Trio Tangguh Dan Elena

Trio Tangguh Dan Elena
Bab 62 Arya Jatuh Sakit


__ADS_3

Elena masih menjaga Arya dan meminta mba Cindy dan Redi untuk pulang. Ia akan pulang setelah salah satu dari keluarga Arya datang. Elena sedih melihat kondisi Arya yang lemah. Lalu ia menggenggam tangan Arya yang masih tidur.


"Kak, cepat sembuh ya. Aku khawatir... " Elena kemudian menitikkan air matanya. Tak lama kemudian, terdengar suara langkah kaki dari luar. Beberapa orang sepertinya sedang berjalan menuju kamar tempat Arya di rawat. Elena spontan melepaskan genggaman tangannya.


Tiga orang datang untuk mengunjungi Arya, dan Elena mengenali mereka sebagai ibu, adik, dan adik ipar Arya.


"Elena, Terima kasih ya sudah menghubungi kami. Arya akhir-akhir ini memang terlihat sering kelelahan dan banyak melamun. Ibu juga kurang tahu kenapa, karena kadang ia lebih suka menyimpan masalahnya sendiri"


"Iya ibu, sepertinya kak Arya memang sedang kecapekan karena di kantor juga sedang banyak pekerjaan"


"Elena kesini sendiri?" Tanya Dita


"Tidak, tadi saya kesini sama bang Redi dan mba Cindy, tapi saya sudah meminta mereka untuk pulang duluan. Sekarang karena sudah ada ibu dan kak Dita, saya pamit pulang dulu ya"


"Kamu pulang sama siapa nanti, Elena?" Tanya ibu Arya.


"Sendiri, bu. Saya nanti mungkin naik taksi online aja"


"Jangan, lebih baik kamu pulang di antar sama pak Jaka aja, supir kami. Sebentar, ibu telpon pak Jaka dulu"


"Terima kasih bu, tapi saya tak mau merepotkan"


"Ga repot kok, ibu malah ga tenang kalau kamu di anter pulang sama orang yang ga di kenal. Arya juga pasti akan khawatir kalau tau kamu pulang sendiri."


Elena hanya tersenyum. Pantas Arya sangat baik, pasti menurun dari ibunya, pikir Elena. Setelah itu Elena pamit untuk pulang dan turun ke bawah sebab pak Jaka sudah menunggunya di lobi rumah sakit.


Ketika sedang di perjalanan, Steven menghubunginya via ponsel.


"Elena, maaf aku baru bisa balas telepon kamu, tadi aku ada rapat internal mendadak."


"Iya, ga apa-apa Koh"


"Sebenarnya ada apa? Sepertinya penting"


"Kak Arya masuk rumah sakit, pak"


"Hah, kapan? Tadi sore yang pas kamu telepon aku itu ya?"


"Iya, Koh. Badannya panas. Tadi sore kita menemukan dia sedang telungkup di meja ketika kita mau pamit pulang. Lalu aku coba membangunkan, tapi malah kaget karena badannya panas sekali jadi kami langsung bawa ke rumah sakit. Sampai sekarang kak Arya belum juga sadar, koh"


"Ya sudah, aku kesana sekarang. Kamu masih di sana atau udah pulang?"


"Lagi arah pulang, koh. Kak Arya sekarang sudah di temani sama ibu dan adiknya, koh"


"Oke, kalau gitu aku kesana. Makasih ya kalian sudah menolong Arya"


"Iya sama-sama koh"


"Kamu pulang sama siapa?"


"Aku di antar sama supir keluarganya kak Arya yang namanya Pak Jaka"


"Syukurlah kalau begitu. Kamu hati-hati di jalan ya"


"Iya, Terima kasih koh"

__ADS_1


**


Keesokan paginya, Steven menghubungi Dimas.


"Halo, Tev. Tumben nih kamu yang telepon, kirain Arya yang bakal telepon aku soal kerjaan"


"Dims, ponsel kamu kenapa kemarin seharian ga aktif?"


Suara Steven yang kurang ramah membuat Dimas curiga.


"Maaf, aku emang sengaja ga aktifin. Nanti aku ceritain deh, ceritanya panjang."


"Elena kemarin telponin kamu, dia mau kasih tahu ke kamu kalau Arya masuk rumah sakit"


"Apa? Arya masuk rumah sakit? Kenapa, Tev?"


"Dia kayaknya kecapekan karena dari hari Senin udah banyak kerjaan. Setelah Redi balik sih lumayan ada yang bantuin, tapi tetap aja Arya masih kewalahan, jadinya dia sakit deh. Buruan pulang, Dims. Urusan di Sydney kalau masih di luar kerjaan di tunda dulu!"


"Iya... Iya... Aku cek flight dulu, nanti aku kabarin lagi kalau udah dapet tiket"


"Oke, aku tunggu kabar dari kamu"


**


Sepulang kerja, Elena menyempatkan diri untuk menjenguk Arya. Elena bersyukur Arya sudah mulai sadar, tidak tidur terus seperti kemarin walau masih terlihat lemah.


"Elena... "


"Gimana keadaannya, kak?"


"Lebih baik dari kemarin" Ujar Arya sambil mencoba untuk tersenyum.


"Iya sama-sama Kak. Yang antar kan bukan cuma aku tapi ada Redi dan mba Cindy juga.


"Oh iya, sampaikan Terima kasih aku juga ya untuk mereka."


"Iya nanti aku sampaikan kak"


"Kamu kesini sendiri?"


"Iya, tadi aku naik ojek online kesini biar ga macet"


"Maaf ya jadi merepotkan"


"Ga apa-apa kok kak. Koh Steve dan keluarga kakak udah kesini semalam waktu kak Arya masih tidur"


"Iya, dia juga udah telepon aku tadi. Katanya dia nanti malam mau jagain aku di sini. Paginya sekalian dia berangkat kerja dari sini. Dimas juga udah telepon aku tadi"


"Trus mas Dimas bilang apa, kak?"


"Dia mau pulang secepatnya besok"


"Syukurlah"


Kemudian Arya mendesah pelan.

__ADS_1


"Kenapa, kak?"


"Kalian pasti repot sekali hari ini"


"Tidak apa-apa kak, kami pasti kerjakan semua yang kami bisa demi perusahaan"


"Terima kasih Elena"


Tiba-tiba ponsel Elena berdering. Elena melihat nama Banyu muncul di layar ponsel Elena.


"Ga apa-apa, Elena. Angkat saja teleponnya" Ujar Arya


"Halo mas, iya aku lagi di rumah sakit. Apa? Jemput? Ga usah, aku bisa pulang sendiri kok. Oke, bye"


Setelah menutup telepon dari Banyu, Elena dan Arya saling tersenyum dengan canggung.


"Kamu... Serius dengan Banyu, Elena?"


"Entahlah, aku masih belum tahu"


"Memangnya dia masih belum mengatakan perasaannya kepadamu ya?"


"Eem... Sudah sih, tapi belum aku jawab" Muka Elena langsung berubah warna menjadi merah


"Kenapa?"


"Entahlah.... *


"Steven dan Dimas pasti akan patah hati nanti kalau kamu terima Banyu"


"Benarkah hanya koh Steven dan mas Dimas?" Elena bermaksud menggoda Arya untuk memancing reaksinya.


"Iya, memangnya ada lagi ya?"


"Entahlah" Ujar Elena sambil mengangkat bahu. Tak lama kemudian, ponsel Arya berbunyi, tanda pesan chat masuk.


"Tev sudah tiba di sini, dia ada di ruang parkir. Sebentar lagi dia akan tiba di sini"


"Syukurlah, hari sudah mulai malam. Sebaiknya aku pulang dulu, kak. Lekas sembuh ya"


"Terima kasih, Elena. Kamu ga mau ketemu Tev dulu supaya dia bisa anter kamu pulang?"


"Justru karena itu aku mau segera pulang supaya koh Steven ga antar aku pulang. Kasihan dia baru sampai masa sudah di suruh pergi lagi untuk antar aku"


"Aku rasa Tev ga akan keberatan."


"Tapi aku yang keberatan, kak"


"Elena, tolong jangan keras kepala. Tunggu Tev dulu ya?"


"Maaf ga bisa. Aku pulang sekarang ya"


"Ya sudah, tapi setidaknya kabari aku kalau sudah di rumah ya. Aku khawatir karena ini sudah malam"


"Kenapa aku harus kabari kakak?" Tanya Elena yang penasaran dengan jawaban Arya

__ADS_1


"Karena aku peduli"


Mata Elena berkaca-kaca. Ia tak tahu harus merasa senang atau sedih mendengarnya. Setelah itu ia pergi tanpa mengatakan apapun. Tapi setelah sampai di rumah, Elena tetap mengabari Arya.


__ADS_2