Trio Tangguh Dan Elena

Trio Tangguh Dan Elena
Bab 7 Dimas si Bos Playboy


__ADS_3

[Dims, lowongan sekretaris masih buka ga? Aku ada rekomendasi satu nih!]


[Masih ada, ya'. Suruh dateng aja besok pagi jam 9]


[Oke, thanks bro... ]


[Besok kamu datang kan ya' ke kantor?]


[Iya pasti dateng. Kenapa? Kangen ya? Hehehehe... ]


[Ish... Ngapain juga... Udah ah sampe ketemu besok! ]


Setelah Arya selesai chat dengan Dimas, Arya langsung menghubungi Elena. Elena langsung menyanggupi dan berterima kasih kepada Arya.


**


Keesokan harinya, Elena bersiap menuju kantor yang alamatnya telah di info oleh Arya. Hari ini ia akan melakukan tes tertulis setelah itu psikotes. Bila lulus kedua tes tersebut, ia akan diwawancara oleh CEO dari perusahaan tersebut.


Elena melihat jam yang ada di handphone. Masih ada sekitar 10 menit lagi sebelum jam 9. Tapi ketika Ia akan naik lift yang berada tak jauh dari lobby kantor, ia melihat seorang pria tua sedang duduk di kursi roda seperti sedang menunggu sesuatu.


Ia tak tega melihatnya sendirian. Kemudian ia memutuskan untuk menghampirinya.


"Kek, maaf lagi nunggu siapa? Boleh Lena bantu ga?"


"Eh iya nak, panggil saja eyang. Ini eyang lagi tunggu pak Didi anter eyang ke atas, mau ketemu cucu eyang"


"Lena anter aja ya eyang ke atas. Kebetulan Lena juga mau naik lift ke atas."


"Ga usah nak, eyang berat loh nanti kamu kecapekan dorong kursi roda eyang."


"Ga apa-apa eyang. Lena kuat kok. Nih liat ada ototnya kan sedikit." Ujar Elena sambil menunjukan lengannya seperti binaragawati.


Eyang tertawa melihat ulah Elena.


"Ya sudah, eyang percaya deh"


Setelah itu mereka naik lift ke lantai yang di tuju. Ternyata tujuan lantainya berbeda, jadi Elena mengantar Eyang dulu baru ke tempat Elena akan ikut ujian tertulis.

__ADS_1


"Nah, sudah sampai nih eyang... Mba, maaf saya mau antar bapak ini"


"Oh iya mba, Terima kasih ya! Selamat pagi eyang... Mau ketemu Pak Dimas ya? Tumben nih pagi-pagi"


"Iya, sudah datang belum cucuku?"


"Sudah, eyang. Lagi ada beberapa kerjaan yang harus di tangani. Tunggu sebentar ya, eyang... "


Setelah itu Elena pamit untuk naik lift menuju lantai tempat Elena akan mengikuti ujian tertulis.


Elena tiba di tempat ujian pukul 09.01. Hanya telat satu menit, dan untungnya ujian baru akan dimulai. Tak lama, Elena langsung mengerjakan ujian bersama dengan beberapa peserta calon pegawai lainnya. Tak lupa ia berdoa sambil berharap kali ini rejekinya ada di perusahaan ini.


**


Arya datang dengan Lucky, sepeda motornya menuju kantor Dimas untuk menghindari kemacetan. Hari ini hari Jum'at. Biasanya ia memang selalu menyempatkan diri untuk datang ke kantor Dimas setiap hari Jum'at untuk mengajak Dimas sholat Jum'at bersama di mesjid dekat kantor Dimas.


Setelah memarkirkan Lucky, Arya langsung menaiki lift menuju ruangan Dimas. Hari ini Dimas sibuk sekali. Banyak pekerjaan yang harus ia tangani. Asisten pribadinya yang bernama Redi berada di sampingnya untuk membantu.


Sekretaris Dimas yang bernama Ibu Astri yang dalam waktu dekat akan mengundurkan diri menghubungi Dimas via intercom.


"Maaf Pak, eyang dan Pak Ksatria ada disini untuk menemui bapak"


"Baik Pak."


"Sepertinya Dimas sibuk sekali hari ini ya, ya'. " Ujar eyang kepada Arya. Di kantor Dimas, Arya memang di panggil dengan sebutan Ksatria, nama depan Arya atas permintaan Arya sendiri.


"Iya eyang. Ngomong-ngomong, eyang udah sarapan belum?"


"Udah dong. Kalau belum, bisa-bisa eyang lemes sampai sini"


"Hehehe... Iya juga ya... Tadinya kalau belum sarapan Arya mau ajak eyang makan dulu.. Oh iya, Pak Darma kemana ya, eyang? Kok eyang sendirian kesini?" Arya baru menyadari kalau eyang dari tadi sendiri. Pak Darma adalah bodyguard yang selalu menemani eyang.


"Pak Darma lagi ada izin keperluan keluarga. Jadi eyang kesini cuma sama Pak Didi. Tadi eyang ketemu sama anak perempuan manis yang menawarkan untuk anter eyang kesini"


"Siapa eyang? Eyang kenal ga?"


"Ga tau, eyang juga baru kenal. Kayaknya bukan pegawai sini. Atau mungkin calon pegawai ya? Dimas lagi buka lowongan ga?"

__ADS_1


"Iya, eyang. Bu Astri sekretaris Dimas ini kan mau mengundurkan diri, jadi lagi ada lowongan untuk cari pengganti Bu Astri" Jelas Arya.


"Loh, kamu mau mengundurkan diri, tri? Emang kenapa?"


Ibu Astri memang sudah lama menjadi sekretaris di perusahaan itu. Ia sudah menjadi sekretaris sejak Papa Dimas memimpin perusahaan, menggantikan eyang.


"Iya, eyang. Anak saya minta saya untuk istirahat di rumah saja untuk istirahat sekalian momong cucu. Lagipula saya kan sudah tua, sudah waktunya peremajaan di ganti sama yang masih muda dan fresh."


"Gitu ya. Tapi selama kamu masih mau bekerja disini, tempat ini akan selalu terbuka untukmu, tri. Tapi yah, kalau itu keputusanmu, eyang akan tetap hargai. Asal kamu ga dipecat aja sama Dimas, kalau Dimas sampai berani pecat kamu, eyang akan jewer kupingnya!"


Bu Astri dan Arya yang mendengar itu langsung tertawa.


Tak lama kemudian, Redi keluar dari ruangan Dimas dan mempersilahkan Eyang dan Arya untuk masuk. Setelah masuk, Dimas langsung mencium tangan Eyang.


"Sepertinya kamu hari ini sibuk sekali ya, Dim?" Ujar Eyang.


"Lumayan, eyang. Eyang ngapain kesini? Kan kalau ada perlu tinggal telpon aja nanti Dimas yang ke rumah eyang."


"Eyang sengaja kesini mau kasih tau kamu supaya jangan lupa dateng ke ultah eyang hari Sabtu malam minggu depan"


"Ya ampun eyang, iya pasti Dimas dateng kok"


"Eyang cuma ngingetin aja. Sekalian eyang kesini buat jalan-jalan juga, lurusin kaki"


"Eyang ada-ada aja nih... "


"Oh iya, eyang tadi di anter ke atas sini sama perempuan manis pakai baju atas merah bawah rok hitam. Tolong kamu cari tau namanya, Dim. Kayaknya dia lagi ujian masuk calon pegawai sini."


Dimas sebenarnya bingung sama maksud eyang, tapi ia tetap menuruti keinginan eyang. Lalu ia menghubungi bu Astri via intercom


"Ibu Astri, tolong tanya ke bagian HRD, cari tahu siapa nama calon pegawai yang hari ini ikut ujian tertulis yang pakai baju atasan merah bawahan hitam ya. Nanti kalau sudah dapat segera hubungi saya. Terima kasih."


"Baik, Pak"


Setelah itu, mereka turun ke lantai bawah untuk bersiap sholat Jum'at.


**

__ADS_1


Elena telah selesai mengikuti ujian tertulis. Setelah istirahat makan siang, akan ada lanjutan ujian psikotes. Hasil kedua ujian tersebut akan di umumkan hari ini juga.


Peserta yang lolos kedua ujian ini selanjutnya akan di wawancara langsung dengan pimpinan perusahaan, yaitu Dimas sendiri. Wawancara kemungkinan akan dilakukan di hari Senin pagi.


__ADS_2