Unity Of Love

Unity Of Love
UOL-87


__ADS_3

Tujuh bulan telah berlalu begitu cepat, musim yang sebelumnya bersalju kini telah berpindah menjadi musim panas kembali, siang ini matahari bersinar begitu terik di atas sana, bayang-bayang sudah berada di atas kepala. Seorang wanita hamil yang perutnya sudah sedikit membuncit masih saja bergerumul di bawah selimut, Karmila tengah mengalami masa ngidamnya.


"Honey!" Teriaknya memanggil suaminya yang baru saja datang dari pintu membawa senampan makanan lengkap dengan minuman khusus untuk ibu hamil, yaitu susu ibu hamil. Dan seperti yang dikatakan oleh dokter, bahwa semua emosi yang hinggao di hati Karmila itu adalah hormon kehamilan dan akan hilang dengan sendirinya. Benar saja, dari yang awalnya begitu galak dan penuh emosi, kini wanita itu telah berubah menjadi wanita super imut dengan tingkat kemanjaan yang tinggi pada suaminya.


Setiap pagi, Jerry akan membawakan senampan makanan untuk istrinya yang lengkap dengan susu ibu hamil seperti pagi ini. Lalu disiang hari Jerry akan bekerja ke kantor dan wanita itu akan merengek karena dirinya harus kembali kesepian di mansion hingga akhirnya Jerry meminta salah seorang pelayan untuk menemani istrinya saat ia pergi bekerja. Lalu di malam hari saat Jerry pulang bekerja, Karmila dengan manjanya tidak akan mengizinkan Jerry untuk mandi. Ia hanya akan meminta Jerry menepuk-nepuk pantatnya hingga ia tertidur, barulah setelah bayi besarnya itu tidur, Jerry bisa mandi dan pergi tidur.


"Iya Sayang? Makanlah dulu, aku akan mandi sebentar." Jerry membiarkan istrinya makan di ranjang tanpa mandi ataupun membilas wajahnya terlebih dahulu, Jerry pernah sekali melarang istrinya untuk makan sebelum sikat gigi dan membilas wajahnya dan alhasil ia didiamkan oleh wanita itu selama tiga hari lamanya. Hingga Jerry tidak lagi mempengaruhi apapun yang ingin dilakukan wanita itu asalkan tidak membahayakan dirinya sendiri dan juga kandungannya.


"Honey kerja lagi?" Rengeknya manja menahan lengan suaminya yang hendak pergi ke kamar mandi yang berada tidak jauh dari ranjang.


"Iya Sayang, kan aku ada meeting hari ini. Aku ga enak sama Tuan Dendy kalau cuti terus." Sahut Jerry penuh kelembutan, jangan sampai ibu hamil itu merajuk lagi. Bisa-bisa Jerry gila sendiri menghadapi kemarahan istrinya yang bisa lebih dari tiga hari.


"Jadi kamu lebih milih kerja daripada nemenin istri kamu di sini?"


"Heuh, bukan begitu Sayang. Tapi kan ini sudah kewajibanku. Kamu ga boleh seperti ini, kan aku kerja juga buat kamu sama anak kita nanti biar kalian terpenuhi kebutuhannya."


"Baiklah, maafkan aku."


Cup.


Karmila pun memakan makanannya kemudian meminum susu hamil dengan varian coklat itu, jujur ia mudah merasa bosan selama hamil. Ia butuh sesuatu yang baru, seperti traveling mungkin. Ya, Karmila ingin traveling alias jalan-jalan nanti setelah suaminya bekerja. Namun ia yakin, jika dirinya meminta izin Jerry pasti tidak akan mengizinkan dengan alasan itu berbahaya untuk janinnya. Ia harus menunggu waktu yang tepat, yaitu setelah Jerry berangkat ke kantor.


"Sudah habis Sayang?"


"Iya Honey. Itu baju kamu sudah aku siapkan."


"Terimakasih, Sayang."


Jerry memakai setelan formalnya, menyisir rambutnya dan membiarkan istrinya memasangkan dasinya yang berwarna senada dengan jasnya, kemudian pamit pada istrinya untuk segera beranjak pergi karena hari sudah mulai siang, ia pasti akan terlambat sampai kantor jika masih molor waktu.

__ADS_1


Setelah suaminya pergi, Karmila bersiap diri untuk mandi. Lima belas menit waktu yang dibutuhkan untuk mandi, Karmila selesai mandi dan mengenakan sebuah dress untuk ibu hamil yang suaminya belika beberapa hari lalu. Sangat pantas di tubuh Karmila dengan kulit cerah berseri milik wanita itu seakan menampakkan auranya yang kuat.


Tidak lupa sepatu flat berwarna putih yang diberikan oleh Nadya dengan tas selempang kecil yang lucu yang diberikan oleh Tica sebagai hadiah kehamilannya, tentu saja hadiah dari para sultan itu bukan kw. Melainkan ori keluaran terbaru dari sebuah brand dunia yanb harganya bisa membuat kantong bukan hanya bolong melainkan robek.


"Selesai!" Ujarnya. Ia segera menelfon Tica yang mansionnya memang tidak terlalu jauh dari mansion Jerry.


"Hello Tic?"


(...)


"Aku ingin berjalan-jalan, aku bosan di rumah. Suamiku sibuk bekerja, bisakah kamu menemani aku di taman dekat mansion? Aku akan menunggu kamu di sana."


(...)


"Baiklah, aku tunggu yah. Bawa si kembar dan Baby D juga."


Tutt.


"Mila!"


"Eh Tic, duduk sini. Wila ayo duduk, Ev Eth, sini, Sayang."


Tica yang baru saja datang segera bergabung duduk di atas tikar setelah meletakkan semua barang bawaannya dan juga si kembar di bawah sana yang merangkak menuju pangkuan Karmila.


"Ah, Wila aku melupakan botol air kita di rumah!"


"Benarkah, Nyonya? Bukankah tadi saya sudah menaruhnya di atas meja?"


"Hmm! Makan saja seadanya, okey?"

__ADS_1


"Sebentar, biar aku yang beli minuman di seberang jalan sana." Karmila menawarkan diri untuk membeli minuman.


"Biar saya, Nyonya." Imbuh pelayan yang bersama Karmila tetapi dengan halus ditolak oleh Karmila. Ia ingin membelinya sendiri, setidaknya tidak menyusahkan orang lain.


Karmila berjalan hendak menyebrang di jalan yang lumayan ramai dengan kendaraan bermotor. Tetapi saat dirinya hendak menyebrang tanpa ia lihat, sebuah motor melaju dengan cepat dan untung saja Karmila dengan cepat menghindar walau tubuhnya oleng dan terjatuh dengan luka-luka di bagian kakinya. Tetapi dengan pandainya wanita itu melindungi bagian perutnya terlebih dahulu, walau ia masih bisa bernafas lega tetapi darah bercucuran dari betis kanannya.


"Mila!!!!!"


"Nyonya!!!!"


Tica dan pelayan wanita itu membopong tubuh Karmila kembali ke tikar, seorang wanita cantik juga memberikan sebuah minuman untuk mereka.


"Tic? Aku..aku.."


"Sudah! Sudah tidak apa-apa. Ada aku di sini, biar aku obati kakimu."


"Wila tolong ambilkan kotak p3k di mobil."


"Baik Nyonya."


Karmila sedikit meringis saat luka di kakinya tersentuh oleh alkohol kemudian Tica melapisinya dengan kasa. Lukanya sedikit parah, sepertinya akan membutuhkan lima sampai tujuh hari untuk mengering. Sekarang Karmila tengah memikirkan bagaimana caranya menyembunyikan luka itu agar Jerry tidak melihatnya, ia bisa ditelan mentah-mentah oleh suaminya jika sampai suaminya tahu dia terluka. Terlebih Jerry sudah mengingatkan dirinya agar tidak keluar rumah tanpa Jerry, tetapi Karmila telah melanggar.


.


.


.


.

__ADS_1


TBC!


Vote like and komennya yah.


__ADS_2