
Hari Kamis pagi Elena sudah sampai di Kantor Loekito Corp. Ia tiba jam 8 pagi dan memang sengaja datang lebih awal untuk bekerja setelah 2 hari absen. Selain itu, bosnya yang tak lain adalah Dimas, selalu datang pagi sebelum jam 9.
Di lantai tempat ruangan Dimas berada, tiap tamu yang datang sebelum masuk ke ruangan Dimas terdapat ruangan depan tempat tamu menunggu yang terdiri atas beberapa sofa. Di dekat sana ada beberapa meja kerja staf seperti meja sekretaris milik Elena, meja staf umum senior milik mba Cindy, dan staf meja asisten pribadi milik Redi.
Elena adalah orang yang pertama datang di hari itu. Tak lama kemudian, Redi dan mba Cindy datang.
"Enak kamu ya bisa seenaknya ga masuk ketika kerjaan lagi banyak-banyaknya, trus sekarang datang dengan muka ga berdosa!" Ujar Redi dengan sinis.
"Redi, apa-apaan sih pagi-pagi udah nyemprot anak orang! Kamu belum sarapan ya sampe sewot begitu ngomongnya?" Ujar mba Cindy yang blak-blakan tapi hatinya sebenarnya baik.
"Aku kesel aja mba sama Elena yang baru kerja aja udah seenaknya gini. Mentang-mentang punya bos baik tapi malah seenaknya manfaatin kebaikan Pak Dimas!"
"Maaf mas, aku ga bermaksud begitu. Lain kali ga aku ulangi lagi makanya aku datang lebih pagi untuk menyusul kerjaan yang tertinggal"
"Udah Elena, si Redi ga usah di tanggepin. Lagipula selama ini aku yang handle kerjaan kamu tapi aku ga sewot kayak Redi" Ujar mba Cindy sambil melotot ke arah Redi yang masih memasang muka cemberut.
Tak lama kemudian, terdengar langkah kaki dari arah lift. Sepertinya Dimas sudah datang. Mba Cindy, Elena, dan Redi langsung mengakhiri pembicaraan dan kembali ke meja masing-masing.
Dimas yang masuk ruangan dan melihat Elena langsung tersenyum sumringah.
"Hei Elena, welcome back! Aku senang lihat kamu akhirnya memutuskan untuk datang hari ini" Ujar Dimas masih sambil tersenyum.
"Iya Pak, saya mau mengejar ketertinggalan pekerjaan. Maaf kemarin-kemarin sudah merepotkan" Ujar Elena sambil menunduk hormat ke Dimas.
"Ga apa-apa, Elena. Saya masuk ruangan saya dulu ya! Nanti tolong cek jadwal saya, ya. Kayaknya jam 11 nanti saya ada meeting tapi lupa sama siapa."
"Baik, Pak. Nanti saya cek."
Setelah itu mereka kembali ke pekerjaan masing-masing.
**
Hari Jum'at pagi Arya datang ke ruangan Dimas. Walau sedang tidak ada pekerjaan di hari Jum'at Arya selalu datang untuk mengajak Dimas sholat Jum'at di mesjid dekat kantor.
Sebelum memasuki ruangan Dimas, Arya melihat Elena yang sudah mulai masuk kerja. Hatinya berdebar, tapi ia juga tidak mungkin menghindar lagi.
"Selamat pagi, Elena"
"Selamat pagi, Pak Ksatria"
Mba Cindy yang duduk tak jauh dari Elena merasakan ketegangan di antara Elena dan Arya.
__ADS_1
"Pak Dimas ada?"
"Ada, Pak. Ia sedang menelepon klien."
"Oke, saya masuk dulu ya. Saya tunggu sampai dia selesai menelepon di dalam"
"Iya Pak"
Elena menghela nafas setelah Arya masuk ke ruangan Dimas. Mba Cindy yang sejak tadi memperhatikan mulai membuka percakapan.
"Pelan-pelan Elena, semua butuh proses. Lama kelamaan semuanya akan membaik. Pak Ksatria orang baik, mba sudah lama kenal dia sebelum Pak Dimas menggantikan ayahnya disini. Beri dia kesempatan, oke?"
"Eeh... Iya mba, Terima kasih sarannya"
Mba Cindy hanya menjawab dengan senyum kecil dan anggukan kepala.
Dimas menoleh ke arah pintu ketika Arya masuk. Karena ia masih menelepon seseorang, Dimas hanya memberi isyarat kepada Arya untuk duduk. Setelah selesai menelepon, Dimas mendekati Arya dan mulai bicara.
"Banyak kerjaan ga hari ini? Ga nelepon berarti aku bisa santai kan hari ini?" Ujar Arya sambil menyeringai. Arya memang tidak setiap hari datang ke kantor. Ia hanya datang ketika Dimas membutuhkannya. Untuk itu ia tidak mau di sediakan ruangan khusus untuknya karena baginya itu hanya pemborosan.
"Ga terlalu banyak sih di banding kemarin. Gimana? Udah ketemu Elena ya tadi?"
"Udah. Kemarin dia udah maafin aku dan dia ga mau aku mengundurkan diri. Tapi sikapnya masih kaku sih tadi"
"Iya. Tapi sementara ini aku request meeting luar kantor aku yang pegang. Supaya aku ga terlalu sering ketemu dulu sama dia."
"Gitu ya? Aku sih ga masalah. Tapi kamu perlu Redi sebagai pendamping. Ga bisa sendiri. Kalau aku masih bisa handle disini kamu ajak aja Redi"
"Oke, nanti liat situasi sama kondisi aja gimana, Dims."
"Oke deh, atur aja. Aku percaya sama kamu, ya'
"Iya, Dims"
Sekitar jam 11 Steven datang ke kantor Dimas.
"Eeng... Elena, tolong bilang Pak Dimas kalau saya datang ya" Ujar Steven sambil terbata-bata karena gugup.
"Baik, Pak" Lalu Elena menghubungi Dimas yang sedang bersama Arya via intercom.
"Maaf Pak.. Pak Steven sedang ada disini ingin bertemu dengan Bapak"
__ADS_1
"Iya, suruh masuk aja, Elena. Lain kali kalau Steven sama Arya kesini langsung suruh masuk aja ya ga usah di suruh tunggu."
"Maksudnya Pak Steven dan Pak Ksatria ya, Pak?"
Arya yang mendengarnya hanya geleng-geleng kepala.
"Iya, Pak Steven dan Pak Ksatria"
Setelah itu Elena mempersilakan Steven untuk masuk ke ruangan Dimas. Steven pun mengucapkan terima kasih masih sambil dengan suara terbata-bata.
" Hei, Tev! Ada apa? Tumben mau kesini ga nelepon dulu" Ujar Dimas.
"Eeeng... Kalian udah mau berangkat sholat Jum'at ya?"
"Belum sih, sedikit lagi paling sekitar 10 menitan lagi. Iya kan ya'?"
"Iya sekitar segitu lagi. Kamu udah siap buat besok, Tev?" Ujar Arya.
"Iya siap, udah latihan juga"
"Terus kesini mau makan siang bareng ya sama kita? Tapi kamu nunggu kita selesai sholat Jum'at dulu ga apa-apa, Tev?" Arya kembali bertanya.
"Iya aku mau makan siang, tapi... Itu... Eeeh... "
"Tapi kenapa, Tev? Tumben deh kamu gugup gitu?" Ujar Dimas bingung melihat ekspresi Steven.
"Itu... Akuu... Aku mau izin sama kamu mau ajak Elena makan siang, Dims."
"Haaah...!?" DImas dan Arya berteriak berbarengan karena terkejut.
"Iya, dia kan karyawan kamu jadi aku mau minta izin dulu sama kamu"
"Ooohh... Gitu ya... Ya udah ajak aja. Nanti aku panggil dia kesini terus aku sama Arya keluar dulu biar kamu bisa lebih leluasa dan santai ngobrolnya" Ujar Dimas.
"Oke deh. Yuk, kita keluar Dims." Ujar Arya menimpali Dimas.
Setelah Dimas dan Arya keluar, Dimas memberitahu Elena kalau Steven memanggilnya ke dalam.
"Memangnya ada apa ya, Pak?"
"Kamu ke dalam aja dulu, nanti juga tau sendiri. Saya sama pak Ksatria mau sholat Jum'at dulu ya"
__ADS_1
"Iya, baik Pak."
Lalu Elena masuk ke ruangan Dimas untuk bertemu Steven.