Unity Of Love

Unity Of Love
UOL-75 Mari melakukan itu.


__ADS_3

Karmila dengan sukacita hati senang menunggu kepulangan sang suami yang telah berjanji akan pulang lebih awal. Ia terlebih dahulu menata semua yang dibutuhkan dengan begitu indah dan ia buat secantik mungkin, Karmila memang pernah menjadi seorang pelayan di sebuah restoran saat dirinya masih sekolah menengah dulu.


"Akhirnya selesai! Setelah ini aku akan mandi dan menunggu Jerry pulang, dia pasti suka sama semua makanan yang aku masak. Aku sudah yakin rasanya enak, semuanya sudah aku cicipi dan aku hias dengan cantik." Karmila menilik kembali hidangan yang baru saja dimasaknya dengan begitu telaten dan penuh cinta untuk orang spesial yang mengisi hari-harinya selama hampir satu bulan ini.


Setelah dipikir semua hal sudah selesai, Karmila melenggang masuk ke dalam kamar mandi seraya menggantungkan sebuah handuk di bahunya. Ia berendam sejenak dengan aromaterapi yang begitu merilekskan tubuhnya.


Lima belas menit berselang, Karmila keluar kamar dengan harum yang semerbak dari tubuhnya. Ia menghias wajahnya dengan hiasan cantik natural, bibir merah muda yang begitu menggairahkan. Disandingkan dengan dress mekar selutut yang ia kenakan semakin membuat aura cantik dari dalam dirinya bersinar.


"Yes akhirnya selesai, Ya Tuhan berikan aku keberanian. Aku ingin hari ini memberikan diriku seutuhnya pada suamiku, aku berharap ini akan menjadi keputusan terbaik dalam hidupku. Aku yakin, suamiku adalah pria baik yang telah Tuhan berikan untukku, dan aku sangat mempercayainya." Perlahan tetapi pasti, trauma itu sudah menghilang, terbukti saat berdekatan dengan suaminya Karmila tidak lagi merasakan ketakutan yang selama ini ia rasakan saat berdekatan dengan seorang pria.


Selama pernikahan mereka, Jerry telah banyak berjasa untuknya, berkat Jerry kini ia bisa keluar dari trauma berat yang selama ini menyiksanya. Ia sungguh bahagia dan sangat bersyukur bisa bertemu dengan pria sebaik Jerry, walau awal pertemuan mereka memang tidak begitu baik.


Karmila masih menunggu, sembari duduk tenang di sofa memainkan gawainya melihat sosial media beberapa teman lamanya. Tetapi ada satu postingan temannya yang menunjukkan seseorang dari belakang tengah membenarkan sebuah mobil berwarna merah dan Karmila seperti kenal gestur pria itu dari belakang sangat mirip dengan Jerry. Tapi bagaimana mungkin Jerry bertemu dengan temannya? Tetapi setelahnya Karmila menepis pikiran buruknya, mungkin itu bukan Jerry dan hanya mirip sekilas dari belakang.


"Masih beberapa menit yang lalu? Tapi kenapa jas yang dikenakan pria ini sama seperti milik Jerry tadi pagi? Dan apa ini, dia memberi emoji kecupan sebagai caption? Aku harus menanyakan ini pada Jerry!"


"Sayang?" Jerry datang dengan perlahan membuka pintu rumah dan melihat istrinya tengah sibuk dengan gawai digenggamnya. Jerry sontak melewati istrinya dan berlalu untuk mandi kemudian mengganti pakaiannya. Tidak butuh waktu lama Jerry kembali dengan mengenakan pakaian santainya.


"Darimana kamu, kenapa lama sekali?"


"Aku baru saja pulang, Sayang! Tidak lebih baik kita makan dulu?"


"Jawab pertanyaanku, Jerry!"


Karmila sudah terlanjur emosi, jika memang benar yang di foto itu adalah Jerry, maka ia akan benar-benar menyelidiki ini. Bagaimana mungkin ada teman lamanya tertarik pada suaminya, istri mana yang tidak cemburu jika begini?

__ADS_1


"Jelaskan foto ini! Bagaimana kalian bisa berada dalam posisi seintim ini? Kamu selingkuh, Jer!"


"Sayang, aku bisa jelaskan ini! Aku tadi hanya membantu dia, mobilnya mogok di tengah jalan. Kalau tidak percaya lihat saja jas ku sedikit kotor akan oli."


Karmila menilik jas yang tadi di pakai Jerry di keranjang pakaian kotor dan memang benar yang suaminya katakan kalau jasnya penuh oli mobil, Karmila segera merengkuh Jerry dengan erat. Sungguh ia tidak bisa melihat suaminya berpaling ke lain hati, ia akan benar-benar gila.


"Mari makan, Sayang!" Karmila mengangguk dan mereka makan dengan hikmat tanpa ada sepatah katapun yang keluar dari mulut masing-masing. Karmila hanya makan dengan porsi kecil karena ia memang tidak begitu banyak makan karbohidrat, pikirannya juga teralihkan akan satu hal yakni bagaimana ia harus berkata jika ia ingin menyerahkan dirinya seutuhnya pada sang suami.


"Jer!"


"Iya Sayang?"


"Aku cantik apa engga?"


"Apa aku menggairahkan, Jer?"


Jerry menyeringit heran, tidak biasanya istrinya menanyakan hal demikian kepadanya. Jerry sontak tidak menjawab hanya melanjutkan menghabiskan makanan yang tersedia di piringnya.


Jika aku menjawab iya, dia pasti mengira aku menginginkan hakku sekarang sedangkan dia tidak bisa memberikannya dan dia pasti akan sedih, tapi kalau aku menjawab tidak, apa itu akan melukai hatinya? Ah aku bingung! Lebih baik diam!


"Aku..."


"Hmm?"


"Aku mencintaimu!"

__ADS_1


"Aku tahu!"


"Ish! Jerry, aku sudah..."


"Sudah?"


"Akhh! Lidahku kelu!"


"Kenapa, Sayang?"


"Mari melakukan hal itu!"


Deg! Jerry terkejut bukan main. Benarkah yang di hadapannya itu adalah istrinya, mengapa berani sekali mengatakan hal seintim itu. Padahal selama ia menikah, istrinya itu bahkan tidak berani sekedar menciumnya terlebih dahulu sebelum Jerryy yang mencium Karmila. Tetapi apa yang telah terjadi pada wanita itu hingga tidak ada angin dan hujan tiba-tiba mengatakan hal itu.


.


.


.


.


TBC!


Vote like and komennya yah.

__ADS_1


__ADS_2