Unity Of Love

Unity Of Love
UOL-82


__ADS_3

Sringg...


Karmila membuka kain gorden yang menutupi jendela, wanita cantik berambut merah itu juga membuka jendela membiarkan sang mentari masuk membawa kemilau cahaya terang ke ruangan kamar Karmila. Wanita itu berjalan ke cermin riasnya, seraya mengambil kuncir rambutnya dan mencepol rambutnya ke atas walau berantakan setidaknya tidak mengganggu. Ia segera bergegas ke kamar mandi dan merendam dirinya di bathtub.


15 menit kemudian, Karmila sudah siap sempurna, hotpant dan sebuah kaos putih polos melekat pas di tubuh molek Karmila. Paha putih itu terekspos begitu saja, Karmila mengoles sedikit lipgloss di bibir mungilnya dan menaburi sepucuk bedak tabur di wajahnya yang memang berkulit putih.


"Honey, ayo bangun!" Karmila mendekat ke ranjang, menepuk pelan pipi Jerry yang masih lelap tertidur dengan tubuh yang terbungkus selimut. Pria itu tak menggubris tetap mendengkur halus di dalam balutan selimut tebalnya yang menghangatkan. Walaupun ruangan sudah terang-benderang dengan cahaya silau, tak membuat Jerry terusik sedikitpun.


"Tom Jerry! Bangun aku bilang!" Karmila mulai kesal berbicara nada sedikit meninggi. Entah kenapa, belakangan ini wanita itu mudah sekali kesal dan selalu sensitif akan apapun hal yang Jerry katakan. Sedikit saja Jerry berkata salah atau berkata hal yang tidak Karmila sukai, maka Karmila pasti akan langsung memarahinya dan tidak berbicara padanya selama lebih dari sehari.


Untung saja pria itu tetap sabar, tetapi tidak ada yang tahu sampai mana kesabaran itu akan bertahan dan kapan akan meledak jika terus dipendam. Jerry bukannya tidak mau marah atau kesal pada istrinya, tetapi pria itu menahan semua emosinya demi keutuhan rumah tangganya agar ia tidak sampai menyakiti istrinya dengan ucapan atau perlakuannya.


"Iya Sayang." Sahut Jerry, pria itu masih terbaring mengumpulkan segenap nyawa yang masih berpencar entah kemana. Setelah beberapa menit Jerry pun mandi dan Karmila menyiapkan pakaian Jerry, tetapi wanita itu lupa tidak menaruh pakaian yang telah ia siapkan di bibir ranjang. Karmila menaruhnya di atas nakas yang sedikit jauh dari ranjang.


"Aku mau masak sarapan dulu, kamu mandi aja dulu."


"Iya Sayang."

__ADS_1


Selepas mandi, Jerry melihat bibir ranjang dan tidak ada baju yang disiapkan istrinya, pria itu hanya berpositif thinking mungkin istrinya lupa atau terlewat tadi. Akhirnya pria yang tengah memakai selembar handuk untuk menutupi bagian bawahnya itu mengambil sendiri pakaiannya di lemari miliknya, ia memilih kaos oblong yang disandingkan dengan celana pendek selutut.


"Selesai! Hmm harum sekali, dia pasti memasak nasi goreng kesukaanku!" Jerry bersemangat menghampiri Karmila yang tengah berada di meja makan. Nampaklah wanita cantik itu tengah menata makanan lengkap dengan hidangan pembuka di meja makan, terlihat sangat menggiurkan hingga Jerry menatap semua makanan itu tanpa berkedip.


"Harum sekali, Sayang!"


"Loh, Honey?" Karmila yang menyadari sesuatu dari penampilan suaminya, sontak ia mengerut dahi saat dirinya menyadari pria itu tidak memakai pakaian yang ia pilihkan. Tidak biasanya suaminya seperti ini, Jerry akan selalu memakai apapun yang Karmila pilihkan. Dan Karmila akan memilih pakaian yang sesuai dengan moodnya, walau ia marah ia akan tetap menyiapkan pakaian suaminya. Hatinya tiba-tiba saja merasa sakit, apakah ia lebay? Tapi ia tidak tahu kenapa belakangan ini mudah sekali terpancing emosi.


"Kamu engga pakai pakaian yang aku pilihkan? Kenapa? Apa jelek? Kamu tega banget sih sama aku!" Hardiknya pad Jerry yang hanya melongo tak tahu apapun, setahunya tadi ia tidak melihat pakaian yang istrinya siapkan.


"Loh, bukannya kamu tidak menyiapkan pakaianku, Sayang. Aku pikir kamu lupa!"


"Sayang? Sumpah demi apapun aku ga tahu kalau kamu udah siapin. Buka pintunya, Karmila! Aku bilang buka pintunya!" Namun nihil, tidak ada sahutan dari dalam sana. Jerry menggeram kesal, bagaimana mungkin Karmila bisa semarah itu hanya karena masalah sepele. Nafsu makannya seketika hilang, ia pun mengambil kunci mobilnya dan keluar entah kemana saja asalkan pikirannya bisa dingin.


***


"Sial!" Jerry menggeram melempar kunci mobilnha di meja restoran. Ya, pria itu pergi menuju restoran untuk mendinginkan pikirannya. Ia memesan sebuah jus stroberi kesukaannya, karena Jerry tidak suka minuman beralkohol ataupun bersoda, Jerry sangat menghindari minuman dengan kadar soda dan alkohol.

__ADS_1


"Silahkan Tuan." Kata seorang waiters yang memberikan pesanan Jerry.


"Hmm!"


"Jerry?"


Deg!


Ini adalah hari sial dal hidup Jerry. Sepertinya masalah akan segera datang, Jerry dapat mencium kehadiran masalah yang kini tengah memegang bahunya.


.


.


.


.

__ADS_1


TBC!


Vote like and komennya yah.


__ADS_2