"Oh gitu ya?"


"Iya gitu, sekarang jawab dong kamu udah jadian atau belum sama Tev?"


"Belum, aku belum jawab"


"Emang kenapa?"


"Dims, udah dong keponya. Biar itu jadi urusan mereka. Aku mau makan dengan tenang nih, kamu berisik banget sih dari tadi!"


"Kamu kalau mau makan ya makan aja. Aku lagi ngomong sama Elena, jangan ganggu!"


Dan mereka masih terus berdebat sampai waktu istirahat makan siang selesai.


**


Ketika waktunya untuk pulang, Dimas dan Arya mengantarkan Elena ke rumah seperti rencana mereka untuk sekalian meminta izin kepada kakek dan nenek mengenai rencana kepergian mereka ke Bali.


Sudah beberapa hari ini memang Dimas dan Arya berangkat dan pulang bersama karena mereka sekalian memikirkan rencana Steven yang beberapa agak sulit untuk di wujudkan.


Setibanya di rumah kakek dan nenek Elena, mereka kemudian berbincang-bincang di ruang tamu.


"Arya sebelumnya minta maaf kek karena tidak bisa ajak kakek sama nenek"


"Iya, kondisi kakek memang tidak memungkinkan untuk ke Bali yang banyak pantai. Masa iya pakai kursi roda mau jalan-jalan di pasir? Ga apa-apa, biar Elena aja yang mewakili kakek. Sebenarnya kalau nenek mau ikut Elena juga pasti kakek izinkan, nanti kalau ada apa-apa kakek bisa minta tolong sama Sapri dan DJ."


"Nenek ga mungkin ikut juga kek, kalau kakek ga ikut. Masa iya nenek jalan-jalan dan senang-senang sama Elena sementara kakek disini sendirian. Pasti nenek bakal kepikiran terus sama kakek"


"Ah... Kakek sama nenek ini romantis ya, kayak mama sama papa aku. Makanya papa aku pensiun bukan karena sakit, tapi karena ingin berduaan terus sama mamaku. Setelah aku menggantikan papa di perusahaan, kedua orang tuaku malah bulan madu keliling dunia"


"Wah iya, luar biasa ya papa sama mama kamu" Ujar kakek dengan takjub.


"Iya kek, Alhamdulillah kedua orang tuaku masih sehat sampai sekarang. Pengen sih kayak mereka, tapi sayang... "


"Sayang kenapa, nak Dimas?"


"Sayang sampai sekarang Dimas masih jomblo kek, alias belum ada yang mau jadi pacar dia" Arya menimpali sebelum Dimas menjawab.


"Kamu nih main samber aja! Aku kan baru mau jawab!"


"Tapi emang bener kan jawaban aku paling sama aja kayak kamu!"


Lagi-lagi mereka berdebat dan membuat Elena beserta kakek dan neneknya tertawa sambil geleng-geleng kepala.

__ADS_1


__ADS_2