
Di pagi hari Dimas, Arya, Steven, Elena, dan Celine sarapan bersama di hotel sambil membicarakan rencana perjalanan hari ini. Rencananya Arya akan mengajak mereka ke tokonya dan memperkenalkan para stafnya kepada mereka.
Arya juga merencanakan untuk menyewa mobil jadi mereka bisa pergi kemana saja yang mereka suka karena di siang hari rencananya mereka akan tur ke beberapa tempat terdekat. Di sore hari, Arya ingin mengajak Dimas dan Steven untuk surfing sambil melihat matahari terbenam di pantai.
Ketika mereka tiba di toko Arya, setelah di perkenalkan kepada para staf, mereka berkeliling melihat barang-barang di toko sementara Arya melihat pembukuan toko bersama dengan Laksmi, satu-satunya staf perempuan di toko tersebut.
Elena sempat mengamati Arya yang sedang berbicara dengan Laksmi. Ia terlihat serius tapi santai. Semua staf di toko ini terlihat akrab dengannya, seperti dengan teman dekat. Lalu, seolah-olah tahu kalau sedang di amati, Arya juga memandang ke arah Elena. Warna matanya yang berwarna abu-abu seolah menghipnotis. Namun tak lama kemudian Elena mengalihkan pandangannya ke arah lain.
'Ia bukan milikku dan tak pernah menjadi milikku' batin Elena sedih. Untuk itu ia akan mengambil keputusan malam ini. Lalu Elena mengamati Celine yang sedang memandang Steven dengan penuh kekaguman. Elena menjadi sedih melihatnya. Ia tak ingin menyakiti Celine, tapi ia harus mengambil keputusan.
**
Setelah menghabiskan waktu di toko, mereka lalu jalan-jalan sampai menjelang sore. Di tengah perjalanan, mereka melihat para warga setempat sedang mengadakan upacara pemakaman adat yang di sebut Ngaben. Kemudian mereka memutuskan untuk berhenti dan ikut melihat prosesi upacara pemakaman tersebut.
Arya tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk memotret momen tersebut. Lalu Dimas menghampiri dirinya.
'Ya', apa kamu memikirkan apa yang aku pikirkan?"
"Soal Tev ya, Dims?"
"Iya. Kalau dia mau di kremasi sama Jade mungkin kayak gini kali ya?"
"Dims.... "
"Iya, aku tau aku ga boleh berfikir seperti itu karena Tev pasti akan sembuh kan?"
Arya tak sanggup berkata-kata lagi. Mereka hanya saling memandang dengan sedih.
**
Di sore hari, Trio Tangguh mencoba untuk surfing, setelah sekian lama tak melakukannya karena kesibukan masing-masing. Awalnya, Dimas dan Steven masih terlihat kaku, kecuali Arya yang memang setiap bulan ke Bali pasti selalu menyempatkan untuk surfing.
Elena dan Celine hanya mengamati dari pinggir pantai. Lalu Dimas mulai kembali ke pantai untuk minum.
"Gimana Elena dan Celine? Keren kan liat kita surfing?"
"Jadi sebenarnya mas Dimas kesini cuma mau pamer ya?"
"Aku kesini mau minum kok... Eh tapi iya sih mau pamer juga sedikit... Hehehe... "
Elena dan Celine hanya tersenyum mendengar ucapan Dimas.
"Kalian mau coba belajar surfing juga ga?"
__ADS_1
"Ngga ah, aku takut tenggelam lagipula ga punya baju selam"
"Soal itu sih gampang, bisa ambil dari toko Arya. Gimana? Mau ga?"
"Gimana, Cel? Kamu mau ga?" Tanya Elena yang meminta persetujuan Celine.
"Ngga ah, aku mau lihat-lihat aksesoris di sebelah sana. Terserah kamu sih mau ikut aku atau mas Dimas"
"Aku ikut kamu aja deh, lagipula aku ga begitu pandai berenang" Ujar Elena.
"Ya udah, kalau gitu aku balik ke Arya sama Steven dulu ya. Bye!"
"Bye" Sahut Elena dan Celine berbarengan.
Elena dan Celine kemudian sempat melihat-lihat aksesoris yang ingin di lihat oleh Celine, tetapi ketika hari mulai senja mereka kembali ke pantai untuk melihat matahari terbenam.
Dimas, Arya dan Steven sedang duduk di atas papan surfing mereka sambil melihat matahari terbenam. Biasanya posisi Dimas di tengah, tetapi kali ini Steven yang di tengah, di apit oleh Arya dan Dimas yang masing-masing memegang pundak kanan dan kiri Steven.
"Aku tak tahu apakah ini akan menjadi terakhir kalinya aku melihat matahari terbenam di Bali"
"Tev... " Dimas dan Arya memanggil nama Steven berbarengan dengan maksud menegur Steven agar ia tak berfikir macam-macam.
"Iya... Iya... Aku tahu..."
"Tev, sebenarnya kamu tau ga sih kalau Celine suka sama kamu?" Tanya Arya
"Ya ampun, Tev... Ga peka banget sih!" Dimas gemas jadi ingin menjitak kepala Steven.
"Aku sukanya sama Elena, jadi fokusnya ke situ aja" Ujar Steven sambil mengangkat bahu.
"Dengar Tev, sebelum kita balik ke hotel, aku sama Dimas ada rencana untuk bawa kamu sama Elena ke suatu tempat supaya kalian punya privasi untuk berdua. Jadi kita mau alihkan Celine dulu nih"
"Oke, aku sih ikut aja sama rencana kalian. Sekarang kita balik yuk ke hotel. Kaki aku udah mulai kram nih."
"Ya udah yuk"
Kemudian bersama Elena dan Celine, mereka sama-sama kembali ke hotel.
**
Setelah mandi dan berpakaian, Dimas dan Arya memberitahu Steven kalau mereka akan keluar lebih dulu menjemput Celine. Setelah mereka benar-benar sudah keluar, baru Steven menjemput Elena ke kamar.
Rencana sudah berjalan dengan sempurna, saat ini Dimas, Arya, dan juga Celine sedang berada di cafe untuk makan malam sekaligus menikmati musik live di sana. Celine sempat menanyakan Elena dan Steven, tapi Dimas berkata kalau mereka akan datang menyusul karena saat ini mereka sedang membeli oleh-oleh pesanan nenek dan kakek Elena.
__ADS_1
Steven dan Elena menuju restoran yang sudah di booking Arya dengan menggunakan sepeda motor sewaan. Steven tidak bisa menyewa mobil karena sedang keluar semua. Sudah lama sekali Steven tak mengendarai sepeda motor, jadi ia agak kikuk waktu pertama mengendarainya lagi.
Elena mulai tertawa ketika Steven mengendarai sepeda motornya dengan tersendat-sendat, tetapi lama kelamaan Elena malah jadi mual. Muka Steven langsung panik karena ia tak tahan tiap melihat orang muntah. Untungnya Elena hanya mual tapi tidak jadi muntah.
Ketika Elena mual, Steven menghentikan motornya di pinggir jalan. Tapi ketika mereka akan melanjutkan perjalanan, Steven bingung. Mereka sedang berada di tempat yang sepi dan ia tak tahu dimana. Sepertinya mereka tersesat. Kemudian Steven menghubungi Arya dan meminta tolong arahan ke arah restoran.
Setelah berputar-putar beberapa lama, akhirnya mereka tiba juga di tempat yang di tuju. Mereka sudah terlambat selama 30 menit, tetapi untungnya kursi yang sudah di booking masih bisa di tempati dan belum di ambil oleh orang lain.
Suasana romantis dengan makanan yang menggugah selera membuat Steven memberanikan diri untuk menanyakan jawaban dari Elena. Lalu Elena menjawabnya dengan memberikan Steven hadiah ulang tahun. Steven langsung membuka kadonya yang ternyata adalah sebuah bola salju kaca yang bila di putar akan mengeluarkan suara musik yang indah.
Awalnya Steven tidak mengerti hubungan dari hadiah Elena dan jawaban yang Steven nantikan dari Elena, tapi setelah Steven mengamati bola salju itu, ia melihat boneka kecil di dalamnya dengan tulisan yes.
"Yes? Apa ini berarti....?" Tanya Steven tak berani berharap lebih.
"Yes berarti iya, ko. Aku sayang Koko. Bukan karena koko sedang sakit, tetapi karena aku nyaman bersama koko"
"Benarkah?"
"Iya, benar. Tapi... Aku punya satu syarat, ko... "
"Apa itu syaratnya?"
"Aku ingin koko merahasiakan hubungan kita dari Celine karena ia juga suka sama koko jadi aku tak mau dia sedih"
"Begitu ya? Aku malah tak sampai kepikiran kesitu"
"Maaf kalau aku berlebihan, ko"
"Tak apa, Elena. Aku mengerti dan aku setuju sama permintaan kamu"
"Terima kasih, ko"
Setelah itu mereka merayakannya dengan memesan semua hidangan penutup yang manis. Tentu saja Elena dan Steven tak bisa menghabiskan semuanya, jadi mereka meminta pelayan restoran untuk membungkusnya dan membagikannya untuk orang-orang di jalan.
**
Celine mulai curiga dengan ketidakhadiran Elena dan Steven. Karena malam sudah mulai larut akhirnya Celine menghubungi Elena entah untuk yang ke berapa kalinya. Ketika akhirnya Elena mengangkat telepon, ia berkata akan datang ke cafe tempat dimana Celine berada.
Untungnya di perjalanan pulang, Elena dan Steven tidak tersesat lagi. Dengan mengandalkan GPS, akhirnya mereka tiba. Celine kemudian bertanya apakah Elena dan Steven mendapatkan yang mereka cari. Kemudian Elena berbohong kalau barang yang mereka cari ternyata sudah tidak ada karena saking langkanya.
Karena Steven mulai terlihat lelah, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke hotel. Arya memutuskan untuk mengendarai sepeda motor yang di sewa Steven. Sedangkan Dimas membawa mobil bersama Steven, Elena dan Celine.
**
__ADS_1
Di hari minggu pagi setelah sarapan, mereka merencanakan untuk jalan-jalan ke tempat-tempat wisata selama sehari penuh. Setelah puas berkeliling selama seharian, akhirnya mereka kembali ke hotel di sore hari.
Malam harinya mereka makan malam bersama di restoran yang terletak di pinggir pantai dengan suasana outdoor, jadi mereka bisa merasakan langsung pemandangan di pantai. Setelah makan malam, mereka kembali lagi ke hotel dan mulai berkemas karena besok pagi mereka harus pulang kembali ke Jakarta.