
Setelah capek bercanda dan berlarian di ruang VIP Cafe Sam, Trio tangguh kembali duduk dan termenung mengingat masa lalu mereka yang penuh warna.
"Arya, sebenarnya kamu tahu ga alasan sebenarnya Dimas minta kamu jadi wakil dia di Loekito Corp?" Tanya Steven kepada Arya.
"Yang aku tahu kan dia emang dari awal kewalahan menangani pekerjaan di kantor pusat. Emang ada alasan lain lagi, Dims?"
Tanya Arya penasaran kepada Dimas
"Aku cuma ga mau kamu jadi pengangguran aja ya' soalnya kamu kan ga mau ambil jabatan CEO untuk gantiin Ayah kamu" Ujar Dimas.
"Bohong ya' bukan itu alasannya! Lagian kamu kan sebenarnya kalau ga jadi wakil Dimas juga bukan pengangguran! Kamu punya bagian saham di perusahaan Mr. Abdullah dan tiap bulan aku tau kamu dapat tunjangan yang Mr. Abdullah sebut sebagai uang saku yang jumlahnya hampir sama dengan gaji kamu sebagai wakil direktur, kan? Sama kamu juga punya toko peralatan dan penyewaan alat surfing di Bali. Kayaknya yang begitu ga bisa disebut pengangguran, deh!" Ujar Steven blak-blakan.
Sewaktu kuliah di Perancis, Arya pun memakai uangnya sendiri, tak sepeser pun ia memakai uang ayahnya yang saat itu marah karena Arya menolak menggantikan ayahnya di perusahaan sehingga ia tidak memberikan uang saku lagi kepada Arya.
"Nah terus apa dong Dims alasan sebenarnya kamu minta aku jadi wakil kamu? Ayo jujur, kalau ngga nanti ga bisa pulang nih!" Ujar Arya sambil pura-pura mengancam Dimas.
"Ish.... ngapain sih sampai mengancam aku segala! Aku ga takut!" Ujar Dimas sambil melirik sinis ke Arya.
"Udah bilang aja Dims alasannya, kalau ngga nanti aku yang bilang nih!" Ujar Steven yang ikutan mengancam Dimas.
"Kamu nih Tev, Ikut-ikutan aja! Ya udah aku kasih tau alasannya, kamu udah siap belum, ya'?" Ujar Dimas
"Aku sih siap-siap aja! Emang apaan sih Dims alasannya? Bikin penasaran aja deh!" Ujar Arya jadi tambah penasaran.
"Aku tuh pengen ikat kamu biar kamu ga kemana-mana, soalnya kamu suka hilang tanpa kabar sih kayak Bang Toyib! Makanya aku minta kamu jadi wakil aku! Hahahaha...!" Ucap Dimas sambil tertawa, sedangkan Steven hanya tersenyum kecil.
"Beneran itu alasan kamu Dims?" Tanya Arya yang heran dengan alasan Dimas.
"Iya, beneran, ya'. Dimas kan sahabat yang posesif. Kalau sama pacar dia ga posesif, karena kamu tau sendiri kan Dimas ga pernah punya pacar tetap, yang ada cuma teman kencan semalam! Wkwkwk...!" Steven menjelaskan sambil menyindir Dimas.
__ADS_1
"Biarin aja teman kencan semalam daripada kalian pada jomblo, bisanya gangguin aku aja tiap malam minggu kayak gini!" Dimas menjawab lagi-lagi sambil cemberut.
"Nah kan mulai ngambek lagi deh nih bayi! Tapi serius ya' kita emang pengen kamu disini supaya kamu ga menghilang lagi seperti dulu, supaya kita bisa melindungi kamu dan kita ga mau kamu merasa terluka dan sendirian lagi seperti dua tahun yang lalu" Ujar Steven kali ini dengan ekspresi serius sambil merangkul pundak Arya.
Setelah itu mereka termenung mengingat kejadian dua tahun yang lalu.
**
*Flashback dua tahun yang lalu*
Arya kembali setelah dua tahun menghilang. Sebelum menghilang, Arya sempat berpamitan kepada Dimas dan Steven dengan berkata ia akan naik gunung bersama teman-temannya di komunitas pecinta alam. Seharusnya kepergian Arya hanya berlangsung selama dua minggu, tapi hingga sebulan Arya masih belum juga kembali.
Dimas malah sempat berspekulasi kalau Arya di bawa oleh genderuwo penunggu gunung. Tentu saja itu tidak benar. Dimas dan Steven sudah mengirim orang untuk mencari Arya, tapi tak juga di temukan. Teman-teman Arya di komunitas pecinta alam kembali, hanya Arya yang tidak kembali.
Mereka bercerita kalau Arya sempat berkenalan dengan para pendaki gunung lain yang berasal dari beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina. Setelah itu mereka tak tahu lagi dimana keberadaan Arya, sampai Arya pulang sendiri ke rumahnya dua tahun kemudian.
Setelah mengetahui kalau Arya sudah kembali dari Dita - adik Arya, Dimas dan Steven langsung bergegas ke rumah keluarga Arya untuk mencari tahu kemana Arya selama ini.
"Yang jelas bukan di Indonesia, Tev"
"Terus kamu dimana ya'? Apa yang telah terjadi? Cerita dong sama kita!" Dimas tambah penasaran dengan diamnya Arya.
"Ngomong-ngomong, aku udah ga perjaka lagi, Dims... " Ujar Arya jujur.
"Bagus dong kalau begitu. Tapi kenapa muka kamu malah keliatan sedih? Bukannya dulu kamu selalu bilang akan melakukan itu dengan orang yang tepat yang kamu cintai dengan tulus?" Tanya Dimas.
"Iya memang... Dan aku udah menemukan orang yang tepat... Tapi... " Arya berhenti dan menggantung ucapannya.
"Tapi apa, ya'? Cerita dong ke kita... " Steven kali ini yang bertanya.
__ADS_1
Arya tak sanggup menjawab, setelah itu Dimas dan Steven tak ingin memaksa untuk bertanya lagi kepada Arya. Keesokan harinya, mereka melakukan perjalanan ke Malaysia dengan jet pribadi milik keluarga Dimas untuk mengunjungi sebuah makam. Di sana Arya menangis tersedu-sedu, setelah itu menceritakan panjang lebar tentang apa yang telah terjadi selama dua tahun ia menghilang.
*Flashback off*
**
"Aku sekarang baik-baik aja, Tev" Ujar Arya.
"Tapi kamu belum move on, ya" Ujar Steven
"Kata siapa?"
"Kata akulah barusan"
"Ish... Kamu nih... Aku udah move on kok, melanjutkan hidup sebaik aku bisa. Kalian udah liat sendiri kan kalau aku baik-baik aja?"
"Secara fisik kamu baik-baik aja, tapi hati kamu belum. Emangnya kamu ga pengen jatuh cinta lagi apa?" Kali ini Dimas yang menimpali omongan Steven.
"Entahlah Dims, Tev... Aku ga tau apakah aku masih bisa... "
"Kamu bisa ya', mulailah kamu buka hati kamu. Kamu bisa mulai dengan bersaing mendapatkan hati Elena secara sehat sama kita. Emangnya kamu pikir Elena ga keliatan cantik apa di mata kamu? Aku aja yang selama ini dingin sama perempuan bisa nengok kok ke dia" Ujar Steven.
"Iya, dia cantik, polos, ceria, kadang galak, kadang lucu, hampir kayak paket komplit. Aku juga nyaman ngobrol sama dia. Tapi aku cuma ngerasa ga pantas aja untuk dia. Dia pantas dapetin laki-laki seperti Dimas atau kamu, Tev."
"Aku ga setuju sama kamu, ya" Ujar Steven
"Sama, aku juga ga setuju. Tapi biarin aja sih Tev, kan lumayan saingan kita jadi berkurang satu"
"Ah, kamu Dims jahat banget sama sahabat sendiri!" Ujar Steven sambil melirik sinis ke arah Dimas.
__ADS_1
"Loh apa salahku? Aku kan jujur apa adanya, kalau Arya ga mau jangan di paksa. Nanti juga dia ketemu sama yang cocok sama dia, asal bukan sama Elena." Ujar Dimas membela diri.
Steven akhirnya menyerah dengan ucapan Dimas dan hanya geleng-geleng kepala, sementara Arya tersenyum melihat ulah mereka.