Trio Tangguh Dan Elena

Trio Tangguh Dan Elena
Bab 15 Menjelang HUT Eyang


__ADS_3

Karena kesibukan pekerjaan dan perasaan khawatir memikirkan Arya yang sedang melakukan penyelidikan di Singapura, Dimas hampir saja lupa untuk menyampaikan undangan ulang tahun Eyang kepada Elena.


Hari Jum'at setelah sholat Jum'at dan makan siang, Dimas memanggil Elena ke ruangannya.


"Elena, tolong kesini sebentar"


"Baik, Pak."


"Maaf mendadak, tapi saya ingin menyampaikan kalau kamu dapat undangan ulang tahun dari Eyang saya besok malam"


"Besok Eyang ulang tahun, Pak?"


"Iya"


"Besok malam?"


"Betul"


Dimas dapat melihat kalau Elena terlihat cemas. Dia pasti memikirkan baju yang akan di pakai ke pesta Eyang.


"Acaranya dimana, Pak?"


"Di ballroom hotel Huge."


"Berarti pakaiannya harus resmi ya?"


"Yaa...kurang lebih begitu. Nanti pulang kerja kamu temenin saya ya ke suatu tempat ya"


Elena sempat ragu untuk menjawab Dimas.


"Udah temenin aja. Jangan takut, saya ga akan culik kamu, kok" Ujar Dimas mulai jahil.


"Hehehe... Iya Pak, saya percaya kok"


"Ya sudah, kembali bekerja ya"


"Baik Pak, permisi... "


"Iya"


**


Sepulang bekerja, Dimas mengajak Elena ke sebuah butik untuk membelikan Elena gaun untuk di pakai ke pesta ulang tahun Eyang.


"Maaf Pak, saya tak bisa terima ini. Karena disini bajunya mahal-mahal, pastinya saya tidak sanggup untuk membelinya. Saya ke toko lain aja, Pak"


"Sudahlah Elena, pilih saja baju yang kamu mau pakai. Ga usah mikirin harganya. Nanti kalau kamu tampil seadanya saya bisa di omelin Eyang" Ujar Dimas beralasan.


"Tapi Pak... "


"Udah ga usah pakai tapi pakai oke aja... Hehehe... Oya, kalau di luar kantor panggil saya Dimas aja ya"


"Ga ah, saya ga enak kalau panggil nama saja. Kesannya ga sopan banget. Gimana kalau mas Dimas?"

__ADS_1


"Iya, boleh juga. Udah sana cobain baju yang kamu mau"


"Baik, Pak"


"Kok pak lagi sih, kan tadi udah janji mau panggil mas"


"Oh iyaa... Baik, mas... "


"Nah gitu dong... "


Diantara Trio Tangguh, Dimas termasuk yang paling fashionable. Dia yang paling update tentang fashion terkini. Kadang dia juga suka membelikan baju-baju yang trendi untuk para teman kencannya. Jadi, ketika Elena sedang memilih baju Dimas ikut memberikan pendapat untuknya.


"Yang tadi sepertinya lebih bagus. Eyang suka warna merah. Gimana? Kamu suka ga?"


"Boleh juga sih, mas"


"Ya udah mba, kita ambil yang ini. Sekalian tolong carikan sepatunya juga yang serasi sama baju ini" Ujar Dimas kepada shop keeper butik tersebut.


"Baik, Pak"


"Aduh saya jadi ga enak nih sama Bapak"


"Nah kan bapak lagi... " Ujar Dimas sambil pura-pura ngambek"


"Maaf saya lupa, mas"


Setelah selesai membayar, Dimas lalu mengajak Elena makan malam.


"Apa saja, mas"


"Beneran apa aja? Kalau makanan bekas orang makan kamu mau juga?"


"Ih mas Dimas nih sama aja kayak kak Arya. Suka jahil!" Ucap Elena sambil pura-pura memasang wajah cemberut.


"Hehehe... Masa sih... Udah bawaan lahir kayaknya." Tapi setelah itu Dimas terdiam mengingat Arya yang belum sempat bicara dengan Elena.


Mereka akhirnya memilih restoran yang menyajikan masakan tradisional.


"Tempatnya enak ya, mas. Ada lesehannya juga. Sepertinya kalau ajak kakek sama nenek kesini mereka akan suka"


"Iya, ajak aja. Nanti kalau mau sama saya juga ga apa-apa."


"Ga mau ah, ga enak. Ini aja udah banyak ngerepotin"


"Kamu tuh unik ya, Ele. Wanita lain kalau di ajak belanja malah aji mumpung pengen segala macam, eh kamu malah ga mau. Apa mau tapi malu ya? Hehehe... "


"Iih... Ga kok emang malu tapi ga mau... Eh ngomong-ngomong tadi mas panggil aku Ele ya?"


"Iya. Kamu keberatan ga?"


"Ga sih, ga apa-apa."


"Kamu mau sekalian beli perhiasan juga ga yang matching sama baju dan sepatu?"

__ADS_1


"Aduh jangan mas, saya ga mau! Ini aja udah lebih dari cukup kok. Terima kasih"


"Ya udah kalau gitu."


Setelah selesai makan malam, mereka langsung pulang.


"Oh iya Ele, ini namanya Pak Darmo. Beliau sudah lama bekerja untuk keluarga saya. Besok kamu akan di jemput sama Pak Darmo ke tempat Eyang.


" Salam kenal Pak Darmo, saya Elena. Ga usah di anterin deh, mas. Saya bisa berangkat sendiri kok pakai taksi online "


"Ga, ga boleh. Udah nurut aja, nanti kalau ga nurut aku di omelin sama Eyang"


"Ah, mas Dimas kayaknya cuma alesan doang nih pakai nama Eyang."


"Ga juga kok. Kamu ga percaya? Nih aku telepon Eyang ya sekarang"


"Eh jangan, mas. Udah malem nanti ganggu Eyang istirahat"


Dalam hati Dimas tersenyum. Padahal tadi ia hanya ingin mengelabui Elena.


Dimas dan Elena akhirnya tiba di rumah kakek dan nenek Elena. Dimas tadinya ingin berpamitan kepada kakek dan nenek Elena, tetapi karena mereka sudah tidur jadi Dimas langsung pulang ke rumah dan menitipkan salam untuk mereka.


**


Hari Sabtu pagi seharusnya semuanya telah selesai dan Prakash sudah di pesawat terbang menuju Jakarta untuk datang ke acara ulang tahun Eyang. Tapi mendadak Arya menelepon dan mengatakan kalau Aldo sempat melarikan diri.


Istrinya Lady, dan anak-anaknya ia minta untuk berangkat lebih dulu, sedangkan Prakash berjanji akan menyusul mereka. Setelah Aldo berhasil di tangkap untuk yang kedua kalinya, akhirnya Prakash memutuskan untuk menggunakan jet pribadi bersama Arya sambil menjaga Aldo agar tidak melarikan diri lagi.


Hari sudah sore ketika Prakash tiba di Jakarta. Ia langsung menuju rumah papanya dan bersiap untuk datang ke acara ulang tahun Eyang, sementara Arya membawa Aldo menuju rumah keluarga Papi Steven.


Di bandara, Prakash di jemput oleh Dimas. Selama di perjalanan, Prakash bercerita panjang lebar mengenai apa yang terjadi di Singapura kepada Dimas.


**


Dua mobil beriringan membawa Aldo menuju rumah keluarga Hans Simmons, Papi Steven. Ketika akhirnya mereka tiba, Aldo sempat memberontak dan menyangkal semua perbuatannya.


Setelah berhasil mengurung Aldo di kamarnya sendiri dengan dijaga oleh dua bodyguard di depan pintu kamarnya, lalu Arya menjelaskan panjang lebar tentang apa yang telah terjadi selama kurang lebih tiga hari ia berada di Singapura.


Hari sudah mulai malam ketika Arya hendak pamit untuk bersiap menghadiri acara pesta ulang tahun Eyang.


"Sepertinya kita akan terlambat, ya'. Acara di mulai jam 7 kan?"


"Iya, Tev. Tapi yang penting kita datang dulu ke acara ulang tahun kakek, kalau kita ga dateng nanti kakek kecewa."


"Iya sih. Kamu bawa baju resmi ga di koper?"


"Ngga, aku ga kepikiran untuk bawa karena aku pikir tadinya keburu pulang dulu untuk ganti baju"


"Ya udah pakai baju aku aja terus kita berangkat bareng dari sini"


"Oke deh"


Kemudian Arya dan Steven segera bersiap untuk berangkat ke hotel tempat di adakannya acara pesta ulang tahun Eyang.

__ADS_1


__ADS_2