Trio Tangguh Dan Elena

Trio Tangguh Dan Elena
Bab 16 Hari Ulang Tahun Eyang (1)


__ADS_3

Batara Loekito melihat dekorasi tempat dimana akan berlangsungnya pesta ulang tahunnya. Walau sudah duduk di kursi roda, ia masih terlihat gagah di usianya yang hari ini genap berusia 75 tahun.


Anak-anak dan cucu-cucunya beserta para undangan akan berkumpul malam ini untuk merayakan hari lahirnya. Rasanya sudah lama sekali ia hidup sendiri sejak istrinya meninggal dunia.


Kemudian salah seorang staf hotel membuyarkan lamunannya dan mengantarkannya ke kamar hotel untuk mempersiapkan Batara di hari ulang tahunnya nanti malam.


**


Dua orang tamu yang mengaku sebagai ahli make up utusan Dimas datang ke rumah kakek dan nenek Elena yang diantarkan oleh Pak Darma. Sambil menunggu Elena selesai di dandani, kakek mengajak Pak Darma mengobrol sambil meminum kopi di teras rumah.


Nenek juga membantu Elena untuk memakaikan gaun Elena. Setelah selesai di make up dan menata rambut Elena, dua orang ahli make up tadi pamit pulang.


"Wah, cucu nenek cantik banget ya sampai pangling!"


"Ih nenek, aku jadi malu nih" Ujar Elena sambil menutup mukanya.


"Ga usah malu dong, kamu jadi keliatan kayak putri Cinderella, sayang."


"Berarti aku ga boleh pulang lewat jam 12 malam ya nek, nanti kereta kencananya jadi labu lagi dan aku jadi Cinderella biasa yang penuh debu ya... Hihihi... "


"Ah kamu bisa aja, Len. Bos kamu baik banget ya udah beliin gaun, sepatu, lengkap sama tim make up, ada supir juga di depan buat jemput kamu."


"Iya nek, Lena benar-benar bersyukur bisa dapet pekerjaan yang baik dan punya bos yang baik"


"Sayang sih semalam waktu dia antar kamu pulang nenek sama kakek udah tidur jadi belum bisa ketemu deh"


"Mudah-mudahan nanti bisa ketemu lagi ya, nek."


"Nenek titip salam saja ya buat eyangnya yang lagi ulang tahun, sama terima kasih buat bos kamu karena udah perhatian sama cucu nenek yang cantik"


"Iya nek, nanti Lena sampaikan pesan nenek"


"Sudah kamu berangkat sana, nanti takut terlambat"


"Iya, nek"


Setelah berpamitan kepada kakek dan nenek, Elena masuk ke mobil dengan di antar oleh Pak Darmo menuju tempat pesta ulang tahun Eyang.


**


Dimas berangkat menuju hotel Huge, tempat diadakannya pesta ulang tahun Eyang bersama dengan seluruh keluarganya.


Sementara Prakash beserta istri dan anak-anaknya beriringan di mobil lain.


Dimas dan keluarganya tiba sebelum acara pesta di mulai. Mereka langsung ke ruangan dimana Eyang sedang mengganti baju dengan di bantu oleh para staf. Eyang terlihat senang karena semua anggota keluarga hadir tanpa ada yang absen.


"Nah, begini nih yang Eyang suka kalau ulang tahun, semua pada kumpul. Termasuk Dimas cucu Eyang yang tahun kemarin absen sekarang bisa datang"

__ADS_1


"Masih di bahas aja nih Eyang. Yang penting sekarang aku udah dateng dengan ganteng kan?"


"Iya... Iya... Ganteng sudah tinggal pasangannya yang belum, iya kan Bram?" Ujar eyang yang meminta persetujuan dari Papa Dimas.


"Iya benar. Sampai capek tanya terus. Di jodohin ga mau, tapi cari sendiri belum ketemu juga"


Anggota keluarga yang hadir di sana jadi tertawa mendengar ucapan dari Papa Dimas.


"Tuh lihat mas-mu Prakash sudah nikah dan punya anak dua. Masa kamu ga pengen kayak gitu juga?" Ujar Eyang memanas-manasi Dimas.


"Pengen sih Eyang, nanti kalau sudah waktunya juga aku nikah"


"Ya deh terserah. Eh ngomong-ngomong kamu jadi bilang Elena kan kalau Eyang undang dia kesini?"


"Udah Eyang, mungkin Elena masih di jalan. Tadi aku minta tolong Pak Darma untuk jemput Elena."


"Oh, syukurlah kalau begitu. Arya sama Steven mana? Kamu ga bareng sama mereka?"


"Mereka mungkin agak terlambat sampai sini Eyang. Arya baru aja dari Singapura langsung kesini"


"Arya ngapain ke Singapura? Ada tugas dari kamu?"


"Iya, aku suruh Arya ke Singapura untuk main kelereng bareng mas Akash! Hehehe... "


"Nah kan cucu Eyang ini ga hilang-hilang juga bandel dan jahilnya! Sini biar Eyang jewer dulu!"


"Eh jangan Eyang, nanti ganteng aku jadi luntur kalau di jewer!"


Setelah itu seluruh keluarga kembali tertawa. Dimas memang sengaja mengalihkan pembicaraan agar Eyang tidak tahu tujuan sebenarnya Arya ke Singapura. Karena Dimas tidak ingin Eyangnya sampai kepikiran.


**


Acara segera di mulai setelah Eyang telah selesai di dandani dan memakai baju resmi. Setelah pembukaan dari MC acara, kemudian Eyang memberikan sambutan singkat sambil memperkenalkan satu persatu anggota keluarga mulai dari anak sampai cucu.


Banyak tamu penting yang datang karena Eyang memang di hormati oleh banyak orang, terutama karena beliau adalah perintis dari Loekito Corp.


Elena datang tepat waktu. Tetapi ia tidak bisa mendatangi Eyang secara langsung karena masih di panggung bersama Dimas dan seluruh keluarga.


Arya dan Steven datang terlambat. Tapi keterlambatan mereka justru menjadi pusat perhatian, terutama para wanita muda.


"Steven, nengok sini dong! Ganteng banget sih!"


"Arya! Jarang pakai setelan, pas pakai keliatan hot banget deh!


Arya masih menanggapi dengan tersenyum, tetapi Steven hanya bermuka masam dan kelihatan seolah-olah ia muak dengan mereka.


"Senyum dikit dong, Tev. Jangan manyun gitu. Nanti fans kamu pada bubar loh kalau kamu kayak gitu" Bisik Arya ke telinga Steven.

__ADS_1


"Aku ga suka sama perempuan agresif kayak gitu. Lagian kamu baru di bilang hot aja udah kasih-kasih senyum segala."


"Aku tuh berasa kayak kompor tau ga di bilang hot!"


Steven tertawa mendengar ucapan Arya.


"Nah, ini dia yang di tunggu-tunggu akhirnya datang juga!" Tiba-tiba Dimas dari arah belakang datang menghampiri mereka.


"Yuk, aku antar ke Eyang!"


"Yuk!"


Steven dan Arya menjawab berbarengan.


**


Elena merasa pengap didalam, jadi ia keluar untuk mencari udara segar. Sebenarnya ia kurang suka datang ke pesta. Tetapi demi menghormati undangan Eyang, hari ini ia bersedia untuk datang.


Tidak jauh dari tempat ia berdiri, ia melihat seorang lelaki sedang membetulkan kerah kemejanya. Ia terlihat kurang nyaman memakai setelan jas. Elena memutuskan untuk mendekati pria itu karena sepertinya ia mengenalnya.


"Kak Arya?"


"Elena?"


"Ternyata benar dugaanku. Kak Arya juga diundang ya?"


"Eeh... Iya. Kamu kelihatan cantik sekali, Elena"


"Terima kasih, kakak juga"


"Aku keliatan cantik juga?"


"Bukan, maksudku kakak juga keliatan tampan tapi sepertinya sedikit tidak nyaman" Ujar Elena sambil menyeringai.


"Ah iya, aku agak risih memang kalau pakai setelan jas. Apalagi ini boleh pinjam punya Tev"


"Tev?"


"Iya Tev itu nama panggilan sahabatku. Nanti kalau ketemu aku kenalkan"


"Oooh... Oke..."


"Kamu kok sendirian, Lena. Dimas kemana?"


"Entahlah, aku belum ketemu dari tadi"


"Memangnya kamu ke sini sama siapa?"

__ADS_1


"Aku tadi di jemput sama Pak Darma, supirnya Pak Dimas."


"Oooh... Oke..." Ujar Arya menirukan suara Elena.


__ADS_2