Unity Of Love

Unity Of Love
UOL-64 Keistimewaan Evan.


__ADS_3

Seorang wanita cantik, dengan penampilan sederhana rambut diikat bagaikan ekor kuda dengan wajah bersinar cerah duduk di sebuah bangku kayu di tengah-tengah indahnya alam, menikmati kipasan angin sepoi-sepoi sembari menyantap sebuah camilan ringan di tangannya. Seorang pria kaku, mengenakan setelan formal dengan sepatu Caterpillar yang mengkilap. Duduk di sebelah wanita itu seraya menggaet camilan yang dipegang wanita itu.


"Menikahlah denganku!"


Deg.


Seketika hati wanita itu mencelos. Traumanya terhadap lelaki membuatnya tidak mau lagi berurusan dengan makhluk yang namanya laki-laki. Apalagi sampai memiliki sebuah ikatan ataupun hubungan khusus yang membuat dirinya harus terikat dengan seorang lelaki. Ia mencengkram dressnya penuh kekuatan, seketika dadanya berdetak cepat dengan keringat dingin yang mulai keluar.


"Tidak!" Wanita itu berdiri dan segera berlari menjauh, ia begitu trauma dengan yang namanya pria, pengalaman buruk yang pernah menimpa hidupnya sungguh mengubah pandangan hidupnya terhadap seorang pria. Ia menganggap bahwa pria adalah makhluk yang paling jahat dan sama sekali tidak bisa menghargai wanita kecuali sang ayah. Tanpa melihat bahwa tidak semua pria seperti itu, tidak semua pria memiliki karakter yang sama.


Pria dingin itu hanya bisa menghela nafas kasar, lagi dan lagi ia ditolak untuk kesekian kalinya. Dirinya merasa tertarik untuk mendekati gadis itu, karena hanya gadis itulah satu-satunya orang yang berani menolak dirinya. Selama dirinya hidup, tidak ada satu orangpun yang bisa menolak pesonanya sebagai pria tampan, ia berdiri seraya memikirkan sebuah cara untuk memikat gadis yang membuatnya merasa tertantang itu.


"Gadis yang cantik, sayang sekali keperawanannya direnggut secara paksa dan membuatnya trauma. Lihat saja bagaimana aku akan membuatmu jatuh dalam pesonaku!" Pria tampan nan gagah itu tersenyum seraya memandang nakal ke arah gadis itu yang telah menghilang lekang oleh jarak. Ia telah menyelidiki semua tentang gadis itu, dan hanya tinggal memikirkan bagaimana caranya untuk memikat gadis itu.


Menjadi sebuah tantangan tersendiri baginya ketika ia ditolak untuk pertama kalinya oleh seorang wanita karena biasanya wanitalah yang akan memujanya dan ia yang akan menolak. Tetapi karma selalu berlaku adil, Pria itu pergi dengan santai seraya bersiul menikmati indahnya alam.


Di belahan bumi lainnya, sepasang suami istri tengah bersama putra mereka menikmati indahnya taman mansion duduk beralaskan tikar dengan beberapa sajian yang dibuat sendiri oleh sang istri. Mereka menikmati waktu bersama menemani putra mereka bermain rutin setiap weekend, kasih sayang orangtua adalah kunci dari kuatnya mental anak.

__ADS_1


"Mas, Jerry kemana? Biasanya pagi-pagi sudah kemari menemani si kembar bermain."


Dendy menatap tajam Tica, beraninya wanita menanyakan pria lain ketika tengah menikmati waktu mereka bersama. Dendy seketika merengut sebal, menaruh teh yang hendak ia seruput kembali, Tica menepuk jidat melihat kelakuan suaminya yang semakin menjadi. Ia duduk di pangkuan pria itu, mengecup bibir itu yang moncong lima senti.


"Sayang... Mas Dendy yang paling tampan sejagad raya, aku cuma tanya. Kamu tahu sendiri kan? Biasanya Tom Jerry itu kesini untuk si kembar, dia itu kan uncle tersayang Evan, haha..." Ia yakin Dendy pasti akan semakin panas jika dirinya tidak menjelaskan kesalahpahaman ini.


"Oh! Dia bilang ada misi rahasia! Dia pikir aku bodoh, aku tahu dia mengincar seorang gadis yang membuatnya tertantang." Sahut Dendy datar dengan tetap memegangi perut istrinya khawatir wanita itu akan jatuh jika tidak ia pegang.


"Bu...Dadddyyhh..." Evan berteriak ingin memperlihatkan Dendy dan Tica, segerombolan kupu-kupu datang dan bermain dengannya seakan pria tampan kecil itu begitu menyatu dengan alam bahkan banyak hewan yang menyukai Evan, hewan seketika luluh jika telah bersitatap dengan netra biru itu. Entah itu keistimewaan atau bukan, Tica akan selalu mensyukuri.


"Iya Sayang, bermainlah! Ibu dan Ayah disini, hm? Ajak kakakmu juga, ayo ajak dia!"


"Evan atau Ethan?"


"Ev!"


Dendy menyerengit heran, ia kira tidak ada hal apapun yang aneh, pertumbuhan putranya juga baik-baik saja karena kedua bayi tampan itu selalu mendapatkan gizi dan nutrisi dengan asupan makanan yang berkualitas serta check-up ke dokter anak setiap dua Minggu sekali.

__ADS_1


"Maskudnya, Sayang?"


"Kamu tahu, Evan itu seperti menyatu dengan alam. Lihatlah, banyak hewan yang seakan suka pada Evan, senyuman Evan mungkin bisa meluluhkan hewan-hewan itu. Bahkan beberapa hari yang lalu, ada segerombolan kucing yang menemani Evan bermain, aku diceritakan oleh Wila!"


"Mungkin itu sebuah keistimewaan! Aku tidak bermasalah selama itu tidak membahayakan atau merugikan putraku!"


Evan adalah anak ceria yang selalu tersenyum menampakkan aura positif dan ketampanannya. Berbeda dengan sang kakak yang cenderung diam dan lebih suka dengan sang ibu daripada bertemu khalayak ramai.


.


.


.


.


TBC!

__ADS_1


Vote like and komennya yah.


__ADS_2