Trio Tangguh Dan Elena

Trio Tangguh Dan Elena
Bab 24 Duel


__ADS_3

Malam harinya, Dimas dan Arya menemui Steven di sebuah tempat beladiri. Setelah sekian lama, akhirnya Steven menyempatkan diri untuk datang ke tempat itu untuk berlatih. Seorang personal trainer sedang mendampinginya.


Di rumah Steven terdapat ruang fitnes yang cukup luas, tetapi ruang tersebut di pakai oleh Aldo untuk berlatih. Karena Aldo sedang di hukum tidak boleh keluar rumah oleh Hans, akhirnya jadi Steven yang mengalah untuk berlatih di luar rumah.


Dimas dan Arya mengamati Steven yang sedang latihan. Sepertinya persiapan sudah cukup matang. Setelah berlatih dengan personal trainer, gantian Steven berlatih dengan Dimas dan Arya.


Steven menguasai beberapa ilmu bela diri, diantaranya adalah kungfu, jujitsu, dan Thai kickboxing. Dibanding dengan Arya yang menguasai ilmu bela diri silat, karate, dan Judo, Steven dan Dimas lebih banyak menguasai bela diri yang menggunakan skill kaki, untuk itu Dimas belajar taekwondo dan sebenarnya sudah bisa menjadi pelatih, tapi tentu saja Dimas tidak ada waktu untuk itu.


"Aku udah lama ga latihan jadi pengaruh juga nih ke fisik" Ujar Steven yang ngos-ngosan setelah latihan.


"Faktor umur juga pengaruh, Tev" Ujar Arya.


"Tapi lebih nampol lagi kalau kamu mau belajar berhenti ngerokok" Dimas ikut menimpali.


"Iya... Iya... Nanti aku kurangi deh ngerokoknya" Ujar Steven.


"Nah gitu dong, itu baru namanya semangat!" Ujar Arya.


"Ngomong-ngomong tadi siang kamu udah minta maaf ya Tev sama Elena?" Tanya Dimas ingin tahu.


"Iya udah. Makanya aku sengaja ngajak dia makan siang tadi biar besok aku bisa plong duel sama Aldo."


"Jangan khawatir, Tev. Semua akan baik-baik aja. Kita pasti jagain kamu. Iya kan, Dims?" Ujar Arya.


Dimas menimpali dengan mengangguk tanda setuju.


**


Hari yang ditunggu akhirnya tiba. Di hari Sabtu pagi, Steven dan Aldo sepakat untuk melakukan duel di suatu tempat lapang yang sepi yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah Arya.


Beberapa bodyguard datang untuk mengawal Steven dan Aldo, termasuk Mr. Rami yang membantu Arya sewaktu di Singapura atas perintah Steven. Masing-masing dari mereka juga membawa tim yang terdiri atas pelatih dan sekelompok kecil pendukung mereka.


Hans memutuskan untuk tidak datang karena tak sanggup melihatnya demi keselamatan dirinya juga yang memiliki riwayat penyakit stroke. Ia hanya menunggu laporan dari anak buahnya saja nanti.

__ADS_1


Sebelum pertandingan, Arya mengamati sebuah pohon tua. Sebuah tulisan "DAS (Dimas, Arya, Steven) was here" tertera di pohon itu. Lalu Arya memanggil Dimas dan Steven.


"Tev, Dims, ayo kesini sebentar!"


"Pertandingan udah mau mulai, ya'!" Protes Steven.


"Sebentar aja kok! Ayo ke sini!"


Setelah Dimas dan Steven mendekat, Arya menunjukkan tulisan di pohon itu dan ia mulai mengeluarkan handphone untuk memotret mereka bertiga di dekat tulisan di pohon itu. Lalu mereka tertawa bersama karena mengingat momen ketika mereka membuat tulisan itu.


Steven dulu sempat protes kenapa DAS karena itu berarti nama Dimas paling depan. Tapi Arya dan Dimas pun kurang setuju kalau nama Steven didepan berarti jadi di singkat SAD yang kalau dalam bahasa Inggris sad artinya sedih. Kalau nama Arya yang di depan pun jadinya ADS, yang dalam bahasa Inggris berarti iklan. Setelah itu mereka kembali tertawa bersama.


Elena di ajak jalan-jalan oleh sahabatnya sedari kecil yang bernama Celine. Celine sudah 2 tahun bekerja di kantor Steven sebagai staf administrasi. Sudah 2 tahun juga ia mengagumi Steven. Tetapi karena ia tahu cintanya hanya bertepuk sebelah tangan, jadi Celine hanya jadi pengagum rahasia Steven saja selama ini.


Sejak Aldo membuat masalah di kantor, para pegawai jadi menggosipkannya dan beberapa pegawai ada yang mengetahui tentang duel Steven dan Aldo. Hal itu juga sampai terdengar di telinga Celine. Untuk itu ia mengajak Elena untuk mencari tahu kebenaran berita tersebut.


Elena sebenarnya tidak tahu kalau selama ini Celine bekerja di perusahaan keluarga Steven. LKarena selama ini Celine memang tidak bercerita secara detail tentang pekerjaannya.


"Jadi kita mau main ke lapangan, Cel?" Tanya Elena penasaran.


"Ya udah terserah kamu aja" Ujar Elena pasrah.


Dari kejauhan terdengar suara orang yang saling memukul dan menendang. Elena tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang bertanding karena tertutup oleh sekerumunan orang.


Celine berusaha menerobos kerumunan orang tersebut sambil menggandeng tangan Elena agar tidak terpisah. Ketika sudah dekat, Elena kaget melihat siapa yang bertanding di sana.


"Koh Steven?" Ujar Elena sambil terkejut.


Celine kaget mendengar Elena memanggil Steven. Ternyata Elena selama ini mengenal Steven.


Steven yang mendengar suara Elena mencari sumber suara tersebut dan akhirnya menemukan Elena.


"Elena?"

__ADS_1


Dimas dan Arya mengikuti arah pandangan Steven, akibatnya Steven jadi lengah dan itu di manfaatkan oleh Aldo untuk memukul Steven.


Bugh! Bugh!


Steven terjatuh karena pukulan Aldo yang keras. Aldo hendak menendang Steven tetapi dengan cekatan di tangkis oleh Steven dan ia pun langsung bangkit berdiri. Keduanya sudah dalam kondisi babak belur.


Pertarungan berlangsung dengan sengit dan kedudukan imbang. Tetapi akhirnya Steven mengeluarkan jurus andalannya dan membuat Aldo ambruk ke tanah. Wasit menghitung sampai sepuluh tetapi Aldo sudah tidak sanggup untuk bangun lagi.


Duel akhirnya di menangkan oleh Steven tetapi setelah itu Steven malah jatuh pingsan seperti Aldo. Mereka pun langsung di bawa ke rumah sakit terdekat.


Elena lalu meminta kepada Dimas dan Arya untuk ikut ke rumah sakit bersama dengan Celine dan mereka pun setuju.


**


Di tengah perjalanan menuju rumah sakit, Dimas menghubungi Hans untuk mengabari tentang hasil duel tadi. Sedangkan Arya yang mengemudikan mobil, Steven yang pingsan di kursi belakang bersama Elena dan Celine.


"Halo pi... Iya, duelnya udah selesai... Steven menang, tapi abis itu malah pingsan. Aldo juga pingsan, jadi kita lagi mau bawa mereka ke rumah sakit."


"Baik, Dim. Terima kasih udah ngabarin. Nanti kabarin lagi ya di rumah sakit mana" Ujar Hans di telepon.


"Iya pi, nanti Dimas hubungi lagi"


Setelah itu Dimas menutup telepon.


"Oh iya, Elena kok kamu tau-tau bisa datang ke sana sih? Tau dari mana?" Tanya Dimas


"Aku di ajak sama Celine, mas." Ujar Elena


"Trus Celine tau dari mana?" Tanya Dimas lagi sambil memandang Celine.


"Aku di kasih tau sama pegawai kantor yang lain, mas"


"Emangnya kamu kerja dimana?" Tanya Dimas penasaran

__ADS_1


"Aku pegawainya Pak Steven di Simmons Corp"


Dimas dan Arya lalu saling berpandangan heran.


__ADS_2