
"Mass!!! Ayo bangun ini udah terlambat, katanya hari ini ada interview sekertaris baru!" Teriak seorang wanita cantik dengan pakaian formal yang melekat pas di tubuh indahnya. Rok span selutut dengan kemeja putih yang dilapisi blazer cream serta rambut yang dicepol rapih membentuk kue donat dihiasi aksesoris sebuah anting kecil berbentuk bulan berwarna gold yang sangat menarik untuk dipandang.
Pagi yang cerah datang dengan membawa kerempongan tersendiri bagi Tica, selain mempersiapkan diri untuk bekerja, ia juga harus mempersiapkan anak-anaknya dan juga suaminya yang sangat susah untuk dibangunkan itu. Setelah kandungannya memasuki bulan ke lima, Tica sudah mulai aktif bekerja karena dokter bilang kandungan Tica sudah cukup kuat untuk dibuat beraktivitas asalkan dalam batas normal dan tidak terlalu memaksakan tubuh dan pikirannya.
Seperti hari ini, Dendy masih saja terlelap dalam tidurnya sedangkan ia bilang kalau hari ini ada interview untuk sekertaris barunya karena sekertaris lama Dendy telah berpindah kewarganegaraan mengikuti suaminya dan interview itu akan ditangani oleh Dendy sendiri, tidak mudah untuk lolos. Dendy memiliki kriteria yang tinggi untuk setiap orang yang ingin bekerja dengannya, selain ingin menghasilkan tenaga kerja yang bagus, Dendy juga ingin perusahaan menjadi lebih maju dan menghasilkan banyak keuntungan untuk setiap karyawan.
"Wila, kamu urus anak-anak dulu yah, saya mau ke atas menemui suami saya." Wila mengangguk seraya membersihkan mulut si kembar yang baru saja selesai makan disuapi oleh Tica dengan Tica yang telah melenggang pergi menuju lantai atas menemui suaminya yang bahkan tidak berpindah dari posisinya di ranjang.
"Mas! Aku tahu kamu sengaja kan pura-pura engga dengar? Bangun sekarang! Atau jatah..."
"Aku bangun, Sayang! Morning kiss!" Belum selesai Tica berbicara, Dendy sudah terlebih dahulu menyela sebelum istrinya mengancam hak nya lagi. Seminggu ini ia tidak mendapatkan jatahnya karena hukuman yang diberikan oleh Tica akibat Dendy yang selalu bangun terlambat di pagi hari. Dan sekarang, itu tidak akan terjadi lagi, bisa-bisa senjatanya loyo menjadi seperti jeli.
"Sayang! Morning kiss mana?"
"Satu..." Jika istrinya sudah mulai menghitung angka-angka sialan itu, Dendy tidak bisa lagi mengelak segera beranjak dari ranjang dan menggaet handuknya untuk dibawa ke dalam kamar mandi, kalau tidak Tica pasti akan segera mencecar dirinya dengan berbagai ocehan yang akan membuatnya pusing seribu keliling.
"Selesai! Sekarang tinggal tunggu Mas Dendy, Mas aku tunggu di bawah! Lebih dari dua puluh menit, jatah seminggu hangus!" Teriaknya seraya kembali mengambil tasnya dan keluar kamar dengan tenangnya, sedangkan Dendy sudah terburu-buru mandi di dalam sana khawatir jatahnya seminggu akan hangus lagi.
"Wila, saya titip si kembar! Ibu berangkat, Sayang."
"Daddy berangkat buddies! Baik-baik di rumah, nanti Daddy pulang cepat!"
Dua puluh menit telah berlalu, keduanya tampil formal dengan pesona masing-masing dan juga wibawa yang melekat jelas dalam aura wajah yang terpancar pagi hari ini. Dendy dan Tica berangkat dengan arah yang berbeda menggunakan mobil yang telah disediakan oleh perusahaan masing-masing, Tica menuju ke perusahaan milik Recaz sedangkan Dendy menuju ke perusahaan milik Brydan.
***
Robson.Drction
Dendy duduk dengan wibawanya di kursi kebesarannya sebagai tangan kanan alias orang kepercayaan Brydan yang memegang posisi tertinggi sebagai pengganti Brydan. Dendy mengetuk pena yang ia pegang seraya menunggu semua kandidat yang hadir, sebanyaknya ada lima orang kandidat.
__ADS_1
"Jer!"
"Iya Tuan, tiga kandidat mengundurkan diri, jadi hanya tersisa dua kandidat yang berhasil lolos sampai saat ini. Mereka semua memiliki skill yang bagus sesuai dengan permintaan Anda, Tuan!" Jerry membuka pintu seraya mempersilahkan masuk kedua kandidat itu yang ternyata keduanya ada wanita.
"Wanita? Aku bilang kepada istriku bahwa calon sekertaris baruku adalah pria! Sial, kenapa jadi begini? Apa tidak ada kandidat prianya?" Dendy sudah terlanjur berkata pada Tica bahwa calon sekertaris barunya adalah pria, jika Tica tahu kalau sekertaris barunya ternyata wanita, bisa saja timbul masalah baru.
"Maaf Tuan! Kandidat pria, semuanya tidak sesuai dengan kriteria yang Anda minta dan hanya tersisa kandidat wanita. Bisa langsung kita mulai, Tuan?"
"Baiklah Jer! Segera minta mereka mempresentasikan semua yang telah tertulis di perjanjian pendaftaran!"
"Baik Tuan!"
Jerry menghampiri dua kandidat wanita itu, dua wanita berkebangsaan Amerika yang nampak begitu cantik dengan setelan formal yang melekat dan heels yang menambah kecantikan mereka. Rambut blonde dengan bibir yang merah merona, jujur Dendy sama sekali tidak peduli pada kecantikan mereka tetapi skill mereka yang Dendy butuhkan.
Mereka pun mulai menjelaskan semua materi yang telah mereka siapkan sedari ingin mendaftar. Satu persatu menjelaskan secara rinci dan begitu sopan di hadapan Dendy, setelahnya mereka membungkuk seraya berdiri di sisi Jerry.
"Aku pilih dia!" Dendy menunjuk salah seorang wanita yang begitu memesona dan cantik dengan kemeja yang terbuka di belahan dadanya hingga bulatan sintal itu tercetak jelas di dalam sana dengan rok span yang ketat membentuk bulatan sintal menggairahkan untuk semua pria, tetapi tidak bagi Dendy. Bagi pria dingin itu, istrinya sudah lebih dari cukup.
"Yang satunya apa harus saya tolak, Tuan?"
"Tidak perlu, kau tempatkan dia di divisi yang kosong! Skillnya cukup bagus!"
"Baik Tuan!"
Jerry segera keluar membawa kandidat lain yang akan ditempatkan di divisi kosong yang membutuhkan karyawan. Hingga tinggalah Dendy dan sekertaris barunya itu di dalam ruangan Dendy.
"Perkenalkan Tuan, Nama saya Beatrix Lyodria, usia saya..."
"Tidak perlu, lebih baik kembali ke ruanganmu! Aku bisa membaca semua data-datamu sendiri!" Dendy sedikif merasa risih dengan sekertaris barunya itu yang menurutnya sedikit aneh dengan sikapnya yang sok seksi dan ganjen.
__ADS_1
"Ahh! Saya masih bisa di sini menemani Anda, Tuan! Apa perlu saya buatkan Anda sesuatu?" Ujarnya lagi dalam bahasa Inggris dengan nada yang lemah lembut mendayu-dayu seakan tengah merayu. Dendy sontak hanya menggeleng seraya mengisyaratkan Beatrix untuk keluar hingga wanita itu keluar dengan kaki yang dihentakkan kesal.
Dendy hanya menggeleng kepala melihat kelakuan wanita aneh itu, tetapi tidak masalah selagi wanita itu masih bisa bekerja dengan baik, maka Dendy akan memaklumi semuanya.
"Dasar wanita aneh! Dia pikir dia secantik apa hingga berani menggodaku? Masih belum tahu istriku!" Gumamnya penuh remeh menatap ke arah punggung Beatrix yang sudah menghilang keluar.
***
Di Perusahaan Recaz! Tica tengah mengerjakan berbagai file yang menumpuk karena sebentar lagi ia akan menghadiri pertemuan dengan perusahaan yang diajak kerja sama.
"Re, mana file perusahaan yang akan kita ajak kerja sama?"
"Ini!"
Tica membaca file itu dengan teliti.
"Robson.Drction? Bukankah ini milik suaminya Nadya? Dan ini juga kantor Mas Dendy, kan? Itu artinya aku akan ke kantor suamiku sendiri? Bukan pekerjaan yang sulit hanya sekedar meminta tandatangan!"
"Ya, perusahaan Tuan Brydan yang kini dipegang oleh suamimu! Kita akan mengajukan kerja sama dalam brand-brand pakaian, jadi brand kita akan berkolaborasi dengan brand mereka hingga menghasilkan perpaduan indah yang akan menarik dan menggemparkan dunia fashion! Itu akan menghasilkan banyak keuntungan!"
"Hmm! Kita coba!"
.
.
.
.
__ADS_1
TBC!
Vote like and komennya yah.