Trio Tangguh Dan Elena

Trio Tangguh Dan Elena
Bab 65 Permintaan Viera (1)


__ADS_3

Arya di undang oleh salah seorang teman lamanya di acara ulang tahun yang di selenggarakan di luar ruangan di sebuah taman yang di sewa khusus untuk acara tersebut.


Sebelumnya ia mengajak Dimas tapi karena Prakash, kakak Dimas yang tinggal di Singapura sedang datang ke rumah orang tuanya, jadi Dimas tidak bisa kemana-mana selain berkumpul bersama keluarganya.


Arya juga tidak bisa mengajak Steven karena ia juga bilang sedang ada acara. Sudah seminggu lebih Steven tidak muncul untuk berkumpul bersama Arya dan Dimas, sepertinya ia selalu sibuk belakangan ini.


Jadi Arya memutuskan untuk datang sendiri dan hanya sebentar, setelah itu ia akan pulang. Ia baru saja akan berpamitan kepada temannya yang sedang berulang tahun ketika ia tidak sengaja menyenggol seseorang.


"Maaf" Ujar Arya kepada orang itu yang ternyata adalah seorang wanita. Ia mengamati sebentar lalu terkejut ketika tau kalau ia mengenal wanita itu.


"Reva?"


"Arya? Kamu Arya kan?"


"Iya, benar"


"Tapi sekarang aku di panggil Viera"


"Oh iya, maaf aku lupa"


"Mulai sekarang di ingat yaa... Eh iya kamu masih kenal ga sama temanku ini?"


"Sebentar... Kita satu SMA juga kan? Devi ya?"


"Iya benar! Wah hebat ya kamu masih ingat!"


"Masih dong. Kalian kan temen dekat dari SMA. Iya kan?"


"Wah, kamu perhatian sekali ya. Udah lama banget ga ketemu kamu tambah tua malah keliatan tambah hot ya" Ujar Viera blak-blakan. Devi kemudian menyenggol tangan Viera.


"Kamu juga tambah cantik, apalagi sekarang udah jadi model ya jadi tambah glowing. Oh iya, Devi gimana kabarnya?" Ujar Arya sengaja mengalihkan pembicaraan dengan Viera.


"Aku baik, ya"


"Syukurlah. Kerja dimana sekarang?"


"Aku di rumah aja, jadi ibu rumah tangga. Sejak punya anak kedua udah ga sanggup kerja lagi. Kasihan ortu udah sepuh udah ga sanggup jagain anak-anak. Sewa jasa baby sitter juga mahal banget, jadi aku pilih di rumah aja deh"


"Iya, lebih baik begitu, Dev. Kalau kerja tapi jadi kepikiran sama yang dirumah kan ga enak juga"


"Betul, ya'. Kalau kamu gimana? Udah punya anak berapa?" Devi bertanya sekaligus memancing Arya untuk mencari tahu tentang status Arya.


"Belum punya, Dev"


"Tapi udah menikah?"

__ADS_1


"Pernah menikah"


Devi dan Viera saling memandang karena bingung dengan jawaban Arya.


"Eh, tunggu deh. Viera, kamu bukannya tinggal di Sydney ya?" Tanya Arya


"Iya, aku memang tinggal di Sydney tapi aku memang sengaja datang untuk bisa memenuhi undangan sahabatku waktu kuliah"


"Oh gitu. Trus Dimas udah tau belum kalau kamu lagi di Indonesia?"


"Belum, rencananya aku mau kasih surprise ke dia malam ini"


"Baiklah kalau begitu aku pamit dulu ya!"


"Kamu mau kemana? Kok buru-buru sih?"


"Iya, aku ada acara lagi di tempat lain. Bye!"


"Bye" Ujar Viera dan Devi berbarengan.


"Aku belum sempat minta nomor telponnya, Dev." Ujar Viera sedih


"Jangan gila kamu, Vie. Arya tuh sahabatnya Dimas. Aku rasa dia ga akan mau kasih nomor telponnya karena ga enak sama Dimas. Lagian kamu juga sih dari kemarin udah di sini tapi belum juga ngabarin Dimas."


"Nah, gitu dong. Udah yuk kalau bisa kita juga jangan lama-lama, kasihan anak-anakku udah pada nanyain nih"


"Oke deh"


**


Di malam hari, Viera baru menghubungi Dimas. Untuk menghindari kesalahpahaman, Arya memang tidak memberitahu Dimas kalau ia bertemu dengan Viera tadi siang. Setelah merasa mendapatkan kejutan dari Viera, Dimas langsung mengajak Viera untuk makan malam, meninggalkan keluarga besarnya yang sedang berkumpul di rumah.


Setelah makan malam, Dimas mengajak Viera untuk menginap di apartemen Dimas. Sewaktu Dimas sudah tertidur pulas, diam-diam Viera mengecek ponsel Dimas untuk mencari nomor Arya. Tetapi ponsel Dimas di kunci dan Viera tidak tahu password Dimas. Ia menjadi kesal dan akhirnya memutuskan untuk tidur.


**


Di hari Senin karena Viera masih ada di Indonesia, maka Dimas mengajak Viera ke kantor. Sambil menunggu Dimas selesai bekerja, Dimas meminta Viera untuk perawatan ke salon. Sebelum berangkat ke salon, Viera berpapasan dengan Arya yang akan meeting di luar kantor.


"Halo Arya, ketemu lagi nih kita" Ujar Viera. Redi yang berdiri bersebelahan melihat Viera dari atas ke bawah. Redi merasa sepertinya Viera sama saja dengan Diva. Seorang gold digger atau perempuan mata duitan. Redi merasa jijik melihatnya, apalagi sepertinya sekarang ia juga sedang mencoba merayu Arya di belakang Dimas.


"Iya, Viera. Kita ketemu lagi. Redi, tolong kamu ke mobil duluan ya, nanti saya nyusul. Ga lama kok" Ujar Arya kepada Redi.


"Baik Pak"


"Si Redi itu udah lama kerja untuk kalian?"

__ADS_1


"Iya, udah lama juga. Memangnya kenapa, Vie?"


"Aku ga suka cara dia ngeliatin aku, buat aku ga nyaman. Kalau aku jadi kamu, udah aku pecat orang kayak gitu"


"Pimpinan di sini itu Dimas, Vie. Aku cuma wakilnya aja. Kalau kamu ga suka lebih baik kamu ngomong langsung ke Dimas aja"


"Ya udah nanti aku ngomong ke Dimas"


"Kalau udah ga ada apa-apa aku pergi dulu ya mau meeting"


"Tunggu dulu Arya... " Kemudian Viera membawa Arya ke sudut ruangan yang agak terpencil, agak jauh dari orang-orang yang lewat.


"Kamu mau ngapain?"


"Mau cium kamu" Ujar Viera sambil mengalungkan lengannya ke leher Arya.


"Eh... Viera... Maaf aku ga bisa" Arya melepaskan tangan Viera dan agak menjauh dari Viera.


"Emangnya kamu ga mau ngulang yang kita lakuin dulu? Aku selalu penasaran bagaimana rasanya bercinta sama kamu"


"Bukankah aku udah nolak kamu 13 tahun yang lalu?"


"Iya, tapi itu dulu. Sekarang aku sudah memperbaiki diri menjadi lebih cantik, percaya diri, dan lebih berpengalaman tentunya"


"Maaf Viera, aku ga bisa. Ga dulu ga juga sekarang"


"Kenapa? Karena aku udah sama Dimas?"


"Bukan hanya karena Dimas, tapi karena dari dulu sampai sekarang, aku memang ga pernah suka sama kamu, hanya sebagai teman aja, ga bisa lebih"


"Iyaa... Tapi kenapa? Aku harus gimana lagi supaya kamu suka sama aku? Apa aku kurang cantik bagi kamu? Di Sydney banyak pria yang ngejar-ngejar aku, tapi kenapa kamu ga ngelirik aku sedikit pun?"


"Kamu memang cantik Viera, tapi bukan dari tampilan luar kamu yang buat aku ga suka tapi dari dalam diri kamu"


"Memangnya aku kenapa? Aku kurang baik untuk kamu?"


"Kamu baik kok, aku hanya ga suka aja sama kamu. Itu aja"


"Arya, please... At least cium aku dulu, aku jamin kamu ga akan nyesal"


"Maaf Viera, aku udah bilang ga bisa. Aku pergi dulu, bye"


"Aryaaa....!"


Tapi Arya tetap pergi tanpa menoleh kembali ke arah Viera.

__ADS_1


__ADS_2