Trio Tangguh Dan Elena

Trio Tangguh Dan Elena
Bab 69 Hati Seluas Samudera


__ADS_3

Tiba-tiba Arya menjadi canggung dengan kehadiran Ibu dan adiknya.


"Kalian kesini di kasih tau sama siapa?" Karena setau Arya yang tahu mereka tinggal di apartemen ini hanya mereka bertiga, tapi Arya ragu Dimas dan Steven yang memberitahu Dita dan ibunya.


"Aku kemarin ikutin Mamas ke sini, A" Ujar Dita malu-malu.


Mamas adalah panggilan Dita untuk Dimas. Selain Lili adik kandungnya Dimas yang memanggil dengan sebutan Mamas, Lili memang hanya membolehkan Dita untuk memanggil Dimas dengan sebutan Mamas. Selain Dita, yang lain tidak boleh karena Lili memang sangat posesif terhadap kakaknya.


"Kamu ngikutin sendiri?"


"Iya"


"Trus sekarang kamu kesini di antar sama Rido atau pak Jaka?"


"Aku bawa mobil sendiri, A'. Mas Rido kerja, pak Jaka anter ayah ke kantor. Aku sengaja bawa mobil sendiri supaya ayah sama mas Rido ga tau kita kesini"


"Memang kamu bilang pergi kemana sama Rido?"


"Aku bilang mau anterin Ibu ke butik. Ga tau sampai jam berapa karena ibu ada janji juga sama pelanggan ibu"


"Bisa aja kamu cari alasan"


"Siapa dulu dong... Dita! Lagipula A'a juga ga mau kan sampai ketauan tinggal di sini sama mas Rido apalagi sama ayah?"


"Iya juga sih. Ya sudah ga apa-apa. Sekarang ibu sama dede mau minum apa? Kalau kopi sama teh sih aku ada. Yang dingin juga ada di kulkas"


Dita langsung membuka pintu kulkas dan mengintip isinya yang tertata rapi. Ada berbagai macam jenis minuman di botol. Untungnya tidak ada minuman keras, karena Arya memang sudah berhenti total dari minum minuman keras.


"Dimas yang rajin isi kulkas A'a. Tiap datang kesini ada aja yang di bawa"


Dita tersenyum mendengarnya. Ia memang sudah hafal dengan karakter Dimas yang suka menolong dan senang mengurus orang lain. Soal kesetiaan terhadap pasangan mungkin di ragukan, tapi rasa setia kawannya terhadap Arya dan Steven bisa di pastikan dialah yang terbaik.

__ADS_1


Karena ayah Arya adalah orang Sunda, jadi Dita sedari kecil memanggil Arya dengan sebutan A'a. Kecuali dengan Elena, Arya memintanya untuk memanggilnya dengan sebutan kakak. Dan sejak Dita lahir, Arya memanggilnya dengan sebutan dede.


Dita kemudian mengambil salah satu minuman botol dari kulkas. Sedangkan Arya membuatkan teh untuk ibunya dan dirinya sendiri. Lalu ia juga menaruh biskuit yang ia masukan ke dalam toples dan meletakkannya di atas meja. Namun ketika ia baru saja meletakkan dua cangkir teh di atas meja, tiba-tiba ibunya memeluknya.


"Arya, tolong maafkan kesalahan ayah. Kamu ikut pulang yuk nak, sama ibu dan Dita ke rumah" Ujar ibunya sambil menangis. Dita juga jadi ikut menitikkan air mata.


"Ibu... "


"Ini salah ibu yang tidak bisa membahagiakan ayahmu jadi ibu membiarkan ayahmu untuk menikah lagi"


"Jadi ibu membiarkan ayah menyakiti ibu dengan mengizinkan ayah menikah lagi?"


"Bukan seperti itu, nak"


"Kenapa sih ibu selalu membela ayah padahal jelas-jelas dia yang salah?" Suara Arya meninggi sambil menggebrak meja dengan keras.


"A'... Sabar A'... Kasihan ibu... " Ujar Dita sambil mengelus pundak Arya untuk menenangkan. Arya yang tak tega melihat ibunya menangis, kemudian membimbing ibunya untuk duduk ke sofa sambil merangkul pundak ibunya.


"Maafkan aku, ibu. Aku tak bermaksud membuat ibu sedih"


"Ibu... Beri aku waktu... Aku masih terluka dengan ulah ayah"


Kemudian ibunya menghela nafas panjang.


"Baiklah... Tapi kalau bisa jangan terlalu lama ya, nak. Ibu ga mau kamu pergi lama seperti dulu lagi"


"Iya, bu. Sekarang di minum dulu ya tehnya. Nanti keburu dingin jadi ga enak"


"Iya, nak"


"Kamu sama Ibu mau A'a pesanin makanan ga, de?"

__ADS_1


"Nanti aja A', aku belum terlalu lapar. Ibu gimana?"


Ibu Arya yang bernama Kusumaningrum atau biasa di panggil Ningrum hanya menjawab dengan gelengan kepala. Arya kemudian memandangi ibunya dengan sedih.


"Ibu... Sebenarnya ibu sudah lama tau ya tentang ini?"


"Iya, sudah sejak 2 tahun yang lalu. Tapi ibu tak bisa cerita ke kamu karena saat itu kamu sedang berduka waktu istrimu baru meninggal. Tapi ibu tak pernah cerita soal Aisyah ke ayah karena ibu tau kamu pasti keberatan kalau ibu cerita dan hanya menambah buruk hubungan kalian"


"A'a masih ingat sekretaris ayah yang bernama Lola ga yang orangnya kecentilan?" Tanya Dita


"Iya, aku ingat. Bukannya dulu kamu yang pecat dia trus ayah jadi marah besar?"


"Aku memang pecat dia karena aku benci dia. Dia itu udah lama godain ayah lalu aku tahu kalau mereka selingkuh. Waktu aku tunjukan bukti-buktinya ke ayah, ayah ga bisa mengelak lagi dan akhirnya dia pasrah waktu aku pecat Lola yang dulu suka aku sindir Lola si Loading Lama. Mau di pertahankan juga percuma karena memang dia ga becus jadi sekretaris"


"Lalu hubungan sama istri muda ayah yang sekarang apa?"


"Dia itu ketemu sama ayah waktu ayah dinas ke luar kota, ga lama setelah ayah bubaran sama si Lola itu. Namanya Astina. Sebenarnya orangnya ga kecentilan kayak Lola sih A', justru karena dia kalem jadi ayah yang penasaran kejar-kejar dia. Sampai akhirnya ayah nekat menemui orang tua Astina dan melamar dia. Aku udah lama simpan ini, tapi akhirnya ibu tau sendiri, dan... " Dita tak sanggup meneruskan ucapannya. Air mata sudah mau tumpah di pipinya.


"Dan apa, De?"


"Dan ibu merestui hubungan mereka dengan memberikan surat tertulis di atas materai. Jadi mereka menikah secara sah, Arya." Ujar ibunya meneruskan ucapan Dita.


"Apa? Ibu... Kok bisa sih? Dan kalian kok juga bisa-bisanya menutupi ini dari aku setelah sekian lama!"


"Karena kami tau kalau A'a akan bereaksi seperti ini. Dan karena Ibu sudah menopause, jadinya ayah memutuskan untuk menikah lagi agar ia bisa memiliki anak laki-laki lagi agar ia kelak bisa menggantikan ayah di perusahaan karena ayah sudah berhenti berharap sama A'a" Ujar Dita dengan jujur walau ia menyampaikan dengan berat hati.


"Brengsek! Itu hanya alasan ayah aja supaya bisa nikah lagi! Dan kalian percaya begitu saja gitu sama alasan ayah?"


"Aku juga ga bisa apa-apa A' karena ibu sendiri udah setuju sama keputusan ayah!"


Arya tak bisa marah lagi ketika melihat ibunya menangis. Ia hanya bisa membatin dalam hati.

__ADS_1


"Ah ibu... Sebenarnya terbuat dari apakah hatimu? Hati seluas samudera yang tidak di miliki semua orang. Selama ini aku sudah berusaha menjagamu dan Dita karena hanya kalian saat ini yang penting di hidupku, tapi kalian tetap mendapatkan penderitaan ini dari ayah... "


Setelah itu Arya hanya bisa merangkul ibu dan adiknya bergantian. Ia tak bisa berjanji untuk segera pulang, tapi ia akan mempertimbangkannya demi Ibu dan adiknya.


__ADS_2