
Dua Minggu telah berlalu, bumil cantik itu menjalani hari-harinya dengan baik. Adanya orang tua disampingnya, membuat hatinya gembira setidaknya ia masih memiliki orang yang masih menyayangi dirinya ditambah lagi para tetangga yang selalu datang silih berganti untuk mengunjungi Tica. Tica semakin terdorong untuk menjadi wanita yang kuat dan tegar bagi kedua putranya.
"Emphh ashhh..." Tica menggigit bibir bawahnya kala sakit yang ia rasakan bertambah kadarnya. Bumil itu tengah sibuk membersihkan lantai dengan memegang sebuah sapu lantai. Perutnya telah terasa sakit semenjak malam kemarin, tetapi Tica hanya mengabaikan karena ia tahu itu hanya kontraksi palsu. Dokter telah memberinya wawasan.
"Ibu akhh..." Tica menggeram kesakitan memanggil sang ibu yang tengah memasak untuk sarapan pagi bersama.
Ibu yang melihat sang putri telah tergeletak di lantai dengan cairan yang telah keluar merembes dari paha putrinya. Ibu segera memanggil beberapa tetangga dan meminta pertolongan kepada warga untuk membawa putrinya ke klinik terdekat.
***
"Selamat ibu, kedua putranya lahir dengan selamat!"
"Terimakasih Dokter!"
Tica begitu bahagia tak terbantah rasanya saat melihat kedua putranya berhasil ia hadirkan ke dunia dalam kondisi yang sehat dan sempurna. Ia menilik kedua putranya yang diletakkan dokter di kedua sisinya.
Degg!
Sangat mirip dengan pria itu! Kenapa netra mereka seperti pria itu? Kedua wajah ini, huaaaa aku dapat apa? Tak masalah, yang penting mereka selalu ada bersamaku. Karena aku ibunya dan hanya aku lah orangtuanya dan selamanya akan seperti itu.
__ADS_1
Ya Tuhan, kenapa Malang sekali nasibku? Disaat semua ibu hamil akan ditemani oleh suaminya saat bersalin, tetapi aku hanya ditemani oleh para suster dan dokter. Aku benci dia, aku sangat membencinya! Pria yang telah menghancurkan masa depanku, AKU MEMBENCINYA! hiks.. hiks..
Tica menjerit dalam batinnya menahan rasa yang ingin sekali ia luapkan. Wanita mana yang tidak sakit jika berada di posisi Tica? Katakan, kurang tegar apa Tica? Dia hanya diam saat ditinggal tanpa kepastian oleh suaminya, Tica yakin suatu saat akan ada saatnya ia untuk bahagia. Karena Tuhan adalah Maha Adil.
"Welcome to the world twin! Maaf Ibu tidak bisa bahasa Inggris, hiks..." Ujarnya menatap kedua putranya yang telah di pindahkan ke dalam box bayi setelah dibersihkan oleh perawat.
"Tica, bagaimana kondisi kamu dan bayimu?"
Ibu dan ayah masuk dan seketika merasa takjub menatap kedua bayi mungil yang begitu tampan. Netra hijaunya benar-benar berkilau di kalangan para manusia yang ada di dalam ruangan yang hanya memiliki netra cokelat gelap. Hidung mancung dengan bibir seksi, mirip seperti sang ayah dipadukan dengan kulit putih bersih, Tica sungguh merasa takjub melihat ciptaan Tuhan yang ia lahirkan itu.
"Yuhuuuu.... Ibu dapat cucu-cucu bule! Yess!" Ibu melompat kegirangan melihat wajah tampan kedua cucunya.
"Bu!" Ayah yang tahu sifat istrinya, hanya menegur biasa. Beberapa perawat dan dokter terkekeh geli melihat kelakuan ibu yang seperti anak kecil mendapat mainan baru. Para perawat memang tak menampik ketampanan kedua bayi kembar itu, dan aura yang dimiliki begitu memikat semua mata yang memandang.
Tiba-tiba suara dari luar mengejutkan Tica dan kedua orangtua Tica yang tengah menimang kedua putranya. Bukan sulap bukan sihir, Recaz si bule lokal sudah ada di dalam ruangan dengan menenteng banyak bawaan di kedua tangannya. Seraya menaruhnya di atas nakas di dekat bankar Tica.
"Daddy?"
"Iya Tic, mereka kan anakku juga. Saat kau mengidam, aku yang ada bersamamu, saat kau lahiran pun aku juga ada. Jadi, aku Daddy twin!"
__ADS_1
"Baiklah, asal kau bahagia Tuan!" Tica hanya menatap jengah. Tak masalah asalkan kedua putranya mendapatkan banyak kasih sayang dari orang-orang disekitarnya.
Selama masa rawat, Tica hanya makan gizi yang diberikan dari klinik. Setelah tiga hari, Tica sudah diperbolehkan pulang asal tetap meminum obat yang diresepkan agar luka jahitannya cepat mengering. Dan ada beberapa pantangan juga perihal makanan.
Ada beberapa tetangga yang datang menjenguk kedua twin. Dan Tica pun telah menyematkan nama yang indah untuk kedua putranya.
Ethan Ferdinand yang artinya sosok yang kuat.
Sedangkan adiknya, Evan Ferdinand yang artinya sosok muda dan gesit.
Tica berharap kelak sang putra akan menjadi orang yang sukses dan juga berguna untuk semua orang.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC!
Vote like and komennya yah.