
Seminggu telah berlalu, Tica bersiap untuk keberangkatannya ke Amerika. Ia akan berangkat bersama si kembar dan juga baby sitter yang ia sewa untuk membantunya menjaga si kembar. Karena kini dua bayi tampan itu semakin aktif di usianya yang masih menginjak tiga bulan.
"Mbak, sudah disiapkan semua kebutuhan anak-anak?" Tanya Tica, ia telah sampai di bandara nasional.
"Sudah Nyonya," sahut perawat yang bernama Wila.
"Are you ready guys?" Recaz datang dengan membawa sebuah koper. Pria gagah itu nampak begitu tampan dengan outfitnya yang kekinian dan sangat pas di tubuhnya.
"Yes!"
"Kita akan take off lima belas menit lagi!"
"Ya," Tica menilik seseorang yang berlari menuju ke arahnya. Ia seperti mengenal pria itu, tidak salah lagi itu Dendy, suaminya.
"Sayang kumohon jangan pergi. Ayo kita pulang, ini berbahaya untukmu!" Tica menatap heran pada Dendy yang baru sjaa tiba tanpa diundang. Pria itu nampak begitu berantakan walaupun masih tampan, begitupun dengan Recaz dan Wila yang juga heran pada lelaki yang tiba-tiba saja memeluk Tica.
"Lepas!"
Tica mengurai pelukan Dendy dan menatap lelaki itu dengan tatapan membunuh. Berani sekali pria itu memeluk dirinya di depan umum.
"Sayang aku mohon, sekali ini saja turuti aku. Dia berbahaya, jangan pergi."
"Jangan melantur! Dan aku tidak suka diatur oleh siapapun. Pergilah urusi urusanmu tanpa mengganggu hidupku!" Ketus Tica dan meninggalkan Dendy tanpa menatap pria itu sama sekali. Diikuti oleh Recaz dan Wila yang mendorong kereta dorong Ethan dan Evan.
__ADS_1
"Jer, bagaimana kalau dia menyakiti istriku?"
"Tuan saya mohon jangan jadi orang bodoh!" Jerry telah geram, baru kali ini Dendy berperilaku begitu bodoh. Bahkan Dendy merupakan orang berpengaruh di Amerika, bisa saja lelaki itu melindungi istri dan anak-anaknya. Bukannya mengeluh seperti sekarang ini.
"Kita berangkat hari ini, aku ingin penerbangan ke Amerika. Cepat hubungi pilot kita!"
"Tapi--" Belum selesai Jerry bicara, Dendy telah pergi meninggalkan dirinya. Terpaksa mau tidak mau Jerry hanya bisa pasrah menuruti kemauan gila tuannya itu. Yang tidak bisa berpikir jernih jika sudah berurusan dengan istrinya.
***
Amerika New York city!
Setelah menempuh perjalan selama 20 jam akhirnya Dendy dan Jerry telah menginjakkan kaki mereka di ibukota negeri Paman sam itu. Jerry yang telah melacak keberadaan Tica melalui handphonenya segera mengemudikan kereta besinya menuju sebuah hotel di dekat Bandara.
"Halo Tuan." Sapa Dendy dengan sopan, Brydan yang sudah mengerti apa yang Dendy mau hanya diam.
("Hm? Kau menelfonku sepagi ini? Kau mengganggu, Den!")
"Ehm Maaf, Tuan. Tapi bolehkah saya meminjam pulau pribadi milik Anda?" Tanpa berbasa-basi Dendy langsung to the point mengenai apa yang ingin ia sampaikan. Bahkan tanpa merayu ataupun membujuk Brydan agar atasannya itu memberi izin.
("Hmm! Terserah padamu! Suruh saja Alex menggantikanmu, kali ini aku memberikan kau izin untuk mengejar jodohmu agar kau tidak impoten! Hahahaha...")
"Terimakasih Tuan!" Dendy tidak lagi menghiraukan ejekan Brydan. Setelah beberapa saat Brydan mematikan telepon. Karena ia begitu merindu pada istri dan putri kecilnya, Brydan yang kini telah berubah menjadi pria bucin akut.
__ADS_1
"Sekarang saatnya, suruh pengawal untuk segera melakukan apa yang telah direncanakan, Jer. Segera sebelum dia mengetahui keberadaan istriku!"
"Baik Tuan!"
Jerry pun mematuhi apa yang dikatakan oleh Dendy, pria tampan berkebangsaan Amerika itu menelepon seseorang untuk segera melancarkan aksi mereka. Dendy benar-benar harus mengamankan istrinya sebelum semuanya terjadi dan ia bisa saja kehilangan istrinya karena psikopat itu.
***
Di tempat lain, Tica tengah berjalan-jalan di sekitar hotel bersama dengan Wila dan juga kedua putranya. Hari sudah mulai gelap bahkan sekitar hotel sudah nampak sepi hanya ada beberapa pusat perbelanjaan yang masih buka.
Tiba-tiba saja ada sebuah mobil hitam yang hendak menyerempet Tica. Sontak wanita itu marah karena mobil itu begitu tidak sopannya langsung pergi begitu saja.
"Hey! Kalau engga bisa nyetir jangan nyetir! Hmppp---!"
.
.
.
.
TBC!
__ADS_1
Vote like and komennya yah.