Trio Tangguh Dan Elena

Trio Tangguh Dan Elena
Bab 6 Arya yang masih tak terduga


__ADS_3

Mereka sudah berjalan kurang lebih 200 meter. Arya baru menyadari kalau Elena memakai sepatu pantofel model wedges berhak tebal 5 cm. Memakai sepatu di jalan beraspal memang terlihat tidak nyaman.


"Eee... Elena... Boleh saya panggil Lena?"


"Iya, boleh. Kakek sama nenek saya juga panggil Lena" Ujarnya sambil tersenyum. Lesung pipinya keliatan lagi. Dia cantik. Arya banyak bertemu dengan wanita cantik dari berbagai negara. Tapi Elena terlihat cantik dan tidak membosankan untuk dilihat.


"Gimana kalau pakai aku dan kamu aja, jangan saya. Kesannya kaku kayak kanebo kering."


Elena lagi-lagi tertawa. Arya sepertinya cocok jadi pelawak.


"Ngomong-ngomong, nomer sepatu kamu berapa ya?"


"Emang kenapa, kak?"


"Itu di depan ada warung. Aku mau beliin kamu sendal jepit. Karena kayaknya kaki kamu ga nyaman pakai sepatu di jalan aspal begini, takutnya sampai rumah kaki kamu lecet" Ujar Arya panjang lebar.


"Ooo... Terima kasih... Saya... Eh aku... Nomer sepatuku 39, kak"


Dia perhatian sekali, pikir Elena.


"Oke, sebentar ya"


Arya meminta Elena untuk mencoba dulu sendal yang mau di beli, setelah itu Ia membayar sambil sekalian membeli air mineral untuk mereka di jalan.


"Sabar ya... Sebentar lagi sampai kok. Apa mau aku gendong di pundak? Tapi kamu pegangin Momo ya... "


"Ah... Enggak, gak usah... Aku masih kuat jalan kok... "


"Pasti kamu ga mau ya pegang Momo karena geli. Dia baik kok kalau sama orang yang dia suka. Kalau ga suka biasanya langsung gigit"


"Eh bisa gigit juga ya kecil-kecil gitu?"


"Ya bisalah, kan ada giginya, kalau ompong baru ga bisa" Arya menjelaskan sambil nyengir.


"Nah itu, bengkelnya udah mulai keliatan. Yuk, cepetan ke sana! Gimana kalau sambil lomba lari? Kan sekarang udah pakai sendal jepit jadi bisa lari!"


"Eh... Ngga mau, Terima kasih. Aku lagi pakai rok soalnya"


"Oiya ya... Hehehe... Maaf ya..."


"Ga apa-apa, kak.. "


"Nah gitu dong sering-sering senyum biar awet muda"


"Emangnya aku keliatan tua ya?" Ujar Elena sambil pura-pura cemberut.


"Ga kok, aku bercanda. Kamu keliatan awet muda kok, saking mudanya kamu keliatan kayak bayi baru lahir!"


"Ya ampun kaak... Itu sih bukan awet muda lagi namanya... Hahaha... " Elena gemas sebenarnya ingin cubit Arya, tapi ia tau itu tak sopan karena ia yakin Arya lebih tua usianya dibanding Elena.

__ADS_1


**


Akhirnya mereka tiba di bengkel. Tapi sampai disana, Arya malah di ledek oleh Pak Bagas, pemilik bengkel dan para karyawan bengkel.


"Wah... Tumben nih ya' dateng sama pacar! Gitu dong sesekali di bawa!"


"Eh, bukan pak ini temen! Oh iya ini spare partnya, Pak." Ujar Arya sengaja mengalihkan pembicaraan. Setelah itu Arya berbisik ke Pak Bagas.


"Pak, tolong ya saya pinjam mobil dulu buat anter Elena, nanti saya cepet balikin lagi kok. Kan Oggie masih belum selesai di perbaiki."


"Ooo... Namanya Elena toh. Ya udah bawa aja. Kalau sama Arya sih bapak percaya" Ujarnya sambil menepuk bahu Arya.


"Sama satu lagi, pak. Dia kira saya kerja disini, jadi sementara biarin aja gitu"


"Loh, kok bisa gitu? Gimana ceritanya?"


"Ceritanya panjang, pak. Nanti aja saya ceritain"


"Oke deh"


**


Mereka kemudian naik mobil pinjaman dari bengkel menuju rumah kakek nenek Elena. Di tengah perjalanan, tiba-tiba perut Elena berbunyi. Elena malu sekali, mukanya sampai merah. Tapi Arya tidak menertawakannya. Nanti kalau Elena ngambek dan turun di tengah jalan Arya sendiri yang repot.


"Di depan ada warung om Ronald sih kalau kamu mau makan disitu. Tapi kalau mau makan di tempat lain ga apa-apa, nanti kita cari lagi"


"Ga apa-apa kak, disitu aja. Aku makan apa aja suka kok. Ga milih-milih makanan"


"Kalau itu pengecualian, kak, hehehe..."


"Kita pesan via drive thru aja ya?"


"Drive thru? Katanya warung?"


Ternyata warung yang di maksud Arya adalah resto fast food Modi. Ronald adalah maskot resto tersebut. Elena langsung menepuk jidatnya. Arya kemudian tertawa terbahak-bahak.


"Lena, kalau boleh tau kamu sebenarnya abis darimana? Wawancara kerja ya?"


"Iya, kak" Ujar Elena sambil mengunyah makanannya. Arya suka melihat Elena makan. Dia tidak jaim seperti perempuan lain kalau sedang makan.


"Terus hasilnya gimana?"


"Belum tau, kak. Katanya sih mau menghubungi kalau di terima" Ujar Elena sambil mengangkat bahu.


Arya hanya mengangguk-anggukan kepalanya kemudian melanjutkan pembicaraan.


"Kamu kalau melamar jadi sekretaris mau ga? Kebetulan sahabat aku sekretarisnya mau mengundurkan diri"


"Beneran ada lowongan kak? Aku mau, kak!"

__ADS_1


"Semangat banget ya... Hehehe... Ya udah nanti aku tanya sahabat aku dulu ya. Tapi kamu jangan lupa kasih nomer telpon kamu ke aku supaya aku bisa kabari"


"Oke, siap kak!"


"Ngomong-ngomong, kamu punya berapa saudara, Lena?"


"Aku anak tunggal jadi aku tidak punya saudara, kak"


"Jadi cuma tinggal bertiga ya di rumah?"


"Iya bertiga sama kakek dan nenek"


"Loh, orang tua kamu kemana?"


"Keduanya sudah meninggal ga lama habis aku lahir, kak"


"Turut berduka cita ya... "


"Terima kasih, kak"


**


Sesampainya di rumah kakek, lagi-lagi Elena bertemu kembali dengan Mpok DJ.


"Eh Lenah... Baru pulang ye? Kok pake sendal jepit?"


"Iya, Mpok. Tadi kakinya agak lecet."


"Ini di anterin sama siapa? Abang kasep... "


"Saya Arya... " Ujar Arya sambil mengulurkan tangan. Momo yang masih berada di pundak Arya tiba-tiba loncat ke arah Mpok DJ.


"Eh... Eh... Apaan nih tikus nemplok... Idih... Geli ih... Kabuur... "


Arya hanya geleng-geleng kepala. Padahal tadi di bengkel Momo kalem. Yang di serang perempuan terus. Tadi Elena, sekarang si Mpok yang Arya belum tau namanya. Momo hari ini memang biang rusuh. Apa jangan-jangan dia mau kawin ya?


"Duh, maaf ya Lena. Aku juga titip minta maaf sama Mpok tadi. Tumben hari ini rusuh banget biasanya ga gini-gini amat deh si Momo"


"Ga apa-apa kak, nanti aku sampaikan ke Mpok DJ. Masuk yuk kak sekalian ketemu kakek sama nenek aku"


"Yuk. Tapi aku ga lama ya soalnya aku harus balikin mobil"


"Iya kak"


Setelah masuk ke rumah, Arya diperkenalkan kepada kakek dan nenek. Arya langsung mencium tangan kakek dan nenek.


"Kek... Nek... Maaf ya Arya ga bisa lama-lama.... Arya pamit pulang dulu ya... "


"Iya nak Arya, hati-hati di jalan ya... Terima kasih sudah antar Elena pulang.. " Ujar kakek. Nenek hanya menimpali dengan tersenyum.

__ADS_1


"Lena, aku pulang dulu ya... Nanti aku kabari lagi... "


"Iya kak... Terima kasih ya... Daaah Momoo... Jangan nakal lagi yaa... " Ujar Elena sambil melambaikan tangan. Entah kenapa, rasanya hari ini Elena senang sekali. Mungkin karena jarang tertawa terbahak-bahak seperti tadi.


__ADS_2