
Whuss..
Angin berhembus dengan kencang malam ini disertai dengan langit malam yang telah berubah menjadi gelap hanya ada secercah cahaya yang disiarkan oleh rembulan. Semua anggota Dendy telah bersiap, ia hanya berdiam diri berpura-pura tidak tahu bahwa ada musuh yang hendak mencelakai istri dan anak-anaknya. Tentu ia tidak akan kecolongan untuk itu terlebih lagi dirinya tidak ingin ada pembunuhan untuk malam ini.
"Tetap dalam posisi! Segera amankan jika ada anggota musuh yang tumbang karena terkena jebakan!"
"Baik Tuan! Tetapi bagaimana dengan mereka yang berhasil selamat hingga ke dinding mansion?"
"Mereka tidak akan selamat! Karena di lapisan dinding luar mansion itu beracun untuk disentuh. Aku telah meminta seseorang memperbarui catnya dengan bubuhan racun di dalamnya!"
"Baik Tuan!"
"Pakai sepatu yang telah aku sediakan! Sepatu itu tidak bisa tersetrum karena mengandung bahan isolator tertentu! Dan sarung tangan yang aku berikan juga pakai itu! Untuk menghindari racun menyentuh permukaan kulit kalian!"
"Baik Tuan!" Ketua anggota itu benar-benar mengagumi kecerdikan yang dimiliki oleh Dendy. Strategi yang begitu cantik tanpa harus berbuat banyak hanya menunggu tumbangnya musuh satu persatu. Dalam hitungan menit musuh akan segera tumbang. Karena di setiap elemen luar mansion yang mereka injak, sentuh atau bahkan pegang akan mengandung zat-zat kimia berbahaya ataupun sengatan listrik yang sengaja dibuat oleh Dendy.
Dendy masih berada di rooftop dengan teropongnya yang ia gunakan untuk menilik musuh dengan senyuman smirk di wajahnya, memangnya mereka pikir mereka siapa hingga berani untuk mengusik orang-orang yang ia cintai. Tidak akan semudah itu untuk mengalahkan Dendy, si pria cerdas yang misterius itu.
"Akhh..." Beberapa orang telah tumbang karena terkena panah beracun yang bisa melumpuhkan seseorang dalam kurun waktu beberapa detik dan efeknya akan ada hingga dua sampai tiga hari. Anak panah yang diluncurkan oleh anggota Dendy tepat mengenai anggota musuh yang hendak turun melompat dari pagar mansion.
Tetapi kendati demikian, masih ada beberapa orang yang selamat. Mereka menilik sekita seraya mencari langkah yang aman agar tidak terkena setruman yang mereka sadari berada di tanah mansion. Terlebih lagi ada kolam renang, yang di dalamnya juga telah dialiri arus listrik yang mematikan.
"Kalian jangan sampai menginjak atau menyentuh air itu. Air itu dialiri arus listrik yang mematikan!" Ujar wanita psycho itu yang hanya diam di tempat melihat gerak-gerik anggotanya. Sedangkan dirinya hanya memantau dari mobil melalui sebuah alat perekam yang ia pasang di masing-masing kelengkapan anggotanya.
"Baik Nona Boss!"
Para anggota wanita itu terus menyusuri tanah mansion dengan hati-hati jangan sampai mereka menginjak setrum apalagi menyentuh sesuatu beracun. Kini mereka hanya tinggal lima orang yang telah mendarat dengan selamat di depan pintu mansion. Salah seorang anggota mengeluarkan laser dari sakunya bermaksud hendak melubangi pintu mansion yang kokoh itu.
Whuss! Crakk!
Tetapi Sayang, belum sempat ia menghidupkan laser, dirinya sudah tumbang karena sebuah anak panah menancap pas di bagian belakangnya seketika racun yang ada di pucuk anak panah itu menyebar dan mengalir melalui pembuluh darah hingga dalam beberapa saat ia kehilangan kesadarannya dengan dua anggota lain. Dan kini hanya tersisa dua anggota yang terus waspada khawatir jika akan terjadi hal yang sama pada mereka seperti yang terjadi pada rekan mereka baru saja.
"Sial! Mereka bermain licik, seluruh elemen mansion ini adalah jebakan yang telah mereka buat! Aku akan membalas kalian, tidak akan aku biarkan kalian hidup tenang bahkan sampai titik darah penghabisan!"
"Jalan! Kita kembali sekarang!"
"Baik Nona Boss!" Mobil itu melaju kembali pulang meninggalkan dua anggota yang berhasil masuk ke dalam mansion dengan melubangi pintu mansion. Mereka masuk ke dalam dengan hati-hati, tetapi mereka yakin kalau tidak akan ada lagi jebakan di dalam mansion yang membahayakan.
__ADS_1
"Tuan! Mereka masuk!"
"Aku akan menangani mereka! Sekarang kalian bereskan semua kekacauan di mansionku, buang semua yang berbahaya jangan sampai anak dan istriku terluka!"
"Siap Tuan!" Mereka dengan segera berpencar membersihkan semua kekacauan yang telah terjadi dengan menyingkirkan setrum-setrum mematikan itu dan juga mensterilkan air kolam karena Tuan muda mereka suka bermain di kolam. Mereka juga membersihkan sisa anak panah dan menebas beberapa tanaman yang telah diolesi racun.
"Mau kemana kalian?"
Deg!
Dua anggota musuh itu menoleh, wanita cantik dengan mengenakan seragam pencak silat berdiri tepat di hadapan mereka memasang kuda-kuda bersiap untuk menerima serangan. Wanita itu terlihat begitu angkuh membuat dua pria bertopeng itu terpancing untuk menggoda wanita cantik berkulit seputih salju itu.
"Hy cantik, apakah istri Dendy secantik ini? Kau lebih pantas bersanding denganku daripada dengan pria misterius itu!" Ujar salah satu dari mereka yang tubuhnya sedikit lebih kekar.
"Tidak usah banyak bicara!" Sahut Tica dengan angkuh memasang kuda-kuda bersiap.
"Baiklah jika itu yang kau inginkan cantik! Jika kau kalah, maka kau akan melayani kami! Hahah..."
Dendy yang baru saja turun mengepal tangan mendengar pelecehan terhadap istrinya. Ia ingin menghajar manusia-manusia tak berguna itu, tetapi Tica mencegah.
"Sayang ini berbahaya! Kamu tidak sebanding dengan mereka, biarkan aku yang melawan!"
Dendy hanya bisa terdiam membisu, ia hanya menyaksikan apa yang akan dilakukan oleh wanita itu.
"Kita main satu persatu, dia wanita lemah!"
Seorang anggota maju bersiap, ia hendak menendang perut Tica. Tetapi dengan sigap, Tica menangkap kaki pria itu dan segera mengangkat tubuh pria itu kemudian membantingnya ke lantai dengan keras.
Bruak!
Punggungnya membentur lantai dengan begitu keras. Tulangnya rasanya begitu sakit mungkin tulang belakangnya telah patah karena bantingan keras itu. Tetapi pria itu kembali bangun dan hendak memukul wajah Tica. Tetapi dengan mudahnya Tica dapat membaca gerakan pria itu, ia dengan gesit menghindar berada di belakang pria itu dan mendorong pria itu dengan begiru keras. Hingga wajah pria itu membentur dinding dengan keras. Dan ia tumbang, hidungnya serasa patah.
Dengan mudah Tica juga bisa menumbangkan satu pria lagi, hingga kini kedua pria itu tumbang di lantai dengan posisi telentang. Tica membaca sebuah mantra khusus dan memukul tepat di tengkuk mereka kemudian mengatakan sesuatu.
"Kalian akan terkurung selamanya dalam dimensi yang tidak kalian ketahui dan akan membuat kalian bingung. Kalian akan mengingat semua keburukan yang telah kalian perbuat dan terkurung di dalamnya!"
Krek!
__ADS_1
"Terkunci!"
"Apa yang kamu lakukan pada mereka, Sayang."
"Hanya mengunci jiwa mereka. Ingatlah bahwa mereka tidak akan kembali sehat pikirannya! Bawa ke rumah sakit jiwa lebih baik. Itulah akibat jika berani ingin menyentuh putraku!"
Dendy sedikit ngeri dengan apa yang dilakukan sang istri. Ia segera memerintahkan anggotanya untuk segera mengeksekusi dua musuh itu.
***
"Kau mengagumkan, Sayang."
"Hmm!"
"Tetapi kenapa kau tidak melakukan hal itu padaku saat aku ingin mengambil paksa kesucianmu?"
"Karena aku tak bisa menyakiti orang yang aku cintai!"
"Maksudmu, Sayang?"
"Aku mencintaimu jauh sebelum kau mencintaiku!"
"Ceritakan itu!"
"Sayangnya itu rahasia!"
"Sayang...."
Dendy menelusupkan wajahnya ke benda empuk istrinya yang kini menjadi tempat ternyaman baginya.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC!
Vote like and komennya yah! Sedih pembacanya engga begitu banyakš