
Pagi ini, Tica terbangun dengan keceriaan seperti hari-hari sebelumnya. Bumil itu begitu semangat menjalani hari demi hari, hingga tanpa terasa dua Minggu sudah ia bekerja di perusahaan milik teman bulenya, Recaz Hemezz. Perusahaan yang bergerak di bidang fashion. Perusahaan milik Recaz juga bekerja sama dan melakukan kolaborasi dengan sebuah brand terkenal.
Awalnya Tica memang sedikit merasa tidak nyaman dengan pekerjaannya, karena ia tidak begitu ahli dalam bidang tersebut. Namun kendati demikian, bumil itu tak pernah menyerah terus berusaha hingga kini ia perlahan merasa nyaman dengan pekerjaan yang ia geluti.
"Dua Minggu lagi, semangat Tica! Apa dia lupa? Ah engga mungkin, dua Minggu lagi dia pasti datang jemput aku dan dedek!"
Gumamnya, beranjak menuju kamar mandi guna membersihkan diri dan berangkat bekerja.
Satu jam berlalu, Tica telah siap dengan segala kebutuhannya untuk bekerja yang tertata rapi di dalam tas selempangnya. Seperti biasa, Recaz sudah menunggunya di lantai bawah. Sudah seminggu ini Recaz selalu menjemputnya, Tica sebenarnya merasa tidak enak hati. Tetapi bagaimana lagi, ia sudah mencoba menolak. Recaz justru mengancamnya sehingga ia tak bisa berkutik lagi.
"Hy Re! Udah lama nunggu?" Ucap Tica membuka pintu mobil.
"Tidak, aku baru saja datang. Aku tahu kau itu kalau berdandan bagaikan ayam mengerami telurnya!" Sahut Recaz, sontak Tica cengengesan. Mau bagaimana lagi, namanya juga betina.
"Namanya juga betina, kalau soal dandan mah jangan ditanya!"
"Yayaya kau maha benar, Nona!"
Recaz pun melajukan kereta besi keluaran terbaru berwarna putih salju itu menuju perusahaannya yang tak jauh dari apartemen Dendy. Mungkin kurang lebih hanya berkisar tiga kilometer dan membutuhkan sepuluh hingga lima belas menit perjalanan.
__ADS_1
Di Amerika, New York city.
Seorang pria tampan tengah menggeram marah tatkala melihat perempuan yang berstatus istrinya ternyata berpergian bersama orang lain tanpa seizinnya. Disini ia bekeja mencari nafkah, wanita itu justru berselingkuh.
"Sayang, itu foto siapa sih. Kan cuma mobil?"
Ujar seorang wanita yang bergelayut manja di lengan pria itu.
"Tak ada!" Pria itu menaruh kembali foto itu ke dalam saku jasnya dan bercengkrama bersama wanita cantik berkebangsaan Amerika yang tengah bergelayut manja itu.
Murahan!
***
Bahkan saat Tica menginginkan sesuatu, Recaz tak segan untuk membelikannya. Kepribadian Recaz yang baik dan sopan membuat Tica nyaman berada di dekat pria itu. Tetapi Tica tahu batasan, ia tak akan menerima jika Recaz memberikan barang-barang mahal. Pria bule itu juga orang yang disiplin dan berwibawa, terbukti semua karyawan hormat dan segan terhadapnya bahkan Tica yang selalu memanggilnya dengan sebutan 'Pak Bos' saat jam kerja berlangsung.
"Akhirnya selesai. Huh, aku kangen dia, dedek pasti kangen papih ya?" Bumil itu mengeluh sedih. Jujur hatinya begitu merindukan sosok pria yang sebulan ini telah menemaninya walau tanpa cinta dan kehangatan. Apalah hormon kehamilan membuatnya selalu ingin berada di dekat ayah dari bayinya dan selalu ingin dimanja.
"Kita tidur bareng Papih ya, dedek jangan rewel ya, Nak. Jangan buat Mami susah."
__ADS_1
Tica membuka lemari Dendy dan mengambil selembar kaos milik Dendy yang kerap kali Dendy gunakan. Aroma khas tubuh Dendy melekat tercium jelas dari kaos berwarna abu-abu itu. Tica menatapnya dan memeluknya, wanita itu hanya bisa tidur jika ada aroma Dendy di dekatnya. Inilah salah satu cara untuk mengatasi rasa rindunya yang membuncah pada sang suami.
"Gila, keteknya kok buram sih? Ini motifnya apa keteknya dia yang tajam? Kaos abu-abu bisa jadi putih, berarti kalau kaos putih bisa jadi kuning dong?"
Tica menatap geli melihat bagian ketiak pada kaos itu telah memudar warnanya. Tak lagi abu-abu melainkan putih pudar. Walau begitu wanita itu tetap menggeluti kaos milik Dendy itu, buktinya ia tetap memeluknya.
Ibu hamil cantik itu tertidur dengan lelapnya. Tangannya masih erat memeluk kaos abu-abu ketek putih milik Dendy. Malang sekali nasibnya, saat hamil bukannya dimanja malah ditinggal entah kemana.
"Sayang..."
Tica mengigau, bahkan rasa rindu itu membuatnya hingga terbawa di alam bawah sadar. Benar-benar rindu itu memang berat.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC!
Vote like and komennya yah.