Unity Of Love

Unity Of Love
UOL-60 Kegeraman Tica.


__ADS_3

Seorang wanita cantik berpakaian formal lengkap blazer dengan rok span dan dalam kemeja serta rambut yang dicepol rapih membentuk kue donat baru saja menginjakkan kakinya menuju sebuah gedung pencakar langit dimana suaminya bekerja. Gedung yang dilengkapi dengan fasilitas mewah serta banyak orang berlalu-lalang di dalam bekerja menggantungkan hidup.


Tica dan Recaz berjalan beriringan seraya keluar dari lift dan telah sampai di lantai teratas dimana ruangan Dendy terletak. Hingga tanpa sengaja Tica melihat seorang wanita cantik berpenampilan begitu seksi memesona dengan gincu bibir yang merah menyala baru saja keluar dari ruangan suaminya seraya berkaca membenahi penampilannya. Sontak Tica bertanya-tanya, siapa wanita itu, setahunya hanya Jerry dan sekertaris juga office boy yang bisa memasuki ruangan Dendy.


"Tic, aku ke kamar mandi sebentar! Kau duluan saja aku akan segera kembali!"


"Baiklah Re!"


Wanita itu berjalan dengan menghentak kaki ke arah Tica, sungguh arogan dan seperti pimpinan saja. Tica yang tidak tahu apapun hanya diam tetap memerhatikan apa yang akan terjadi.


Bruak! Wanita itu terjatuh tepat di depan Tica dan menatap Tica dengan tajam, walau Tica tidak memiliki salah apapun tetapi dia juga yang harus ditatap tajam oleh wanita itu. Ini adalah murni kesalahan wanita itu sendiri yang tidak berhati-hati saat berjalan hingga keseleo dengan kakinya sendiri dan terjatuh.


"Kau!" Wanita cantik dengan tinggi yang sedikit lebih tinggi dari Tica itu menunjuk Tica dengan penuh kegeraman seakan Tica lah yang telah membuat dirinya terjatuh dan tidak membantunya untuk berdiri pula, membuatnya malu di hadapan semua karyawan yang tengah berlalu-lalang di sekitar sana.


"Aku?" Heran Tica menunjuk dirinya sendiri.

__ADS_1


"Ini semua gara-gara kau sialan! Kau hanya karyawan biasa beraninya mempermalukan aku di sini!" Wanita itu mencoba untuk menjambak rambut Tica yang jelas-jelas tidak memiliki salah apapun.


Plak!


Tica dengan mudahnya menepis tangan wanita itu yang mencoba untuk menyentuhnya. Penampilan kece badai seperti ini tidak boleh dirusak, pikirnya seraya menatap wanita itu tajam. Jika masih kata-kata semata, Tica tidak masalah, tetapi jika sudah menyangkut kekerasan, Tica tidak akan bisa diam. Ia tidak akan bertindak jika tidak diusik.


"Ini adalah murni kesalahan Anda, Nona! Jika Anda mencoba untuk mengusik saya, saya akan pastikan Anda menyesal!" Ancam Tica dengan penuh kekesalan, kenapa karyawan di kantor ini begitu membuatnya naik pitam hingga darahnya berdesir panas ingin menghantam wajah sok angkuh wanita itu.


"Memangnya kau siapa? Aku adalah Sekertaris bos! Dan kau hanya karyawan biasa, kau itu hanya butiran debu, sialan!" Bentak nya tepat di wajah Tica. Hingga perdebatan itu semakin memanas dengan beberapa karyawan yang sudah berkumpul bukannya melerai justru menikmati perdebatan yang semakin panas itu dengan beberapa orang menyorak nama wanita itu.


"Jangan ampuni dia, Beatrix!"


Suasan semakin tegang, Beatrix dengan lancangnya kembali melayangkan tangannya hendak menjambak rambut Tica dengan mudahnya Tica bergerak ke belakang Beatrix dan mendorong wanita angkuh itu hingga tersungkur ke lantai yang dingin.


Brak!

__ADS_1


"Aww!"


Tica masih diam seraya menonton semuanya, ia tidak akan pernah kalah dari wanita sok angkuh itu.


Tica menginjak lengan Beatrix dengan heelsnya dan mengatakan dengan tak kalah menakutkan, "ini masih permulaan, jangan pernah berani menyentuhku!" Beatrix mengepal tangan emosi sembari mengerang kesakitan kala Tica menginjak semakin keras.


.


.


.


.


TBC!

__ADS_1


Vote like and komennya yah.


__ADS_2