Unity Of Love

Unity Of Love
UOL-79 Kepanikan Dendy.


__ADS_3

Setelah berjam-jam lamanya menunggu di depan pintu ruang bersalin, akhirnya lampu yang sedari tadi menyala itu mati, Dendy semakin bertambah khawatir sedari tadi terus melantunkan seuntai doa pada sang pencipta agar istri dan anaknya di dalam sana selamat dan lahir dengan lancar.


"Tuan Dendy Faresh, Anda boleh masuk." Seorang suster wanita keluar dan Dendy pun segera melewati suster itu masuk ke dalam ruangan. Nampaklah sang isteri yang tersenyum bahagia ke arahnya dengan sang putri kecil yang berada tepat di sebelah Istrinya yang berusaha untuk tetap sadar dari efek obat bius yang membuatnya mengantuk.


"Putriku?" Dendy menangis, kebahagiaan itu seakan muncul menyeruak di dalam hatinya membuat semua kekhawatiran yang ia rasakan tadi lenyap begitu saja, dunia seakan terus memihak kepadanya, putri cantiknya telah lahir ke dunia dengan sehat dan sempurna begitu bersih dan suci.


"Iya Mas, ini putri kita!" Dengan ragu dan kaku Dendy menimang bayi kecil yang tengah tertidur dengan lelapnya menutup mata kecilnya. Bayi cantik yang merupakan gabungan dari wajahnya dan juga wajah Tica, tetapi wajah Dendy tetap yang lebih mendominasi. Inilah sebabnya kenapa istrinya begitu manja saat hamil dan selalu menginginkan benda-benda yang bersifat kewanitaan.


"Hidungnya seperti aku, mancung! Bentuk wajahnya juga seperti aku, dan kamu hanya mendapatkan bagian bibirnya saja, Sayang! Dia adalah putriku, ah matanya biru! Kamu putri Daddy, Sayang!"


"Ini tidak adil, dia berada dalam rahimku selama sembilan bulan tetapi kenapa lebih mirip kamu? Ish! Si kembar juga ambil semua bagian wajah kamu, sekarang dia juga. Aku dapat apa dong?"


"Dapat Daddy mereka hahahah...."


"Mas, aku engga..ku...at!"

__ADS_1


Mata Tica mulai terpejam dengan wajah polos yang begitu cantik, seakan aura keibuan wanita itu begitu terpancar.


"Dokter!!!" Teriak Dendy begitu kencangnya ia segera memanggil dokter yang memang hendak masuk ke ruangan Tica agar segera menangani istrinya, jantung pria itu itu berdegup dengan kencang, ingatannya langsung terpaku pada ucapan sang istri beberapa hari lalu, "bagaimana kalau aku tidak bisa bertahan? Aku ingin kamu bahagia bersama anak-anak!" Seketika kalimat itu terus terngiang-ngiang di benak Dendy, ketakutan menyerbu hati dan pikirannya hingga keduanya kalut, ia segera menyerahkan sang putri kecil pada seorang perawat untuk diletakkan dalam box bayi.


"Dok, istri saya baik-baik saja kan?" Tanya Dendy begitu panik saat dokter baru saja keluar dari ruangan Tica, sang dokter pun tersenyum melihat betapa besar cinta Dendy untuk sang istri.


"Nyonya baik-baik saja, Tuan. Beliau hanya tertidur karena efek dari obat bius tadi yang memang efek sampingnya adalah mengantuk."


"Syukurlah!" Hati Dendy melega setelah mendengar pernyataan dokter yang mengatakan bahwa sang istri baik-baik saja.


"Tuan, mari ikut ke ruangan saya." Dendy mengangguk seraya mengikuti dokter menuju ruangan pribadi dokter bersama seorang suster yang merupakan asisten dokter itu.


"Hmm."


"Seperti operasi pada umumnya, Nyonya Tica tidak boleh memakan sembarang makanan akan ada ahli gizi kami yang mengatur semua makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh Nyonya Tica. Dan beliau juga tidak boleh melakukan kegiatan berat apalagi sampai kelelahan. Jika ingin olahraga lakukan yoga ringan boleh."

__ADS_1


"Lalu?"


"Lalu agar produksi ASI Nyonya Tica lancar, kami akan berikan obatnya dan juga beliau harus mengonsumsi beberapa sayuran hijau yang dianjurkan. Serta menghindari makanan pedas berlebihan dan juga alkohol."


"Baiklah! Aku ingin perawatan istriku dipindahkan di rumah mulai besok!"


"Sesuai keinginan Anda, Tuan!"


.


.


.


.

__ADS_1


TBC!


Vote like and komennya yah.


__ADS_2