Trio Tangguh Dan Elena

Trio Tangguh Dan Elena
Bab 39 Leticia Angela


__ADS_3

Dimas di minta oleh papanya untuk menjemput Leticia di bandara pada hari Rabu. Tadinya ia meminta Arya untuk menemaninya untuk menghindari rasa canggung bila bertemu Leticia nanti, tapi Arya menolak dengan alasan kuat kalau dia harus mewakili Dimas di kantor.


Lalu Dimas mencoba menghubungi Steven untuk menemaninya, tapi karena di hari kerja Steven juga beralasan kalau ia sedang banyak pekerjaan. Tapi Dimas pantang menyerah, ia lalu menghubungi asisten pribadi Steven untuk sementara mewakilinya di kantor sampai ia selesai menjemput Leticia.


Akhirnya, Steven dengan berat hati menuruti keinginan Dimas. Dengan syarat, ia membawa mobil sendiri ke bandara, jadi nanti setelah Dimas bertemu dengan Leticia, Steven akan langsung kembali ke kantor dengan mobil pribadinya.


"Ayo dong Tev, jangan cemberut terus. Aku juga sama kan sebenarnya lagi banyak kerjaan. Sebentar aja sampai dia datang."


"Lagian tumben deh kamu grogi gini, biasanya pede banget kalau urusan perempuan."


"Ga tau nih tumben aku kayak gini. Mungkin karena aku udah lama ga ketemu dia jadi agak-agak takut kalau ternyata sekarang lebih parah dari dulu"


"Kan papa kamu sama mas Akash udah bilang kalau sekarang dia udah berubah. Emang kamu ga percaya sama mereka?"


"Iyaa... Ga tau juga sih, aku takut di kerjain aja sama papa dan mas Akash"


"Ngga sih kalau menurut aku sih mereka ga ngerjain kamu" Ujar Steven dengan yakin


Dimas kemudian melirik jam tangannya.


"Dia seharusnya tiba sepuluh menit yang lalu kan? Berarti pesawatnya delay dong ya?"


"Nah, ini nih yang aku ga suka, Dims. Kalau pesawatnya delay tambah lama lagi aku harus balik ke kantor. Gini aja, kalau delay-nya sampai 3 jam, aku tinggal kamu balik ke kantor ya? Aku ga bisa nunggu selama itu"


"Ya udah terserah kamu aja, Tev. Kayaknya aku juga ga bisa nunggu selama itu deh"


Tapi setelah satu jam kemudian, petugas bandara mengumumkan jika pesawat yang di naiki oleh Leticia akan tiba beberapa saat lagi. Dimas mulai memegang papan nama bertuliskan nama Leticia. Namun setelah semua penumpang telah keluar dari pesawat, Dimas masih belum menemukan Leticia.


"Kok ga ada ya, Tev? Benar kan ya jadwal pesawatnya?"


"Iya ini bener kok"


Tak lama kemudian, seseorang menepuk pundak Dimas. Seorang wanita dengan dress selutut warna fuschia yang terlihat sederhana tapi anggun terlihat cantik di tubuhnya yang langsing dan ideal.


"Maaf, apakah kamu Dimas?" Tanya wanita itu kepada Dimas.


"Iya saya Dimas. Mba siapa ya?"

__ADS_1


"Saya Leticia. Apa kabar Dimas? Long time no see..." Ujar wanita yang bernama Leticia itu sambil mengulurkan tangannya kepada Dimas. Lalu Dimas menyambut uluran tangannya sambil memandang Leticia dari atas ke bawah, sampai membuat Leticia menunduk malu.


Lalu Steven berdeham dengan keras sebagai kode untuk Dimas agar matanya berhenti jelalatan menelusuri tubuh Leticia karena itu tidak sopan. Leticia jadi spontan menoleh ke arah Steven.


"Kamu... Steven ya?" Tanya Leticia kepada Steven.


"Iya. Kamu masih inget ya? Syukurlah... Kamu sekarang terlihat tambah cantik" Ujar Steven dengan jujur kepada Leticia.


Muka Leticia menjadi merona merah karena malu. Dimas yang melihatnya jadi kesal karena seharusnya ia yang berkata seperti itu, bukan Steven.


"Maaf tadi aku ga langsung menghampiri kalian karena aku kira yang akan jemput aku supir aku, ternyata Dimas dan Steven yang datang." Ujar Leticia sambil tersenyum malu.


"Iya, papaku bilang kalau kamu pulang hari ini. Oiya, bagasi kamu cuma segini aja atau ada lagi?" Tanya Dimas kepada Leticia.


"Masih ada lagi yang di sebelah sana. Maaf ya jadi ngerepotin" Ujar Leticia tak enak hati.


"Ga apa-apa, tenang aja. Yuk Tev, bantuin!"


"Oke deh"


Setelah semua barang-barang Leticia masuk ke dalam mobil, giliran Dimas yang memberi kode kepada Steven.


Leticia yang mendengarnya langsung menimpali.


"Oh, Steven lagi buru-buru ya? Sayang sekali padahal masih pengen ngobrol-ngobrol"


"Iya, lagi buru-buru. Lain kali kita ngobrol-ngobrol lagi ya. Aku pamit duluan ya" Ujar Steven sambil diam-diam memelototi Dimas.


'Dasar nih Dimas, habis manis sepah di buang. Tadi aja maksa minta nemenin, sekarang udah ketemu Leticia malah aku langsung di suruh balik' gerutu Steven dalam hati.


Dimas hanya menyeringai menanggapi pelototan mata Steven. Setelah itu Steven menuju tempat parkir untuk mengambil mobilnya dan Dimas juga ke mobilnya untuk mengantar Leticia pulang.


**


Dimas kesal. Di sepanjang perjalanan menuju rumah keluarga Leticia, Leticia malah lebih banyak bertanya tentang Steven di bandingkan dirinya. Kalau tau begitu lebih baik tadi ia tak mengajak Steven. Tapi kalau sendiri ia jadi grogi.


Padahal aku kurang apa sih? Ganteng iya, mapan sudah, badan ideal, tinggi pun hanya beberapa senti sedikit lebih pendek dari Steven yang tingginya 181 cm, paling tinggi diantara trio tangguh.

__ADS_1


"Steven sekarang kerja dimana, Dim?"


"Sama seperti aku, dia meneruskan usaha keluarga sebagai CEO, Lettie... "


"Kamu masih inget aja nama kecil aku" Ujar Leticia sambil tersenyum.


"Iya tentu saja aku ingat" Ujar Dimas menjawab senyuman Leticia.


"Tapi aku juga ingat kalau dulu kamu sering ledekin aku Lettie si gigi maju sama jerawatan" Kali ini Leticia tersenyum miring.


"Eeng... Soal itu... Aku minta maaf ya... Aku akui dulu aku memang suka jahil dan agak nakal" Dimas jadi malu ternyata Leticia masih mengingat momen itu.


"Memangnya udah ga jahil dan nakal ya?" Leticia mulai menggoda Dimas yang salah tingkah.


"Ngga kok, aku udah insyaf sekarang" Ujar Dimas sambil menyeringai


"Sekarang gigiku udah ga maju lagi kan dan ga jerawatan?" Leticia sambil menunjukkan sederet giginya yang putih rapih dan kulit mukanya yang mulus hasil dari perawatan.


"Ga dong, sekarang kamu keliatan cantik dari ujung rambut sampai ujung kaki" Ujar Dimas mulai menggombal.


"Berarti sekarang udah ga ledekin aku lagi kan?"


"Ga akan. Aku janji" Ujar Dimas sambil menunjukkan dua jari telunjuk dan tengahnya tanda janji.


"Beneran?"


"Iya, beneran"


"Oh iya, Lettie hari minggu nanti datang ke rumahku ya. Ada acara kecil-kecilan di rumah"


"Ada acara apa, Dim?"


"Eeeng... Acara ulang tahun aku, Lettie"


"Memangnya kamu masih merayakan ulang tahun, Dim?" Leticia tersenyum sambil menggoda Dimas.


"Ngga juga sih, cuma kumpul keluarga dan teman dekat aja. Kamu dateng ya nanti aku jemput?"

__ADS_1


"Oke deh"


Kemudian mereka berdua tersenyum. Sepertinya Dimas mulai menyetujui ide kedua orang tua dan kakaknya untuk menjodohkan dirinya dengan Leticia.


__ADS_2