
Di hari Jum'at malam, Dimas di beri tugas untuk menelpon Elena untuk memberitahu kalau trio tangguh akan datang menjemput Elena di pagi hari untuk pergi ke suatu tempat sambil merayakan ulang tahun Elena.
Arya memberi ide karena kemungkinan kakek dan nenek Elena tidak dapat ikut bersama mereka karena kondisi kakek yang tidak memungkinkan, jadi mereka memutuskan untuk membeli kue dan makanan lain untuk mereka di jalan sebelum tiba di rumah Elena.
Namun sayang, setelah tiba di rumah Elena, Elena sedang tidak ada di rumah. Kakek dan nenek ada di rumah, tapi mereka berkata kalau Elena sedang ke makam kedua orang tuanya. Ia selalu melakukan itu di hari ulang tahunnya. Trio tangguh sebenarnya ingin menyusul Elena ke makam, tapi kakek dan nenek melarang mereka karena Elena sudah pergi sejak tadi jadi takutnya mereka berselisih jalan karena mungkin sebentar lagi Elena akan pulang.
Kemudian Steven memberi usul untuk menelepon Elena, tetapi telponnya tidak di angkat. Mereka akhirnya memutuskan untuk menunggu hingga Elena datang. Sambil menunggu, mereka mengeluarkan makanan untuk kakek dan nenek.
Ketika sedang mengambil makanan di mobil, mpok DJ tetangga Elena datang.
"Eh, ada kang Kasep, kang Cakep, sama kang ganteng!"
"Hah... Kang Kasep, kang cakep, kang ganteng?" Steven bingung mendengar ucapan mpok DJ, karena ia baru bertemu dengan mpok DJ.
"Kang kasep tuh si Arya, kang cakep aku, jadi kang ganteng sih kayaknya kamu, Tev." Ujar Dimas. Walau sudah di beri penjelasan Steven masih bingung dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
" Iye tadinye aye panggil pake bang, tapi laki aye keberatan jadinye sekarang panggil pake kang deh, soalnye yang boleh di panggil bang cuma laki aye!"
"Oh begitu ya, mpok... " Ucap Steven sambil menyeringai.
"Lu tuh pade makan apaan sih bisa pade kinclong sama tinggi-tinggi kayak pohon bambu?"
Trio tangguh spontan tertawa mendengar ucapan mpok DJ.
"Yeee... Di tanyain malah pada ketawa. Emang aye pelawak ape?"
"Eh, ada DJ. Masuk sini yuk sekalian kita makan-makan! Ini tamu Elena bawa makanan banyak, sekalian aja yuk sambil nunggu bang Sapri sama Elena datang!" Ajak nenek kepada mpok DJ.
"Iye boleh deh! Iye laki aye emang lagi anterin Lenah ke makam ortunye. Lumayan kan daripada die naek ojol harus nunggu. Kalo ma laki aye kan tinggal duduk manis aje langsung berangkat. Pulangnye juga di tungguin"
"Iya bener mpok, lebih baik sama tetangga yang di kenal jadi lebih aman" Ujar Arya.
__ADS_1
Setelah itu mpok DJ bergabung bersama mereka untuk makan.
**
Elena membaringkan dirinya di antara makam kedua orang tuanya yang terawat dan di penuhi rerumputan yang di pangkas rapi dan terlihat seperti hamparan permadani hijau. Cuaca di hari itu cerah tapi tak secerah suasana hati Elena.
"Mama... Papa... Aku patah hati... " Beberapa tetes air mata berjatuhan di pipi Elena. Ia jarang mengeluh atau curhat di makam kedua orang tuanya. Terakhir ia berkeluh kesah ketika pernikahannya dengan Seno batal, dan itu rasanya sudah lama sekali.
Bang Sapri, suami dari mpok DJ datang menghampiri Elena.
"Neng, maap mpo DJ telpon abang barusan. Katenye di rumah neng lagi ada tamu, jadi neng disuruh pulang sekarang. Emang neng tadi ga bawa HP ye?"
Elena kemudian memeriksa tas kecilnya. Ternyata benar ia memang lupa membawa ponselnya.
"Oh iya bang, HP Lena ketinggalan tadi di rumah. Lena do'a dulu ya sebentar, abis ini kita langsung pulang."
"Oke deh, abang tungguin ye deket motor. Kebetulan abang mau ngabisin kopi dulu, tanggung tinggal dikit lagi" Ujar Bang Sapri sambil menyeringai.
"Iya bang"
**
Elena bingung melihat sebuah mobil terparkir di depan rumah. Setelah masuk ke dalam rumah, Elena baru tau kalau tamunya adalah Dimas, Arya dan Steven. Dan ketika mereka melihat Elena, ketiganya kompak mengucapkan selamat ulang tahun kepada Elena.
"Aku dari semalam telepon kamu tapi kayaknya HP kamu lagi mati ya?" Tanya Dimas.
"Oh iya mas, maaf ya. Semalam aku charge HP karena mati. Sampai aku ke makam baru sadar kalau ga bawa HP"
"Pantesan. Elena, kita udah izin sama kakek dan nenek untuk ajak kamu ke suatu tempat dan mereka mengizinkan. Kamu ga keberatan, kan?"
"Tempatnya formal atau non formal, mas?"
__ADS_1
"Non formal dong, liat aja nih kita pada pakai kaos bukan pake jas" Ujar Dimas
"Kalau begitu tunggu sebentar ya, aku ganti baju dulu. Baju aku banyak ketempelan rumput jadi harus ganti baju"
"Iye soalnye tadi Lenah abis guling-gulingan di makam jadinya bajunye banyak rumput" Ujar Bang Sapri.
"Bukan guling-gulingan kali bang, cuma tiduran doang sebentar. Kalau guling-gulingan nanti aku di tegur sama yang jaga makam" Protes Elena kepada bang Sapri.
"Sama aje, Sama-sama ketempelan rumput judulnye"
Semua yang ada di ruangan itu tertawa mendengar perdebatan kecil antara Elena dan bang Sapri. Tak beberapa lama kemudian, Elena keluar dari kamarnya dengan mengenakan jumper celana jeans dengan dalaman kaos lengan panjang berwarna cerah. Rambutnya di ikat tinggi di atas tengkuk seperti kuda poni. Elena terlihat seperti anak remaja, dan trio tangguh terpana melihat Elena yang terlihat cantik sekaligus imut-imut.
"Elena, kamu terlihat seperti... "
"Anak SMA" Steven menyambung ucapan Dimas.
"Aku tuh mau bilang artis Korea yang imut-imut, kenapa kamu bilangnya kayak anak SMA sih?" Dimas protes kepada Steven.
"Yang penting kan keliatan awet muda. Sama aja kan?" Steven membenarkan ucapannya sendiri.
"Ya udah kalian jangan berdebat terus. Yang jelas Elena mau dandan kayak apa juga keliatan cantik. Sekarang lebih baik kita berangkat, kalau kesiangan nanti pulangnya kemaleman. Kasian nanti kakek sama nenek nungguin" Ujar Arya mencoba untuk menengahi Dimas dan Steven.
"Ga apa-apa, Elena yang penting bawa kunci rumah jadinya tinggal masuk aja kalau pulang nanti jadi kakek sama nenek kalau ngantuk tinggal kunci pintu, ga perlu nunggu Elena lagi." Ujar kakek.
"Baik kek, Elena udah bawa kunci kok. Elena berangkat dulu ya" Elena pamit dan salim kepada kakek dan neneknya, diikuti pula oleh trio tangguh.
Mereka pun segera naik mobil. Arya yang membawa mobil dengan di temani oleh Dimas di kursi depan, sedangkan Steven di kursi belakang bersama Elena.
"Jadi kita mau kemana, koh?" Tanya Elena penasaran kepada Steven.
"Rahasia. Tapi nanti juga kamu tau sendiri. Mudah-mudahan sih kamu suka. Iya ga ya', Dims?"
__ADS_1
"Iya, kalau kamu nanti ga suka bilang aja nanti kita ganti rute kemana aja yang kamu suka. Nanti pak supir Arya yang mengantarkan. Bukan begitu, pak Arya?"
"Iya, siap pak bos" Arya hanya menjawab singkat tapi setelah itu mereka semua menertawakan Arya.