
Di belahan bumi lainnya, Karmila yang baru saja menyelesaikan makannya, tengah mencuci bekas makannya bersama pria itu yang hanya bisa menumpang tanpa membantu apapun.
"Sayang?"
Deg.
Karmila menoleh, lagi dan lagi pria itu memanggil dirinya dengan sebutan itu yang membuatnya merasa risih, mereka bukanlah siapa-siapa dan tidak memiliki ikatan apapun jadi panggilan itu begitu mengganggu dan membuat Karmila merasa tidak nyaman. Ia sudah beberapa kali melayangkan protes, lelaki itu bahkan tidak sama sekali menghiraukan ucapan Karmila.
"Makan malamnya sangat enak, Sayang! Bisakah aku tinggal sedikit lebih lama sampai luka di tanganku sembuh?" Pria itu dengan datarnya menghampiri Karmila dan membantu Karmila menata piring-piring kembali ke tempat semula.
"Kau melunjak yah? Memangnya kau siapa berani sekali menumpang di rumahku? Aku tidak setuju, sebentar lagi kau harus pulang!" Tegas Karmila.
"Namaku Jerry!"
Ya, pria itu adalah Jerry asisten pribadi Dendy yang merasa tertantang untuk menaklukkan hati Karmila sejak saat pertama kali ia bertemu Karmila dan menyelamatkan nyawa gadis itu dari sekapan Angeline, bukannya berterimakasih, Karmila dengan angkuhnya hanya pergi meninggalkan dirinya begitu saja tanpa sepatah katapun. Entah ia tidak tahu trauma apa yang dimiliki gadis itu terhadap lelaki hingga gadis itu bahkan seakan tidak mau menatapnya.
"Oh!"
"Mila, aku sudah berbicara kepada ayahmu dan juga ibumu bahwa aku akan menikahi kamu satu Minggu ke depan!"
"What? Kamu bercanda? Itu bahkan sama sekali tidak lucu!"
__ADS_1
"Tetapi aku tidak bercanda! Aku memang sudah menyiapkan segalanya untuk pernikahan kita nanti. Jangan panggil aku Jerry jika aku tidak bisa menaklukan hatimu!"
"Baiklah jika itu maumu, kita akan lihat sampai mana perjuangan yang kamu banggakan itu, Tuan!" Karmila melenggang pergi, wanita cantik itu menyenggol bahu Jerry dengan sedikit keras tetapi itu bukan apa-apa bagi pria bertubuh kekar seperti Jerry.
"Jangan melakukan itu lagi, bahumu bisa sakit nanti!"
Sial! Dia ini pria besi atau bagaimana? Aduh bahuku benar-benar ngilu, tahu begitu aku lebih baik mencubitnya saja tadi.
Ini adalah pengalaman pertama bagi Jerry menaklukkan hati seorang wanita, Jerry merasa misi ini merupakan misi paling berat di hidupnya dimana biasanya seluruh hidupnya hanya ia gunakan untuk bekerja, bekerja dan bekerja sepanjang waktu. Dan misi ini ia sebut sebagai, Conquer girlfriend's heart yang berarti menaklukkan hati pacar.
"Ini saatnya dimulai untuk misi CGH alias Conquer Girlfriend's Heart!"
"Karmila!!"
Karmila berusaha untuk tidur tanpa menghiraukan apapun gumaman lelaki itu dari luar, seharian ini lelaki itu sungguh membuatnya repot dan sangat merasa sangat terganggu.
Prang!
"Akhh!!"
Karmila terlonjak, tiba-tiba saja bunyi barang pecah terdengar dari luar disertai dengan suara teriakan Jerry yang menggema di seluruh ruangan seakan ia sedang kesakitan. Sontak Karmila langsung melompat dari ranjangnya dan membuka pintu hingga ini menjadi kesempatan bagi Jerry untuk segera menyelinap masuk ke dalam kamar tanpa Karmila ketahui.
__ADS_1
"Pria datarrr!!!!" Kesalnya sampai di ubun-ubun kepala, tidak ada apapun yang terjadi kecuali Jerry hanya menipu dirinya. Kini ia harus kembali satu ruangan dengan pria datar itu, dan dengan mudahnya Jerry menutup pintu kemudian menguncinya dan menyimpan kunci itu di dalan kaus dalamnya.
"Itu hanya suara handphone, Sayang! Lihatlah di dalam video ini, ada orang tengah bertengkar dan melempar piring!" Karmila melotot tak percaya mendengar penjelasan Jerry, ternyata suara pecahan barang tadi itu berasal dari handphone dan dengan cerdiknya pria itu membodohi dirinya.
"Ck!"
"Mila, malam ini bisakah kau membagi ranjang denganku?" Jerry naik ke atas ranjang mengistirahatkan tubuhnya yang sepertinya akan demam. Suhu tubuhnya tiba-tiba sedikit meningkat disertai hidung yang mulai memerah.
"Tidak! Kalau kau tidur di ranjang, aku akan tidur di lantai!"
"Jangan Sayang!" Tahan Jerry pada tangan Karmila yang hendak tidur di lantai. Jerry berdiri dari ranjang dengan sedikit lunglai beranjak turun dan mulai menidurkan dirinya di lantai tanpa beralaskan apapun hanya dengan satu bantal kecil sebagai penopang kepalanya.
Malam mulai larut, hujan turun membasahi tanah pedesaan, hawa dingin bertambah menjadi dingin dengan kondisi pepohonan yang sudah basah akan air hujan yang semakin lama semakin deras. Kicauan burung malam begitu terdengar jelas diiringi hewan-hewan malam lainnya di luar sana, dengan kondisi yang gelap gulita hanya bermodalkan pencahayaan sang rembulan malam yang sudah sedikit memudar tertutupi awan mendung.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC!
Vote like and komennya yah.