
Tak terasa sudah sebulan Elena bekerja untuk Loekito Corp yang di pimpin oleh Dimas. Setelah mendapat gaji pertama, Ia mengajak kakek dan neneknya untuk makan di sebuah restoran masakan tradisional di sebuah Mall.
Elena pernah makan di tempat itu bersama Dimas sewaktu habis membeli gaun yang akan di pakai untuk ulang tahun eyang di sebuah butik beberapa waktu yang lalu.
Elena beserta kakek dan neneknya menuju mall dengan menggunakan taksi online. Setelah tiba di mall, mereka langsung ke restoran tempat mereka akan makan. Lalu mereka memesan tempat lesehan agar kakek dan nenek lebih leluasa untuk duduk dan menikmati makanan mereka.
"Gimana kek... Nek... Enak ga makan di sini?"
"Enak, Len... Ada tempat lesehannya lagi. Jadi kayak makan di kampung ya, kek?" Tanya nenek kepada kakek.
"Iya nek, tapi sebenarnya masakan nenek lebih enak sih daripada di sini" Ujar kakek sambil berbisik ke nenek.
"Ih kakek, jangan ngomong gitu dong kan ga enak sama Lena yang udah traktir kita!" Ujar nenek yang merasa tak enak dengan Elena.
"Iya ga apa-apa nek, sesekali kesini juga ga apa-apa biar nenek ga capek masak" Ujar Elena sambil tersenyum.
"Makasih ya Lena... Nenek sama kakek seneng kok di ajak Elena kesini" Nenek tersenyum sambil mengelus rambut Elena dengan sayang.
"Iya bener Lena. Tapi habis makan tunggu sebentar dulu ya, kakek jadi susah berdiri nih. Kayaknya kekenyangan"
"Loh kakek kenapa? Kakinya sakit lagi?" Tanya Elena khawatir melihat kakeknya sambil memijat kakinya sendiri.
"Ga apa-apa cuma sakit sedikit, nanti juga hilang" Ujar kakek mencoba menenangkan Elena.
Setelah selesai makan, mereka jalan pelan-pelan untuk ke Lobi mall agar bisa memesan taksi online untuk pulang. Tadinya Elena ingin membelikan kakek dan neneknya baju, tapi melihat kakek sepertinya sudah kecapekan, Elena memutuskan untuk pulang.
**
Steven pergi ke mall sendiri untuk membeli beberapa barang yang akan ia berikan untuk Emily, adik tirinya. Sifat Emily sangat bertolak belakang dengan Aldo, kakaknya. Ia sangat pemalu, sedangkan Aldo sangat senang menjadi pusat perhatian.
Tadinya Steven ingin mengajak Emily ke mall, tapi Emily tidak mau karena ia malu. Emily memang sangat tertutup, hampir sama sebenarnya dengan Steven. Karena Steven anak tunggal, ketika Emily datang ke rumah, Steven sangat senang karena dari dulu ia memang ingin punya adik perempuan.
Dulu sewaktu masih kecil, Steven juga selalu menemani Lili - adik Dimas dan Dita - adik Arya untuk bermain. Ia bahkan rela di dandani oleh Lili dan Dita. Steven tersenyum jika mengenang saat itu bersama mereka.
Setelah membeli beberapa barang yang di butuhkan, Steven hendak pulang ke rumah. Tapi di tengah mall ia seperti melihat sesosok wanita yang ia kenal. Steven mencoba mendekatinya dan dugaan Steven benar, wanita itu adalah Elena.
"Elena?" Tanya Steven untuk memastikan apakah itu Elena atau bukan.
"Hai, koh Steven! Koko lagi ngapain di sini? Kok sendirian?"
"Iya, aku lagi beli beberapa barang kebutuhan Emily"
"Emily?"
__ADS_1
"Iya, Emily adikku"
"Ooo... " Ujar Elena sambil menganggukan kepalanya.
"Elena kesini sama siapa?"
"Ini sama kakek dan nenek. Kenalin koh, ini kakek dan nenek aku"
Steven kemudian menjulurkan tangannya untuk salim kepada kakek dan nenek.
"Maaf kakek sambil duduk ya, karena kaki kakek lagi sakit"
"Loh, kaki kakek lagi sakit? Buat jalan masih bisa ga, kek?" Tanya Steven.
"Kayaknya ga bisa deh koh, ini makanya Elena lagi bingung."
" Berarti kakek butuh tongkat atau kursi roda nih kek supaya minimal bisa naik ke mobil. Tapi... Sayang sih kayaknya di sini sih ga ada yang jual kursi roda atau tongkat. Coba deh aku ke tanya ke apotek yang di atas dulu. Biasanya suka jual. Sebentar ya!"
"Duh makasih ya koh, maaf jadi merepotkan!"
"Iya ga apa-apa... Sebentar ya!" Steven segera bergegas ke apotik yang di maksud.
**
"Maaf Elena, mereka tidak menjual kursi roda ataupun tongkat untuk kakek. Tapi... Tunggu sebentar deh."
Kemudian Steven menelepon seseorang.
"Halo Mr. Rami, saya boleh minta tolong?" Tanya Steven kepada salah satu bodyguard kepercayaannya.
"Iya Pak, apa yang bisa saya bantu?" Samar terdengar suara Mr. Rami di telepon.
"Tolong carikan saya kursi roda dan tongkat. Segera ya. Nanti kalau sudah ketemu langsung kasih ke saya. Saya sedang di mall. Saya tunggu ya. Terima kasih"
"Baik, pak"
Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya Pak Rami menemukan apa yang di minta oleh Steven dan langsung mengantarkan ke Steven.
"Terima kasih ya nak, maaf udah ngerepotin nak Steven." Ujar kakek dengan tak enak hati.
"Ga apa-apa kek. Sekarang mari Steven antar pulang ke rumah kakek. Mr. Rami, tolong antarkan kakek dan nenek sampai rumah ya. Karena saya bawa mobil sport jadi maaf tidak muat kalau semuanya naik karena kapasitas hanya dua orang."
"Ya sudah kalau begitu Elena naik mobil sama nak Steven aja duluan sambil nunjukin jalan" Kata kakek kepada Elena.
__ADS_1
"Iya deh kek, itu juga kalau koh Steven ga keberatan" Ujar Elena
"Ga, aku ga keberatan kok. Ayo Elena ke mobil aku. Mr. Rami nanti tolong ikuti saya ya di belakang" Ujar Steven kepada Mr. Rami.
"Baik, Pak" Mr. Rami kemudian membantu kakek dan nenek menuju mobil.
**
Setelah beberapa lama, akhirnya mereka tiba juga di rumah kakek dan nenek Elena.
"Jadi di sini ya rumah kamu?" Tanya Steven kepada Elena
"Iya, koh. Masuk dulu yuk!"
"Yuk"
:
Setelah itu Steven membantu Mr. Rami untuk menurunkan kakek secara perlahan dari mobil ke dalam rumah.
"Sebentar ya nak Steven. Nenek buatkan minum dulu"
"Ga usah nek, Steven juga ga akan lama lagi pulang ke rumah. Udah malam juga"
"Nek... Koh Steven ini juga sahabatnya kak Arya dan mas Dimas."
"Ooo... Begitu... Jadi kalian sudah lama berteman sejak kecil ya?" Tanya nenek kepada Steven
"Iya betul, nek _"
"Nak Steven kerja di mana?" Tanya nenek lagi
"Koh Steven punya perusahaan keluarga nek. Dia pimpinannya, sama seperti mas Dimas."
"Ooo... Iya... Iya.,. Kalau begitu nenek sama kakek masuk dulu ya mau istirahat di kamar. Nanti kamu yang kunci pintu ya Lena"
"Iya, silakan nek. Steven juga abis ini mau langsung pulang karena sudah malam"
"Ya sudah, Nanti hati-hati di jalan ya"
"Iya nek"
Setelah itu Steven pamit pulang dengan di ikuti oleh mobil Mr. Rami. Tak lupa sebelumnya Elena berterima kasih kepada Steven.
__ADS_1